Tampilkan postingan dengan label Celoteh Sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Celoteh Sport. Tampilkan semua postingan

16 Nov 2011

Modo Modi

Coba gue sedikit ngetes dulu tentang SEA GAMES, ehem ehem.. *berasa jago padahal abis searching di google*. Nomor 1, kepanjangan SEA GAMES itu apa sih? Aha? Yak? Apa apa? Apa hayo? Yak bagus! South East Asian Games! Sekarang nomor 2, SEA GAMES tahun ini SEA GAMES yang ke berapa yah? Iyaa? Apa? 26? Yakin? Yak betuuul! *Dalam hitungan 10 detik lo bakal close thread ini*.

Terakhir deh nih, berapa kali sih Indonesia juara umum SEA GAMES? APAAA? Hah? Berapa kali? 2 kali? Gile luu songong beet, 9 kali cooy! Hahaha cukup ah selingan sok tau dari gue, sekarang yuk masuk ke isi artikel sebenernya yang ga kalah sok taunya.

Udah pada tau logo sea games? Yak betul burung garuda! Tiga warna yang mendominasi pada gambar tersebut, yakni biru, hijau, dan merah masing-masing punya makna tersendiri. Biru menggambarkan lautan nusantara yang menyatukan segala perbedaan. Hijau menandai banyaknya gugusan pulau, hutan, dan gunung yang menyelaraskan. Sedangkan merah merupakan simbol bagi semangat membara untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia.
Sekarang maskotnya, apa maskot sea games 2011? HAH? CICAK? Adalah komodo jawaban sebenarnya, sepasang komodo lebih tepatnya, dinamakan MODO dan MODI. Komodo dipilih menjadi maskot karena menjadi satu-satunya kadal raksasa di dunia yang hanya ada di Indonesia.


Lalu apa kisruhnya nih? Ehem, kalo mau gue objektif ya, setelah gue perhatikan dengan seksama, ternyata emang bener aja dong ini maskot kayak cicak! Entah mata gue yang seliwer, atau imajinasi gue yang kelewat cetek ga bisa bayangin cicak versi animasi? Entahlah. Yang pasti, ga cuma gue doang loh yang bilang ini cicak, malah ada yang bilang ini tokek! Kadal! Yang lebih parah, kuda nil kurus! Ga tau lagi deh kalo udah masayarakat yang bilang mah.

Intinya, apapun logonya, apapun bentuk dan teksturnya, kita harus tetep dukung dan doakan INDONESIA MENJADI JUARA UMUM SEA GAMES 2011 INI! AYO INDONESIA BISA!

15 Jan 2011

PSSI, LPI, dan Surat Palsu FIFA

Buat para penggila bola kayak gue ini (sok penggila bola ceritanya), mungkin keberadaan PSSI sejak ditangani Bapak Nurdin Halid yang kami hormati cintai dan sayangi, sudah cukup membuat kita muak, naik pitam, dan segala macam kata (maaf) jijik yang lain keluar dari mulut kita semua, yang berujung tidak respeknya lagi kita terhadap keberadaan organisasi pemerintah di bidang sepakbola tersebut. Akhirnya? Jangan salahkan kami jikalau ada banyak suara suara lantang menyeru bapak nurdin untuk turun! "turun lo din, turun!", "jangan biarkan koruptor menjadi pengelola sepakbola!", dan cercaan cercaan lainnya. Kenapa sih segitu buruknya nurdin di mata jutaan penggila sepakbola Indonesia termasuk gue?

Ada banyak poin sebenernya, dan gue yakin pasti pandangan orang beda beda dong. Mungkin gue akan sedikit ngasih pendapat gue yaitu : (jejengjejeng)

1. PSSI sejak ditangani Nurdin beserta kroninya sama sekali tidak membuahkan yang namanya PRESTASI bahkan di level ASEAN (mungkin beberapa masih inget timnas dikalahin Laos yang notabene tim ece-ece di ASEAN)

2. Udah tau nggak pernah berprestasi, eh tapi malah pejabat pejabat PSSI dibawah arahan pak Nurdin sama sekali ga nyadar dan ga ngerasa bersalah, justru malah nyalahin pelatih timnas kayak Peter White, dll dengan ujung-ujugnya pemecatan! yang terbaru, mereka nyalahin laser pas timnas dikalahin malasyia! introspeksi dikit aja ga bisa ya bapak-bapak?

3. Khusus buat bapak Nurdin, sikap ngeyel beliau mungkin sudah sangat membuat kita muak! Maaf-maaf nih, beliau kan mantan napi tuh, karena dugaan korupsi, apalagi menurut ICW saat ini PSSI dicurigai korupsi 70 M rupiah per tahun! Weleh-weleh, sekali korupsi tetep korupsi ya emang! Ngerasa banyak pendukungnya lagi padahal mah nihil! Semua yang dukung beliau dibayar!

4. Pembinaan yang sama sekali ga jalan! Udahlah yang ini males gue bahasnya! Pasti pada tau kan, tiap kali ada turnamen macam Danonne Cup U-13 Indonesia pasti juara mulu ngalahin tim-tim hebat macam Jerman, Italy, dll, tapi kenapa pas udah gede melempem semua coba?

5. Kompetisi ISL yang acak kadut, urakan, ga bener, penuh skandal, jadwal berantakan, hadiah ga beres, (kalo gue sebutin terus artikel ini bakal terdiri dari 7685849365 halaman) ya lo bisa nilai sendiri deh gimana-gimananya

Berawal dari poin no 5, mungkin udah rame juga ya beritanya, akhirnya ada segelintir orang yang ingin membuat liga "baru" yang jauh lebih mandiri, kreatif, profesional dibanding ISL buatan PSSI. Ya, Liga Premier Indonesia (LPI) akhirnya dibentuk. Entah karena suara-suara mereka tak pernah didengar, atau mungkin kesabaran mereka yang sudah mencapai puncak akan prestasi timnas, akhirnya LPI resmi bergulir 8 Januari 2011. Reaksi PSSI? Tentu sangat sangat sangat sangat sangat sangat (sampe bosan) MENOLAK! Baru 3 pertandingan di gelar, PSSI sudah menolak keras dan mengancam akan memberi sanksi terhadap semua pihak yang terkait termasuk pelatih dan pemain yang tidak akan diperkenankan membela timnas (awas aja kalo pemain pemain yang main di LPI padahal keren tapi sampe ga dipanggil kayak irfan bachdim dkk gue gibeng beng beng..), terbukti dari surat FIFA yang disampaikan PSSI terhadap pers. Eits tapi tunggu dulu, ternyata eh ternyata ada yang janggal mamen!



Ini surat yang katanya dari FIFA itu :

FACSIMILE
Football Association of Indonesia (PSSI)
Mr Nugraha BESOES
General Secretary
Jakarta

Fax +62215754766

Zurich, 11 January 2011

The case of Liga Premiere in Indonesia (LPI)

Dear General Secretary

We acknowledge receipt of you letter dated 10 January 2011 with regard to the case of the Liga Premiere (LP) in Indonesia and we thank you for it.

The role of the football Association of Indonesia (PSSI) is to organize and supervise football in all its form at national level, as well as to control association football in the territory of your country, as staved in the FIFA statutes as well as in the PSSI statutes (cf. also art 10 and 12 of the FIFA statutes. Furthermore, leagues to a Member of FIFA shall be subordinate to an recognized by that Member (cf. art 8 par. 1 of the FIFA statutes)

We understand from your letter that the PSSI has early reminded on several occasions all relevant parties about the situation under these circumstance and according to FIFA statutes PSSI should sanction all affiliated clubs, affiliated officials and with PSSI registered players including representative team players taking part in the LPI.

We remind you that PSSI must fully comply with FIFA statutes and violation to do so may lead to sanctions (art 13 of the FIFA statutes)

We kindly ask you to send us informed about any development in the regard as we will continue to follow closely the situation. Should the problem persist, we will have no choice but to refer the case to the FIFA Associations Committee scheduled on 1 March 2011 in order to decide on the measures to be taken.

We thank you for your cooperation.

SINCERELY YOURS,
FEDERATION INTERNATIONALE FOOTBALL ASSOCIATION

General Secretary
Jerome Valcke

CC: Alex Soosay, AFC General Secretary


Yak sudah lihat semua, banyak sekali kesalahan penulisan di dalem surat tersebut! Berikut kutipan dari Detiksport.com

Surat ancaman hukuman FIFA yang dikirimkan kepada PSSI, terkait kontroversi munculnya kompetisi Liga Primer Indonesia, dinilai aneh karena banyak kesalahan dari aspek tata bahasa Inggris.

Seperti diketahui, pada hari Kamis (13/1/2011) lalu PSSI menggelar konferensi pers bersama Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) untuk memberitahukan bahwa FIFA telah mengirim sebuah surat melalui faksimili ke sekretariat PSSI. Disebutkan bahwa badan sepakbola dunia itu akan mengambil tindakan terkait adanya sebuah kompetisi (LPI) yang tidak akui oleh federasi (PSSI).

Pada saat konpers jelang sore hari, Sekjen PSSI Nugraha Besoes tidak menunjukkan tanda tangan di surat tersebut. Baru belakangan ditemukan bahwa surat itu ditandatangani oleh Sekjen FIFA, Jerome Valcke. Paraf itu terdapat di halaman kedua surat.

Surat tersebut telah beredar di internet, dan redaksi detiksport menerima email dari beberapa pembaca yang mengkritisinya dari segi tata bahasa. Disebutkan bahwa ada banyak kesalahan grammar.

Surat itu juga menulis Liga Premier (LPI) in Indonesia, bukan Premier League in Indonesia atau Indonesian Premier League. Beberapa pemakaian kata "to be" juga dinilai tidak tepat.

Keanehan lain terdapat di halaman dua yang hanya memuat tanda tangan Sekjen FIFA Jerome Valcker, yang template-nya berbeda dengan halaman pertama. Di halaman pertama terdapat footer alamat markas FIFA, sedangkan halaman kedua tidak ada, cuma angka 2 untuk menunjukkan status halaman.

"Apakah FIFA tidak punya karyawan untuk memperbaiki kalimat sehingga sesuai dengan tata bahasa dalam surat yang mereka kirimkan?" demikian ditulis Ario Laksamana, mahasiswa Fachhochschule Frankfurt, Republik Federal Jerman, dalam email analiasisnya kepada detiksport.

Sebelumnya, juru bicara Abi Hasantoso juga mempertanyakan keabsahan surat tersebut. Menurutnya, adalah tidak biasa isi surat dan tanda tangan penulisnya tertera dalam halaman yang terpisah. Ia juga tidak merasa heran dengan cepatnya FIFA merespons surat PSSI (selang satu hari). "PSSI bukan sekelas federasi Jerman atau Brasil yang direspon cepat," ujarnya.


Bagaimana menurut anda? Silahkan nilai sendiri aja deh. mungkin ga ya orang FIFA salah ngetik bahasa lahir mereka? terus dimana-mana kalo bahasa inggris nulis tanggalnya kayak gini January 11th, 2011 lah ini nulisnya 11 January 2011, sekali lagi dikembalikan ke kalian semua.


2 Des 2010

Bantai Bantai Bantai Malingshit!

INI BERITA-BERITA DARI DETIKSPORT.COM


Indonesia Hajar Malaysia 5-1

Indonesia membuka Suzuki AFF Cup 2010 dengan meyakinkan. Menghadapi Malaysia, skuad arahan Alfred Riedl itu menang telak 5-1.

Riedl tak memasang Bambang Pamungkas sebagai starter, sebagai gantinya ia menduetkan Cristian Gonzales dengan Irfan Bachdim di lini depan. Pilihan ini terbukti jitu karena Cristian terbukti mampu memenangi duel bola dengan bek Malaysia, sementara pergerakan Irfan begitu liat.

Satu nama lagi yang pantas mendapatkan pujian adalah Oktavianus Maniani. Okto mampu melakukan tusukan dari sayap kiri dengan baik dan nyaris terus berlari sepanjang pertandingan.

Hasilnya lima gol pun bersarang di jala Malaysia. Cristian dan Irfan sama-sama menciptakan satu gol, sementara tiga lainnya disumbangkan M. Ridwan, Arief Suyono dan gol bunuh diri Mohamad Asrarudin.

Berkat kemenangan ini, Indonesia memimpin klasemen sementara Grup A dengan nilai 3. Posisi dua dan tiga ditempati oleh Thailand dan Laos yang sama-sama mengoleksi nilai satu.

Jalannya Pertandingan

Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, Rabu (1/12/2010) malam WIB, Indonesia langsung menekan sejak babak pertama dimulai. Namun Malaysia memberikan kejutan pada 'Tim Merah Putih'.

Sebuah umpan panjang dari lini belakang diterima oleh Mohamad Safee Bin Mohamad Ali di sisi kiri. Usai mengecoh Hamka Hamzah, ia melepaskan umpan kepada Norshahrul Idlan yang tak terkawal. Lewat satu sepakan kaki kanan, ia pun langsung melepaskan tendangan yang merobek jala Markus.

Namun, keunggulan Malaysia tak berlangsung lama. Pada menit 21, umpan Nasuha dari sisi kiri meluncur deras ke kotak penalti Malaysia. Ada Irfan Bachdim di sana, namun terkena kaki pemain Malaysia, Mohamad Asrarudin. Skor berubah 1-1.

Indonesia akhirnya berbalik unggul di menit 33 setelah bola di kaki pemain Malaysia direbut oleh Firman Utina. Firman pun langsung memberikan bola kepada Cristian, yang usai menggiring bola sejenak, melepaskan tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti. Skor berubah menjadi 2-1.

Malaysia mencetak gol di menit 40! Namun dianulir oleh wasit. Mohamad Safee yang menanduk bola tepat di depan gawang Markus sudah lebih dulu terperangkap offside.

Indonesia yang terus menekan kembali mendapatkan peluang emas di menit 42. Irfan yang tengah berada di dalam kawalan pemain Malaysia, melepaskan tendangan keras kaki kanan dari luar kotak penalti.

Hasilnya? Bola hasil sepakan Irfan masih melebar di sisi kanan gawang Malaysia.

Indonesia memperbesar keunggulan beberapa menit setelah babak kedua dimulai. Umpan satu-dua antara M. Ridwan dan Ahmad Bustomi diselesaikan dengan baik oleh Riidwan.
Sepakannya dari dalam kotak penalti tak bisa dihalau kiper Malaysia, Mohamad Sharbinee.

Unggul dua gol membuat Indonesia terus menekan pertahanan Malaysia. Pada menit 58, sebuah kerjasama apik antara Okto Maniani dan Firman Utina diselesaikan Cristian Gonzales dengan sebuah sepakan kaki kiri.

Sial bagi Cristian, tendangannya bisa ditepis oleh Sharbinee. Bola muntah sempat diincar Irfan Bachdim, tapi penyerang bernomor 17 itu sudah lebih dulu terperangkap offside.

Satu peluang lagi diciptakan Indonesia pada menit 61. Sial bagi Indonesia, tendangan M. Nasuha dari sisi kiri lapangan masih menyamping tipis di sisi kanan gawang Malaysia.

Irfan memiliki kans bagus di menit 63. Ia melepaskan tendangan voli dari luar kotak penalti, tapi Sharbinee berhasil membloknya.

Okto Maniani benar-benar tampil brilian di sayap kiri Indonesia. Pada menit 74, pergerakannya di sisi lapangan dilanjutkan dengan operan matang kepada Cristian Gonzales. Nama terakhir, usai mempertahankan bola dari bek-bek Malaysia, mengirim operan kepada Irfan Bachdim di sisi kanan.

Irfan pun langsung melepaskan tendangan keras kaki kanan. namun masih bisa dihalau oleh Sharbinee.

Dua menit berselang, gol keempat Indonesia pun lahir. Berawal dari umpan lambung dari sisi kiri pertahanan Indonesia, bola yang jatuh di kaki bek Malaysia gagal dikuasai dengan baik. Arief Suyono dengan cepat menyambar bola tersebut.

Setelah mengontrol sejenak, Arief pun melepaskan tendangan kaki kanan yang keras dan membuat Sharbinee kembali memungut bola dari jalanya.

Irfan akhirnya mencatatkan diri ke dalam daftar pencetak gol dalam pertandingan ini pada menit 90. Gol kelima Indonesia ini diawali umpan silang Okto dari sisi kiri, dan disambar dengan baik oleh Irfan yang berada di tiang jauh.

Menang 5-1, Riedl Terkejut

Indonesia mengawali kiprahnya di Piala AFF 2010 dengan kemenangan telak atas Malaysia. Unggul 5-1, pelatih Alfred Riedl mengaku terkejut dengan skor yang tidak dia prediksi sebelumnya.

Di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu (1/12/2010) malam WIB, Indonesia sempat dikejutkan saat tertinggal lebih dulu lewat gol Norshahrul Idlan saat laga masuk menit 18. Namun pasukan Merah Putih bereaksi cepat tiga menit berselang lewat bunuh diri Mohd Asraruddin Putra.

Namun setelahnya tuan rumah mampu tampil dominan. Setelah menyudahi babak pertama dalam posisi unggul lewat Cristian Gonzales, di paruh kedua gol-gol Muhammad Ridwan, Arif Suyono dan Irfan Bachdim memastikan kemenangan 5-1 Indonesia.

"Kami senang bisa menang tapi kami mencetak gol lebih banyak dari perkiraan. Kami pikir 3-1 sudah cukup fair tapi pemain Indonesia punya kemauan lebih tinggi dari pemain Malaysia," sahut Riedl dalam konferensi pers usai laga.

Meski justru kebobolan lebih dulu, pelatih asal Austria itu menilai kalau performa terbaik Indonesia justru berada di 15 hingga 20 menit pertama. Kalau gawang Indonesia kemudian bisa dibobol, itu karena kesalahan yang dibuat pemainnya.

"Permainan terbaik kami ada di 15 sampai 20 menit pertama. Saat itu satu kesalahan saja dan kami tertinggal. Tapi pemain moralnya bagus dan kami berhasil mempimpin 2-1 di half time. Di babak kedua kami bermain lebih baik lagi," tuntas dia.

Gonzales: Alhamdulillah Saya Bisa Cetak Gol

Cristian Gonzales langsung menggebrak dalam laga pertama kompetitifnya membela Indonesia. Ia menyumbang satu gol, yang dipersembahkannya untuk keluarga dan juga fans 'Merah Putih'.

Setelah lama malang melintang di persebakbolaan Indonesia --sekitar tujuh tahun-- Gonzales yang kelahiran Uruguay mendapat kewarganegaraan Indonesia pada awal bulan November lalu. Inilah yang lantas mengantarnya skuad 'Merah Putih'.

Di usia yang sudah menginjak angka 34, Gonzales masih mampu tampil prima sebagaimana yang ia tunjukkan dalam laga ujicoba kontra Timor Leste dan Taiwan.

Ketajaman serupa pun kemudian ia tunjukkan dalam laga kompetitif dengan berseragam timnas, saat Indonesia menghadapi Malaysia di Stadion Gelora Bung Karno, Rabu (1/12/2010) malam WIB.

Dalam pertandingan pertama Indonesia di Grup A Piala AFF tersebut, Gonzales menyumbang satu gol dalam kemenangan telak 5-1 atas Malaysia.

"Alhamdulillah saya bisa cetak gol. Ini buah kerjasama tim yang bagus," ujar Gonzales ceria, saat diwawancarai usai pertandingan.

Tampil berduet dengan Irfan Bachdim di lini depan timnas Indonesia, Gonzales yang menjadi Muslim sedari tahun 2003 lalu itu beberapa kali sukses menebar ancaman ke gawang lawan. Walau tampil menawan, striker Persib Bandung itu enggan dapat pujian sendirian.

"Saya berterimakasih kepada para pemain yang sudah mensupport saya seperti pemain lokal," tukas Gonzales yang saat itu mengenakan baju polo training timnas dengan paduan kombinasi warna hijau dan putih.

"Gol ini untuk suporter dan keluarga," lugasnya.

Nugraha Besoes Kaget Timnas Menang Besar

Kemenangan telak timnas Indonesia atas Malaysia 5-1 jadi kejutan besar untuk Sekjen PSSI Nugraha Besoes. Puas dengan hasil awal di Piala AFF itu, ia minta 'Merah Putih' tetap menjejak bumi.

Dalam laga perdana Grup A yang dihelat di Stadion Gelora Bung Karno, Rabu (2/12/2010) malam WIB, Indonesia tampil perkasa nyaris sepanjang laga. Sempat tertinggal lebih dulu, Indonesia berbalik menang lewat gelontoran gol bunuh diri Mohamad Asrarudin, yang disusul gol Cristian Gonzales, M Ridwan, Arif Suyono dan Irfan Bachdim.

Hasil itu jelas mantap mengingat persiapan tim asuhan Alfred Riedl itu sangat singkat menjelang keikutsertaannya di Piala AFF. Total hanya enam ujicoba yang dilakoni dan cuma Uruguay yang dibilang kualitasnya di atas Indonesia.

"Terkejut juga saya melihat hasil 5-1 tadi. Saya memang awalnya yakin Indonesia bakal menang, namun tidak sampai segini skornya," ujar Nugraha Besoes saat ditemui usai pertandingan.

"Ini hasil yang bagus bagi kita, saya memuji anak-anak yang semangatnya tak kendor. Yang saya lihat semangatnya sangat bagus. Kalau kita kalah tadi maka habislah kita. Karena publik sudah lama menantikan kemenangan seperti ini," sambungnya.

Di laga kedua Indonesia akan menghadapi Laos, Sabtu (2/12/2010). Penampilan ngotot Laos saat menahan imbang 2-2 favorit juara Thailand di laga perdananya membuat Nugraha mewanti-wanti agar Indonesia lebih waspada dan tidak dibuai kemenangan telak atas Malaysia.

"Namun anak-anak tak boleh lupa diri dan tetap harus konsentrasi untuk menghadapi Laos di laga berikutnya. Saya lihat penampilan Laos tadi melawan Thailand bagus, maka kita harus waspada pada mereka untuk bisa meraih kemenangan lagi," tutup pria yang akrab disapa Kang Nug itu.

Jangankan Kang Nug, Alfred Riedl selaku pelatih sebelumnya juga mengaku terkejut dengan kemenangan telak timnya atas Malaysia.

15 Okt 2010

PSSI dan Nurdin yang Tak Tahu Adat!

Tiba-tiba saja Juragan Nurdin Halid mulai berkoar-koar tentang Alfred Riedl. Seperti dikutip banyak media kemarin, Juragan Nurdin mengeluhkan empat bulan kepemimpinan Alfred Riedl yang dianggapnya sama sekali tidak memberikan kemajuan dan perkembangan yang berarti bagi tim nasional senior.


Keluhan Nurdin pada kinerja Alfred Riedl memang layak ditertawakan. Orang yang berpikiran sehat tak akan menilai seorang pelatih hanya berdasar dua laga ujicoba (Uruguay dan Maladewa). Mau menyalahkan kekalahan telak atas Uruguay? Mestinya kekalahan telak itu sudah bisa diprediksi. Yang lebih patut disalahkan adalah yang memilih Uruguay sebagai lawan ujicoba.

Mau menyalahkan Riedl yang gagal memberikan penampilan terbaik saat lawan Maladewa? Lebih baik pikirkan dulu keluhan Riedl terhadap Stadion Siliwangi yang jadi tempat ujicoba. Badan Liga Indonesia (BLI) sendiri sudah kasih lampu kuning pada Persib Bandung atas kelayakan Stadion Siliwangi untuk gelaran LSI. Ealah… PSSI dan Badan Tim Nasional (BTN) malah memilih Stadion Siliwangi sebagai tempat uji coba tim nasional. Jangan salahkan Stadion Siliwangi kalau Riedl mengeluh soal kondisi lapangan, tapi salahkan PSSI dan BTN yang serampangan milih tempat ujicoba tim nasional.

Kalah telak lawan Uruguay dan menang 3-0 atas Maladewa tidak bisa dijadikan ukuran bagi Riedl. Lebih baik Juragan Nurdin berpikir kenapa PSSI tidak bisa memberi lawan tanding yang memadai dalam pemusatan latihan tim nasional selama Ramadhan kemarin dan "hanya" bisa memberi Pro Titan dan Persita sebagai lawan tanding tim nasional, sementara pada saat yang sama Malaysia berujicoba melawan Oman (tim yang pada Januari lalu mengalahkan tim nasional Indonesia dalam kualifikasi Piala Asia 2012).

Itu sebabnya koar-koar Juragan Nurdin perihal kinerja Riedl ini terasa dibuat-buat. Dari mana asalnya koar-koar Juragan Nurdin ini?

Beberapa hari sebelumnya, saat Indonesia akan menghadapi Maladewa, Alfred Riedl juga sudah kena semprot juragan PSSI lainnya, Andi Darussalam Tabusala. Riedl dikabarkan mengusir dokter pribadi Tabusala karena berada di ruangan saat ia sedang memberikan briefing pada para pemain tim nasional jelang laga melawan Maladewa. Tabusala dikabarkan sewot dan ngambek sehingga memilih duduk di tribun Stadion Siliwangi daripada duduk di bench mendampingi tim dalam kapasitasnya sebagai manajer tim nasional.

Dengan nada membawa soal adat istiadat orang Indonesia, Tabusala berkata kepada pers: “Dia yang mau datang ke sini karena cari makan…. Riedl harus tahu adat.”

Terus terang saja, sukar untuk tidak mengaitkan insiden "tidak tahu adat" itu dengan koar-koar Juragan Nurdin perihal kinerja Riedl. Dan bagi saya, terus terang saja, koar-koar Juragan Nurdin atau Tabusala mengenai Riedl bukan hanya salah tempat, tapi juga buah dari suatu sesat pikir.

Kepada Juragan Nurdin yang mengeluhkan empat bulan kepemimpinan Riedl di tim nasional yang dianggapnya tidak memberikan perkembangan, mari kita ramai-ramai berteriak ke kuping Juragan Nurdin (terserah mau kuping yang kiri atau kanan): "Emangnye kemajuan ape yang udah elu bikin buat tim nasional selama bertahun-tahun jadi Juragan PSSI?"

Kepada Tabusala yang menuduh Riedl tidak tahu adat, saya ingin katakan: Sudah lama sekali PSSI dan dunia sepak bola Indonesia itu tidak punya adat istiadat. Jika memang PSSI punya adat istiadat, maka adat istiadat itu tak ada hubungannya dengan adat istiadat bangsa Indonesia.

Adat istiadat PSSI adalah tak punya rasa malu. Sudah jelas-jelas gagal memberikan prestasi tapi masih saja keukeuh menjadi Ketua Umum PSSI. Sudah jelas-jelas koruptor (catat: Nurdin sudah divonis pengadilan), tapi masih saja ngotot jadi pemimpin sebuah organisasi. Atau, jangan-jangan, Juragan Nurdin dan Tabusala ingin bilang bahwa tidak tahu malu itu sebagai adat istiadat bangsa Indonesia?

Adat istiadat PSSI adalah plin-plan dan mencla-mencle. Dipilihlah Peter White sebagai pelatih tim nasional karena berhasil membawa tim nasional Thailand menjuarai Piala Tiger. Tapi belum apa-apa PSSI pula yang memecatnya. Dipilihlah Alfred Riedl karena sanggup membawa Vietnam lolos ke babak kedua Piala Asia 2008 lalu, tapi belum apa-apa sudah koar-koar tentang kinerjanya. Sudah biasa juga sebuah tim atau pemain di-skors dan dikenai hukuman berat tapi justru Juragan Nurdin sendiri yang menganulirnya. Apa Juragan Nurdin dan Tabusala ingin bilang sikap mencla-mencle dan plin-plan itu sebagai adat istiadat bangsa Indonesia?

Adat istiadat PSSI adalah tidak bertanggungjawab. Hadiah 500 juta bagi Persibo Bojonegoro sampai sekarang masih dikemplang. Hadiah juara Arema pun butuh waktu berbulan-bulan untuk pencairannya. Belum lagi kasus-kasus hutang yang sempat mencuat kepada pihak hotel dan jasa transportasi. Apa Juragan Nurdin dan Tabusala ingin bilang sikap tidak bertanggungjawab dan demen ngemplang duit orang sebagai adat istiadat Bangsa Indonesia?

PSSI dan sepak bola Indonesia adalah dunia yang tak kenal adat istiadat. Bagaimana bisa Tabusala bilang tentang adat istiadat orang Indonesia saat kondisi sepak bola Indonesia sendiri penuh dengan kekerasan, tawuran antar suporter, perkelahian antar pemain, tekling-tekling horor mirip adegan film kung-fu, dll? Ataukah Juragan Nurdin dan Tabusala ingin bilang adat istiadat orang Indonesia memang demen dengan kekerasan?

Tidak usah membawa-bawa adat-istiadat. Jika memang mau peduli dan respek dengan adat istiadat ketimuran, PSSI dan Juragan Nurdin sendiri yang seharusnya instropeksi. Tapi mana pernah, sih, PSSI dan Juragan Nurdin instropeksi? Diomelin dan disuruh mundur seisi stadion (di hadapan Presiden SBY dan jutaan penonton) pun dia tetap tak peduli.

Buat saya, bukan Alfred Riedl yang tidak tahu adat, tapi PSSI dan Nurdin Halid sendiri yang tidak tahu adat istiadat.

OLEH : Zen Rachmat Sugito
SUMBER : detiksport.com


17 Feb 2010

Optimis dengan Persepakbolaan Indonesia

Apa yang ada di benak kita jika kita mendengar potret dunia persepakbolaan kita? Apa yang ada di pikiran kita jika kita mencoba untuk mendeskripsikan dunia persepakbolaan kita? Dapatkah kita menggambarkan sedikit prestasi-prestasi dunia persepakbolaan kita? Sudah sesuai harapankah kondisi persepakbolaan bangsa kita saat ini? Pertanyaan demi pertanyaan bernada pesismis dan negatif pasti akan terus terlontar jika kita mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar dunia persepakbolaan kita. Seburuk itukah dunia persepakbolaan kita? Sudah matikah masa depan persepakbolaan kita? Banyak sekali keburukan-keburukan dan kebobrokan dunia persepakbolaan kita. Jika dibandingkan prestasi yang telah kita peroleh, nyaris sama sekali tidak terlihat karena sudah penuh tertutup oleh kekurangan-kekuranan yang terjadi pada dunia sepakbola kita tercinta ini.

Kebobrokan pertama dari dunia persepakbolaan kita adalah kerusuhan suporter yang nyaris tak ada hentinya. Tawuran antar suporter, pengrusakan sarana-sarana umum, tindakan-tindakan tidak masuk akal, dan berbagai macam hal-hal lain yang tanpa dasar yang terus dilakukan oleh para suporter negeri ini. Tentu masih jelas di benak kita kejadian beberapa waktu yang lalu saat BONEK (suporter Persebaya Surabaya) terlibat ricuh dengan warga Solo saat berjumpa di stasiun. Setidaknya 3 orang kehilangan nyawa dan puluhan orang luka-luka pada kejadian tersebut. Belum lagi tawuran antar suporter yang semakin hari semakin marak terjadi. Tidak tahu mengapa, tindakan-tindakan yang tidak mencerminkan fair play dan kebersamaan terus dilakukan oleh suporter-suporter kita. Mungkin karena budaya kita memang seperti itu, yang mengangap semua permasalahan bisa diselesaikan dengan kekerasan, atau mungkin juga memang mental kita yang selalu ingin terlihat menonjol, atau bisa juga disebabkan dengan fanatisme yang terlalu tinggi.

Entah sampai kapan budaya ini terus berlanjut. Mungkin selamanya, mungkin juga tidak. Hanya dengan hal sepele saja sudah bisa membuat kerusuhan besar. Saling ejek-mengejek, cela-mencela, dan hal-hal sepele lain sudah bisa membuat keributan besar antar suporter, bahkan nyawa pun tidak lagi menjadi harga mahal jika sudah seperti ini. Tindakan di dalam lapangan pun tidak kalah brutal dengan tindakan-tindakan di luar lapangan. Melempar petasan ke tengah pertandingan, menimpuki batu atau botol kepada pemain yang sedang bertanding, mengejek bahkan menghajar wasit jika dirasa merugikan tim kesayangan mereka, bila hasil yang dibuat tidak menguntungkan tim mereka, lalu penghancuran sarana-sarana stadion jika tim kesayangannya kalah di kandang, apa lagi? Nyaris sama sekali tidak pernah terlihat hal-hal positif yang dilakukan oleh suporter kita. Belum lagi tindakan salah seorang suporter kita yang masuk ke dalam lapangan ketika berlangsung pertandingan kualifikasi Piala Asia beberapa waktu lalu. Mungkin ini adalah cerminan dari para suporter kita yang sudah lelah melihat nasib dunia persepakbolaan kita yang tak kunjng maju.



Kebobrokan kedua adalah sistem manajemen kita yang sangat buruk. Lihat saja kualitas ketua PSSI kita yang merupakan narapidana kasus korupsi. Pantaskah seorang pemimpin merupakan narapidana yang melakukan tindak kriminal? Apa kata bangsa-bangsa lain mengenai dunia persepakbolaan kita? Selain itu, susunan manajemen yang tidak pernah ada regenerasi di dalamnya alias pengisinya adalah orang-orang tua yang sudah berpuluh-puluh tahun menjabat pada posisi yang sama. Orang-orang tua kolot yang sudah terbukti tidak dapat membuat peningkatan pada dunia persepakbolaan kita seperti Nugraha Besoes, Andi Djarot, dll sudah selayaknya diganti. Sudah jelas-jelas mereka tidak membawa kemajuan bagi dunia persepakbolaan kita, kenapa masih saja tidak mau diganti dan diadakan regenerasi? Dengan alasan harus diisi oleh orang-orang yang berpengalaman mereka berkilah. Pengalaman apa? Pengalaman menghancurkan dunia persepakbolaan kita? Kita lihat negara-negara tetanga kita seperti Malasyia dan Vietnam yang dulu ketika berhadapan dengan Indonesia, skor yang terpampang pasti di atas 3-0 untuk keunggulan Indonesia. Namun kenyataannya sekarang? Kita yang dibantai oleh negara-negara tersebut. Saya jamin, selama orang-orang lama itu terus menjabat dan selama ketua PSSInya seorang napi, maka dunia persepakbolaan kita mustahil akan maju.

Kebobrokan yang selanjutnya adalah nasib para pemain yang sangat minim perhatian. Kita lihat saja bagaimana upah para pemain kita yang tidak berlabel bintang. Inilah salah satu kejadian yang tidak mengenakan bagi para pemain kita. Pemain yang semakin terkenal, populer, dan berlabel bintang semakin mendapatkan upah yang sangat besar, namun bagi pemain-pemain yang biasa-biasa saja, gajinya nyaris sama sekali tidak diperhatikan dan jumlahnya sangat minim. Belum lagi nasib para pemain yang sudah uzur dan yang sudah pensiun. Hidup tekatung-katung dan tak tahu bagaimana harus mencari secercah nafkah untuk hidup sudah menjadi kehidupan rutin bagi para pensiunan sepakbola yang tidak memiliki prestasi lebih. Dengan kenyataan tersebut, maka sudah tidak asing jika banyak orang tua-orang tua banyak yang melarang anaknya untuk terjun di dunia pesekbolaan, dan melarang anaknya untuk menjadi atlet sepakbola karena hidupnya yang sangat tidak terjamin. Imbasnya, bakat-bakat muda kita lenyap begitu saja tanpa adanya pembenahan dari pemerintah dan institusi-institusi terkait.

Kebobrokan selanjutnya adalah regenerasi yang mandek. Jika ditanya soal bakat, pemain Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki pemain-pemain muda bertalenta tinggi, alias kaya akan bakat sepakbola. Tetapi mengapa timnas senior kita selalu gagal dan seret prestasi? Coba kita tengok pentas dunia dibawah usia 17 tahun. Indonesia adalah juara Danone Cup U-13 dua tahun berturut-turut. Lalu kompetisi-kompetisi muda lain, dapat dipastikan bintang masa depan kita mampu unjuk gigi. Tapi yang menjadi satu pertanyaan besar, mengapa hal tersebut tidak dapatditularkan ke timnas senior? Pemain-pemai yang menjadi tulang punggung kita di kompetisi muda, nyaris tidak terlihat akibat regenerasi yang sangat buruk. Kita lihat saja bagaimana pemain seberbakat Alan Martha hanya menjadi penonton saat timnas kita bertanding di kancah internasional. Jujur saya sangat bingung, mengapa regenerasi dalam tubuh timnas tidak dapat berjalan? Tim U-23 yang sudah jauh-jauh disekolahkan di Uruguay, ternyata tidak di follow up dan hanya menjadi hal yang sia-sia dan membuang-buang duit saja. Sekali lagi, bobroknya bangsa kita bukan disebabkan oleh tidak adanya baka sepakbola dari negeri kita, tapi karena ulah pemerintah yang mematikan bakat itu sendiri dan tidak memfasilitasi setiap bakat-bakat yang ada, dan tentunya karena regenerasi yang sangat buruk.

Pertanyaannya sekarang, akankah nasib dunia persepakbolaan kita akan terus seperti ini? Mungkinkah perubahan itu hanya sebatas mimpi belaka? Mungkinkah dunia persepakbolaan kita tidak akan menyicipi nikmatnya kompetisi piala dunia? Tunggu dulu rekan-rekan, ternyata dibalik segala kebobrokan itu terdapat secercah harapan besar yang bisa membuat kita optimis. Apalagi kalau bukan kualitas para pemain muda kita yang ternyata sudah tersebar di seluruh penjuru dunia! Wow! Seperti yang sudah saya katakan di awal, bakat anak-anak negeri di bidang persepakbolaan nyaris tiada henti-hentinya, bahkan hingga saat ini bakat-bakat tersebut telah terasah di level dunia. Diantara bakat-bakat tersebut, ada beberpa nama seperti Hanif sjahbandi, Irfan Bachdim, Tri Windu Anggono, dan Radja Nainggolan. Mungkin ini adalah satu-saunya hal yang mampu membuat kita tetap optimis akan nasib dunia persepakbolaan kita ke depan.

Hanif Sjahbandi, lahir 7 April 1997, merupakan pemain timnas U-13 Indonesia yang telah bergabung bersama akademi sepakbola Manchester United (MU)! Saya sama sekali tidak menyangka bahwa ada pemain Indonesia yang merupakan pemain MU! Subhanallah. Dan yang lebih hebat lagi, Hanif merupakan salah satu siswa terbaik di akademi tersebut yang terdiri dari siswa-siswa yang berasal dari seluruh dunia. Di sana Hanif juga ikut berkompetisi dalam arena World Skills Final dan berhasil menjadi pemain terbaik dari kompetisi tersebut! Sungguh, anak inilah yang membuat tawa saya terbuka lebar dan memberikan harapan baru bagi dunia persepabolaan kita.



Kedua adalah Irfan Bachdim. Irfan Bachdim lahir di Amsterdam, Belanda pada tanggal 11 Agustus 1988. Sejak kecil, Irfan sudah terbiasa dengan atmosfer persepakbolaan Belanda dan menjadikan skillnya jauh di atas rata-rata pemain Indonesia kebanyakan. Dan sejarah klub yang pernah dibelanya pun tidak main-main, yaitu Ajax Amsterdam, SV Argon, FC Utrecht, dan HFC Haarlem! Ini membuat tawa saya semakin terbuka lebar, dan saya semakin optimis akan dunia persepakbolaan kita. Kini Irfan bermain di salah satu klub ibu kota yaitu Persija. Semoga saja skillnya akan terus terjaga dengan dia bermain di kompetisi lokal.

Selanjutnya adalah Tri Windu Anggono yang terpilih menjadi pemain terbaik pada Quinta Division 2009 lalu. Penghargaan diberikan oleh Asosiasi Sepakbola Uruguay (AUF). Demikian disampaikan oleh manajer Tim Sportiva Anonima Deportivo (SAD), Demmis Djamaoedin lewat emailnya kepada wartawan, Rabu, 3 Febuari 2010. "Sayang, Tri Windu tidak dapat hadir dalam acara pemberian penghargaan," kata Demis. Sementara itu, rombongan timnas U-19 sedang dalam perjalanan menuju Uruguay. Sebanyak 26 pemain rencananya akan mengasah skill di negara Amerika Latin itu hingga Desember 2010 mendatang. Tri Windu masih masuk dalam rombongan. Tri Windu merupakan pemain asal Jawa Timur. Dia lahir 28 Agustus 1992 dengan tinggi badan 169 cm dan berat 73 kg. Kabar tak terduga ini tak pelak membuat Tri Windu sangat gembira. Keceriaan juga dirasakan para pemain lainnya sehingga rasa capek terbang lebih dari sepuluh jam yang telah dijalani, mendadak hilang. Ucapan selamat pun diberikan kepada kipper yang tampil gemilang saat Indonesia menahan imbang Australia di AFC U-19 Championship 2010, tahun lalu. Sayangnya, Windu, yang akrab disapa Omen ini tak bisa menghadiri acara penyerahan penghargaan prestisius tersebut. Dan ini menjadikan lini belakang masa depan kita semakin cerah.

Terakhir adalah Radja Nainggolan. Pemain berdarah Indonesia ini saat ini bermain di Cagliari dengan status pinjaman dari Piancenza. Radja memang sempat menjadi buah bibir di Liga Italia saat dikabarkan akan diboyong oleh AS Roma. Namun Cagliari rupanya yang mendapatkan gelandang berusia 21 tahun ini dalam bagian pertukaran dengan Mikhail Sivakov. Cagliari telah resmi meminjamnya hingga akhir musim namun punya opsi untuk mempermanenkan kontraknya. Radja pun mengaku senang dengan kesepakatan ini dan berharap bisa bermain baik di klub Seri A ini. "Saya datang ke Cagliari dengan rasa antusias. Target saya ada bertumbuh dan berkembang di Seri A," ungkap Radja Nainggolan yang lahir di Antwerp, Belgia seperti dilansir Goal. "Saya dapat bermain di segala posisi di lapangan tengah. Saya merasa lebih baik di sisi kiri, tapi saya berharap bisa mendapatkan tempat di dalam tim ini," harapnya . Ayahnya, Marianus, adalah pria berdarah Batak yang menjadi pengusaha di Bali dan ibunya, Lizi Bogaerd berkewanegaraan Belgia. Meski berdarah Indonesia, Radja saat ini tercatat sebagai anggota timnas Belgia U-21. Radja ditarik dari klub Belgia, Germinal Beeschot ke Piacenza, Italia pada 2005. Di klub Serie B ini, karir Radja mulai bersinar. Ia pun sempat menjadi incaran Fiorentina dan AS Roma sebelum akhirnya bergabung dengan Cagliari.

Hmm, coba kita berpikir sejenak, dan kita bayangkan sejenak bagaimana nasib persepakbolaan kita di masa yang akan datang? Tentu akan ada senyum bukan di raut wajah kita. Semoga impian kita semua ini akan terwujud dan benar-benar menjadi kenyataan, amin. Bangkit Indonesia, aku akan terus BANGGA INDONESIA sampai kapanpun! ^_^

Satu-satunya Klub Eropa yang Belum Kalah

Musim 2009-2010 sebentar lagi akan berakhir. Separuh musim lebih telah berjalan, dan beberapa kompetisi di Eropa sebentar lagi akan berakhir. Di sisa musim yang sebentar lagi akan berakhir ini, ada kejadian unik yang terjadi di dunia pesepakbolaan eropa, tepatnya di salah satu kompetisi di benua biru ini, yaitu Liga Jerman atau biasa dikenal dengan Bundesliga. Pemuncak klasemen sementara, yaitu Bayer Leverkusen, merupakan satu-satunya tim di Eropa yang belum terkalahkan hingga saat ini di musim 2009-2010!

Sebenarnya peristiwa seperti ini sudah banyak terjadi sebelumnya. Tentu kita masih sama-sama ingat bagaimana Arsenal memecahkan rekor dunia dengan tidak terkalahkan dalam satu musim pada musim 2004-2005. Lalu ada juga Barcelona yang hanya kalah pada pertandingan pertama di musim 2008 dan menjadi satu-satunya kekalahan mereka di sepanjang musim itu, dan masih banyak lagi tim-tim yang sudah berhasil memecahkan rekor tak terkalahkan ini. Lalu apa yang membuat Bayer Leverkusen sangat istimewa?

Jika dibandingkan dengan Arsenal, Barcelona, atau Chelsea, nama Bayer Leverkusen tentu sangat asing di telinga kita, dan jelas kalah pamor dengan klub-klub Eropa lain. Prestasinya dalam 10 tahun terakhir pun bisa dibilang buruk. Tidak pernah menjuarai Bubndesliga dan DFB Pokal (Piala Jerman), dan "hanya" menjadi finalis Liga Champions di tahun 2002. Saat itu Leverkusen masih diperkuat oleh Michael Ballack. Setelah tahun itu, nyaris sama sekali tidak ada prestasi yang menghampiri klub ini. Jangankan untuk berprestasi, untuk mengejar posisi lima besar di klasemen bundesliga saja sangat sulit. Hingga akhirnya musim 2009-2010 ini bergulir.



Di awal sama sekali tidak ada yang menyangka dan memprediksi bahwa Leverkusen akan menjadi salah satu calon terkuat perebut mahkota juara Bundesliga musim ini. Tim yang paling dijagokan seperti Bayern Munchen pun yang diperkuat oleh Ribery, Robben, dll tidak berkutik menghadapi kenyataan bahwa posisi Leverkusen di puncak klasemen pada musim ini nyaris tak pernah tergeser dan terganti. Dari pekan pertama hingga saat ini, posisi Leverkusen yang diluar peringkat satu bisa dihitung dengan jari. Lalu apa yang membuat Leverkusen dapat berubah menjadi tim yang disegani musim ini?

Jika dibandingkan dengan tim-tim elit Bundesliga lain macam Munchen, Hamburg, Bremen, Schalke, ataupun Wolfsburg, materi pemain Leverkusen sebenarnya biasa-biasa saja, dimana nyaris tidak ada pemain bintang besar disana. Di posisi penjaga gawang, Leverkusen diperkuat oleh kiper belia yang sudah menjadi kiper utama timnas Jerman yaitu Rene Adler. Di posisi bek, Leverkusen diperkuat oleh bek-bek senior yang sudah kaya aan pengalaman macam Manuel Friedrich dan Sami Hyypia. Di tengah, pemain-pemain seperti Simon Rolfes, Barnetta, Arturo Vidal, Toni Kroos, dan Renato Augusto bahu-membahu membangun serangan dan menjaga pertahanan yang kokoh di saat bersamaan. Lalu yang menjadi ujung tombak, striker haus gol langganan timnas Jerman seperti Stephen Kiessling dan Patrick Helmes menghuni barisan depan Leverkusen bersama Eren Derdiyok yang siap menjaringkan gol satu demi satu.

Jika kita teliti bersama, nyaris tidak ada pemain berharga "wah" ataupun berlabel bintang besar di dalam tim ini. Lalu apa kunci kesuksesan mereka? Ya, kerjasama dan kesolidan tim lah jawabannya. Leverkusen dikenal dengan permainan atraktifnya pada musim ini. Umpan dari kaki ke kaki, kerjasama tim yang apik menjadi kunci utama dari kekuatan Leverkusen, dan menjadi senjata rahasia tim tersebut.

Entah sampai kapan rekor tak terkalahkan Leverkusen musim ini akan berlanjut. Mungkinkah mereka akan mampu mempertahankannya hinnga akhir musim dan menjadikan mereka sebagai salah satu tim yang tak terkalahkan dalam satu musim? Dengan materi yang komplit dan kerjasama tim yang sangat baik, ditambah ide-ide brilian sang pelatih Joseph Heynckes dalam mencanangkan strategi, tampaknya bukan merupakan hal yang mustahil. Kita lihat saja.

8 Feb 2010

Chelsea Kembali ke Puncak

Chelsea tidak membiarkan Manchester United berlama-lama di puncak klasemen sementara. Menghadapi salah satu rival utamanya Arsenal, tim asuhan Carlo Ancelotti memetik kemenangan 2-0. Didier Drogba menjadi inspirator kemenangan The Blues di Stamford Bridge, Minggu (7/2/2010) malam WIB, lewat gol-golnya di menit ketujuh dan 24. Itu berarti ia sudah mengemas 17 gol di liga, hanya kalah empat dari top skorer sementara, Wayne Rooney.

Bagi Chelsea kemenangan ini sangat berarti karena sekaligus mengurangi kesempatan Arsenal dalam persaingan mereka di papan atas. Dengan tambahan tiga angka ini Chelsea telah mengantongi 58 poin dari 25 laga. MU, yang sehari sebelumnya menang telak 5-0 atas Portsmouth, terpaksa turun lagi ke urutan kedua. Sang juara bertahan masih kalah dua poin dari Chelsea.

Adapun Arsenal, alih-alih mendekati dua tim tersebut, mereka malah ketinggalan jauh lagi karena tak pernah menang dalam tiga laga terakhir. Sebelumnya Cesc Fabregas dkk ditahan Aston Villa 0-0 di Villa Park dan ditekuk MU 1-3 di Emirates Stadium. Kekalahan malam ini membuat jarak pasukan Arsene Wenger dengan Chelsea menjadi sembilan. Dengan nilai 49, The Gunners malah didekati Liverpool di posisi keempat dengan 44 angka.

Drogba Buat Arsenal Tak Berdaya

Didier Drogba menjadi bintang kemenangan Chelsea atas Chelsea dalam lanjutan pertandingan Liga Inggris di Stamford Bridge, Minggu (7/2/2010). Dua golnya membuat The Gunners tak berdaya. Dalam aksi keduanya setelah kembali dari tugas membela negaranya di Piala Afrika, Drogba tampil memukau sebagai ujung tombak serangan Chelsea. Pada pertandingan berkesudahan 2-0 itu, ia adalah pemborong gol-gol tersebut.

Berduet dengan Nicolas Anelka di lini depan, striker Pantai Gading itu membuka skor saat kickoff baru berusia tujuh menit. Chelsea memperoleh peluang dari tendangan bebas yang dilakukan Florent Malouda. Sepakan winger Prancis itu terlebih dulu disundul John Terry, yang mengarahkan bola mendekati tiang jauh Arsenal. Drogba telah terlepas dari kawalan pemain Arsenal dan dengan mudah mendorong bola ke dalam jala Manuel Almunia.


Arsenal sebenarnya mampu membuat bola lebih sering bergulir di wilayah permainan Chelsea. Akan tetapi serangan-serangan mereka tidakmenggigit. Hanya satu peluang emas diperoleh melalui tendangan voli kaki kanan Andrey Arshavin di menit 16, namun kiper Petr Cech memblok dengan kakinya. Di menit 24 Chelsea menghasilkan gol keduanya. Dari serangan balik cepat yang dilakukan Frank Lampard, Anelka dan Drogba memecah perhatian tiga sampai empat pemain Arsenal. Anelka bergerak ke tengah, dan tiga bek lawan tergiring mengikutinya.

Dengan posisi Drogba lebih leluasa, Lampard menyodorkan bola kepada pemain bernomor punggung 11 itu, yang bergerak di sayap kanan. Memasuki kotak penalti, Drogba menggocek Gael Clichy dan Thomas Vermaelen, sebelum melepaskan tendangan kaki kiri yang tak bisa dihentikan Almunia. 2-0 Chelsea memimpin.

Khusus bagi Drogba, ia telah mengumpulkan 17 gol di liga di musim ini, hanya terpaut empat dari top skorer sementara dari Manchester United, Wayne Rooney. Lima hari sebelumnya ia juga menyelamatkan timnya dari kekalahan dengan mencetak gol balasan ke gawang Hull City, dalam pertandingan berkesudahan 1-1. Kala itu Drogba baru tampil lagi setelah absen selama satu bulan untuk membela Pantai Gading di Piala Afrika.

Arsenal tidak melakukan pergantian pemain setelah turun minum. Namun permainan mereka relatif tak banyak berubah seperti di babak pertama. Chelsea sudah percaya diri dan mereka tetap menunjukkan permainan yang efektif. Di menit 68 tim tamu mengais sebuah peluang melalui tendangan bebas Fabregas dari depan kotak penalti lawan. Saat bola menuju gawang, biarpun William Gallas ikut mengganggu dengan pergerakannya, Petr Cech berhasil mementahkan bola.

Lima menit berselang Arsene Wenger mencoba memperbarui permainan dengan memasukkan Tomas Rosicky dan Emmanuel Eboue untuk menggantikan Abou Diaby dan Bacary Sagna. Hasilnya, walaupun sempat memberi tekanan cukup intens, namun gol tak kunjung mereka peroleh. Chelsea mendapat dua kesempatan lagi di menit-menit terakhir. Pertama di menit 82 ketika free kick Drogba membentur mistar gawang. Dua menit kemudian Anelka menyambar bola datar Lampard, tapi sepakannya melambung.


Susunan pemain:

Chelsea: Cech, Ivanovic, Cole, Terry, Carvalho, Mikel, Ballack (Zhirkov 82), Malouda, Lampard, Drogba (Kalou 90), Anelka (Joe Cole 87)

Arsenal: Almunia, Clichy, Sagna (Eboue 75), Gallas, Vermaelen, Song, Fabregas, Diaby (Rosicky 74), Nasri, Arshavin, Walcott (Bendtner 65)

Tampil Efisien, Chelsea Menang

Dalam penguasaan bola, Chelsea memang kalah dari Arsenal. Namun hasil akhir adalah The Blues mengalahkan The Gunners. Tampil efisien adalah kunci kemenangan pasukan Stamford Bridge. Chelsa membekuk Arsenal dalam laga yang berakhir Senin (8/2/2010) dinihari WIB. Dalam laga tersebut Cesc Fabregas dkk. sebenarnya unggul dalam penguasaan bola.

Data yang detiksport kutip dari Soccernet menunjukkan, komparasi penguasaan adalah 58 untuk tim Gudang Peluru berbanding 42 milik Si Biru. Lalu apa yang terjadi ketika hasil akhir menunjukkan kemenangan bagi Chelsea? "Arsenal memiliki angka possession lebih baik daripada kami. Tapi itu (angka possession yang tinggi) bukanlah inti sepakbola," tukas manajer Chelsea Carlo Ancelotti seperti dikutip dari situs resmi The Blues.

"Sepakbola adalah persoalan menyerang, bertahan, termasuk juga menjaga penguasaan ketika diperlukan, serta hasil akhir," lanjut manajer asal Italia itu. Meski memiliki sedikit kesempatan, namun Chelsea mampu memanfaatkan peluang itu untuk menjadi gol. Ketika diserang, pemain depan Chelsea seperti Nicolas Anelka sampai harus turun membantu pertahanan.

"Kami menunjukkan kinerja yang fantastis selama 90 menit dan kami tampil sangat baik. Kadang Anda harus tampil menyerang, kadang juga harus bertahan," tuntas Ancelotti. Pendapat Don Carletto "diamini" oleh Arsene Wenger. "Mereka bermain efisien. Pada akhirnya, permainan seperti itulah yang menghadirkan perbedaan dalam pertandignan ini. Kami memiliki angka tinggi dalam hal penguasaan namun gagal mengubahnya menjadi gol," demikian analisis manajer Arsenal itu seperti dikutip dari situs resmi klubnya.

Sumber : detiksport

4 Feb 2010

Mesir Sang Juara Benua Hitam

Mesir akhirnya mampu mempertahankan gelar juara Piala Afrika usai menundukkan Ghana 1-0 di partai final, Minggu (31/1/2010). Trofi ini adalah yang ketiga secara beruntun bagi The Pharaohs sejak 2006.

Dalam laga yang dihelat di November 11th Stadium, Luanda, Mesir yang lebih diunggulkan ternyata lebih banyak ditekan oleh Ghana sepanjang pertandingan. Namun peluang bersih pertama baru hadir pada menit ke-29 lewat sundulan Emad Motaeb yang masih menyamping di sisi gawang Richard Kingson. Empat menit menjelang jeda, free kick Hosni Abd Rabou menemui Ahmed Hassan di tiang jauh namun tandukannya belum menemui sasaran. Skor kacamata membawa kedua tim menuju ruang ganti.

Asamoah Gyan pada menit ke-53 nyaris membawa Ghana unggul namun sepakannya melayang di atas mistar gawang Essam El Hadary. Dan sembilan menit setelahnya Gyan kembali mengancam gawang El Hadary namun bola masih menyamping di sisi jala Mesir.

Pada menit ke-74 lagi-lagi Gyan membuang kesempatan setelah lewat counter attack yang membelah pertahanan Mesir namun tendangannya tak bisa juga menjebol gawang El Hadary. Dan tendangan bebas Gyan pada menit ke-79 urung berbuah gol karena berhasil digagalkan oleh El Hadary.

Mesir akhirnya bisa bergembira ria pada menit ke-86. Skema serangan balik yang dibangun duo Mohammed, Gedo dan Zidan, berhasil menembus lini belakang Ghana. Gedo yang memegang bola pun langsung melepaskan tendangan kaki kanan melengkung yang menembus jala Kingson.

Skor 1-0 pun itu bertahan hingga 90 menit usainya laga dan Mesir berhak memegang titel ketujuhnya di perhelatan sepakbola paling akbar di 'Benua Hitam' itu. Gelar sebelumnya diraih pada 1957, 1959, 1986, 1998, 2006 dan 2008.

Bagi Ghana kekalahan di partai puncak ini mengagalkan usaha The Black Stars untuk menuntaskan puasa gelar Piala Afrika sejak 1982. Dua tahun lalu saat jadi tuan rumah, Ghana hanya mampu finis sebagai juara ketiga.

Susunan pemain
Ghana: 22-Richard Kingson; 12-Lee Addy, 7-Samuel Inkoom, 2-Hans Sarpei, 15-Isaac Vorsah; 19-Emmanuel Agyemang-Badu, 13-Dede Ayew, 9-Opoku Agyemang (Eric Addo 89'), 10-Kwadwo Asamoah, 6-Anthony Annan; 3-Asamoah Gyan (Dominic Adiya 87').

Mesir: 1-Essam Al Hadari; 3-Ahmed Al Muhammadi, 6-Hani Said, 20-Wael Gomaa, 14-Sayed Moawad (Mohamed Abdelshafy 57'); 7-Ahmed Fathi (Moatasem Salem 89'), 8-Hosni Abd Rabou, 17-Ahmed Hassan, 12-Hossam Ghali; 9-Mohamed Zidan, 10-Emad Motaeb (Mohamed Gedo 70').

Mesir kembali menunjukkan kedigdayaan sebagai penguasa sepakbola Benua Afrika. Meski gagal lolos ke Piala Dunia 2010, The Pharaohs meraih gelar juara Piala Afrika untuk kali ketujuh.

Dengan tujuh gelar tersebut, Mesir menjadi negara dengan pengumpul gelar Piala Afrika terbanyak. Saingan terdekat mereka adalah Ghana dan Kamerum yang masing-masing sudah mengumpulkan empat titel.

Sukses teratkhir mesir adalah saat mereka menundukkan Ghana dengan skor 1-0 dalam laga final edisi 2010 yang dilangsungkan malam tadi. Inilah kemenangan ketiga beruntun Mesir di ajang sepakbola paling bergengsi negara-negara Afrika tersebut.

Berikut daftar juara Piala Afrika:

1952 - Mesir
1959 - Uni Emirat Arab
1962 - Ethiopia
1963 - Ghana
1965 - Ghana
1968 - Kongo
1970 - Sudah
1972 - Kongo
1974 - Zaire
1976 - Maroko
1978 - Ghana
1980 - Nigeria
1982 - Ghana
1984 - Kamerun
1986 - Mesir
1988 - Kamerun
1990 - Aljazair
1992 - Pantai Gading
1994 - Nigeria
1996 - Afrika Selatan
1998 - Mesir
2000 - Kamerun
2002 - Kamerun
2004 - Tunisia
2006 - Mesir
2008 - Mesir
2010 - Mesir

Adapun di tempat lain, Nigeria berhasil meraih tempat ketiga dalam gelaran Piala Afrika 2010. Gol tunggal Victor Nsofor Obinna, mengantar Super Eagles menekuk Aljazair 1-0.

Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Compexo da Sr. da Graca, Benguela, Sabtu (30/1/2010) malam waktu setempat, Nigeria setidaknya berhasil mengobati kekalahan dari Ghana di semifinal.

Obinna yang merupakan pemain Inter Milan namun dipinjamkan ke Malaga ini berhasil membobol gawang Aljazair di menit 56. Dengan hasil ini Nigeria mengoleksi tempat ketiganya yang ketujuh kali dalam sejarah gelaran Piala Afrika. Dan lima dari capaian tersebut diraih dalam kurun waktu delapan tahun terakhir.

Susunan pemain

Nigeria: 1-Vincent Enyeama; 22-Onyekachi Apam, 3-Taye Taiwo, 6-Danny Shittu, 17-Chidi Odiah; 14-Seyi Olofinjana, 15-Sani Kaita, 16-Kalu Uche (9-Obafemi Martins 65), 4-Nwankwo Kanu (10-John Obi Mikel 78); 7-Chinedu Obasi (11-Peter Odemwingie 81), 18-Obinna Nsofor

Aljazair: 23-Mohamed Lamine Zemmamouche; 12-Reda Babouche, 11-Slimane Raho, 2-Majid Bougherra, 17-Samir Zaoui; 6-Yazid Mansouri, 15-Karim Ziani, 19-Hassan Yebda, 20-Mourad Meghni; 18-Hameur Bouazza (22-Djamel Abdoun 56); 9-Abdelkader Ghezzal (10-Rafik Saifi 85)

Sumber : detiksport

1 Feb 2010

Arsenal 1 - 3 Manchester United

Dalam lanjutan liga premier Inggris tadi malam, big match antara The Gunners Arsenal melawan The Red Devils Manchester United dimenangkan oleh tim tamu. Manchester United berhasil membawa pulang tiga poin dari Emirates Stadium melalui gol bunuh diri Almunia, Wayne Rooney dan Park JI Sung. Sedangkan satu gol balasan Arsenal dicetak oleh Thomas Vermaelen.

Sebenarnya Arsenal mampu menguasai jalannya pertandingan. Terbukti dari penguasaan bola 53 berbanding 47 persen dan juga total shot yaitu 20 dan MU hanya 12. Namun dari segi kolektivitas, Arsenal jauh tertinggal. Dari 3 kali tendangan ke arah gawang yang berhasil dilakukan, baik Arsenal ataupun MU, Arsenal hanya mampu mengkonversi menjadi gol sekali, sedangkan MU berhasil memanfaatkan seluruh peluangya.



Ketiga gol MU tersebut adalah hasil rancangan sebuah counter attack yang memang diakui Sir Alex Ferguson jadi ciri khas timnya, terutama bila bermain tandang. Dengan kebiasaan Arsenal yang selalu bermain umpan-umpan pendek di daerah pertahanan lawan, taktik seperti itu lah yang paling pas untuk 'membunuhnya'. Dan terbukti, permainan serangan balik MU mampu mengalahkan Arsenal dihadapan pendukungnya sendiri.


Selain permainan counter attack MU yang sangat brilian, ketika 90 menit laga usai, Wenger pun menganalisa kalau kesalahan individu para pemainnya menjadi salah satu penyebab utama kekalahan tersebut. Terlihat beberapa pemain yang baru pulih dari cedera, seperi Gael Clichy dan Vermaelen serta kikuknya penampilan Alexandre Song serta Denilson di lini tengah.


Yang terpilih menjadi man of the match pada pertandingan ini adalah Nani. Nani berhasil mengarsiteki dua gol pertama MU. Tendangan kerasnya membuat Almunia dipaksa memasukkan bola ke gawangnya sendiri, sedangkan assistnya pada Rooney menjadikan gol kedua dan membuat MU semakin digdaya.

Dengan kemenangan ini, MU berhasil memperkecil jarak dengan Chelsea yang sehari sebelumnya berhasil mengalahkan Burnley 2-1. Sedangkan Arsenal memiliki selisih yang semakin menjauh dan semakin menipiskan peuang Arsenal untuk menjuarai liga premier Inggris.

Susunan Pemain

Arsenal: Almunia, Sagna (Bendtner 72), Gallas, Vermaelen, Clichy, Fabregas, Song Billong, Denilson (Walcott 61), Nasri, Arshavin, Rosicky (Eboue 72).

Man Utd: Van der Sar, Rafael Da Silva, Jonathan Evans, Brown, Evra, Scholes (Giggs 71), Carrick, Fletcher, Nani (Berbatov 89), Rooney, Park (Valencia 87).

25 Jan 2010

Derby Della Madoninna : Inter Kembali Berjaya

Duel derby kota Milan antara Inter Milan melawan AC Milan yang bertajuk derby della madoninna senin (25 Januari 2010) dinihari tadi untuk kesekian kalinya lagi-lagi dimenangkan oleh Inter Milan. Oke, baiklah, AC Milan yang tak terkalahkan dalam 5 partai terakhir ini akhirnya ditumbangkan juga oleh saudara sekotanya. Hingga peluit akhir dibunyikan, skor 2-0 tak berubah berkat gol yang masing-masing diciptakan oleh Diego Milito dan Goran Pandev.



Jujur gue pribadi sih mendukung Milan pada partai kali ini, tapi ya apa hendak dikata, nasi sudah menjadi bubur dan bubur sudah menjadi bubur ayam. Dengan kemenangan ini, Inter semakin memperlebar jarak dengan pesaing terdekatnya yang tak lain tak bukan adalah AC Milan dengan selisih 9 poin, dengan AC Milan menyisakan 1 pertandingan lebih sedikit dibanding Inter.

Sepanjang pertandingan, Inter memang menguasai jalannya pertandingan dan tampil sangat brilian. Mourinho pun berujar, "Dengan 7 orang pemain pun Inter tetap bisa menang", kata Mourinho setelah 9 orang pemain Inter mengalahkan Milan, 2-0. Inter pun semakin kokoh di puncak klasemen dan menasbihkan dirinya menjadi tim terkuat calon perebut scudetto musim ini.



Susunan Pemain:

Inter: Julio Cesar; Maicon, Lucio, Samuel, Santon; Zanetti, Cambiasso, Muntari (Cordoba 87); Sneijder, Milito (Balotelli 80), Pandev (Thiago Motta 67)

Milan: Dida; Abate, Thiago Silva, Favalli, Antonini (Jankulovski 76); Gattuso (Seedorf 46), Pirlo, Ambrosini (Huntelaar 80); Beckham, Borriello, Ronaldinho

17 Jan 2010

Chelsea Menang 7-2!

Waduh gila cing, oi, men, bro, sist, apalah, chelsea menang 7-2 meeen! Gila keren banget. Ini kayaknya skor kepala tujuh pertama chelsea deh setelah Abramovich dateng. Luar biasa! Keren banget! Kalo chelsea mainnya kayak gini terus, jangankan juara liga premier, quedruple gue yakin banget deh! Mainnya indah banget, tanpa cacat! Sepakbola indah ala arsenal yang dulu sempet dipuja-puja, dikentutin sama permainan chelsea yang tadi malem. Hahaha senangnya hatiku. Emang chelsea keren banget dah, top markotop. Yang lebih hebatnya lagi nih, chelsea main tanpa 4 pilar Afrikanya yang lagi ikut piala Afrika kayak Drogba, Essien, Kalou, dan Mikel. Tapi Ancelloti bisa membuktikan bahwa tanpa pilar-pilar Afrikanya chelsea masih tetap mampu bermain solid bahkan bisa menang telek kayak gini, ckckck. I love u full chelsea.







Oke sekarang mulai sedikit membahas pertandingan. Jadi kemarin itu chelsea melawan sunderland, tim yang menurut gue nggak jelek-jelek banget karena ada beberapa pemain bintang juga disana macam Darrent Bent. Dari awal sih gue udah yakin chelsea bakal menang, tapi gue sama sekali nggak nyangka hasilnya bakal setelak ini. Gol-gol chelsea diciptain oleh Anelka (dua gol), Lampard (dua gol), dan masing-masing satu gol oleh Malouda, Ashley Cole, dan Ballack. Sementara gol hiburan Sunderland dibuat oleh Zenden dan Bent.





Pokoknya chelsea bener-bener keren banget dah. Tim yang udah gue bela sejak gue masih kelas dua SD ini yang jaman dulu masih katro banget chelseanya (belum ada Abramovich dan belum ada pemain-pemain bintang nan keren, tapi gue udah ngefans banget ini) semakin hari semain meningkat grafik permainannya. Nggak kayak orang-orang yang pada suka chelsea sejak dia jadi tim kaya (sedikit menyombongkan diri) hahaha, gue selalu setia membela chelsea mau lagi bagus kek mau lagi jelek kek mau lagi miskin kek. Pokoknya gue yakin tahun ini bakal dapet trebble winners. Bravo chelsea, bravo!

6 Jan 2010

Indonesia 1 - 2 Oman

Huh, baiklah, kita lagi-lagi kalah. Negara kebanggaanku, negara tercintaku, tanah tumpah darahku, hari ini kembali kalah pada pertandingan hidup mati kualifikasi piala asia 2011 lawan Oman. Orang menang aja kita belum tentu lolos, apalagi kalah, huh. Akhirnya untuk pertama kalinya kita nggak lolos piala asia teman-teman. Pupus sudah harapan ini (haha bahasanya). Kecewa? Sangat! Sedih? Banget! Main di kandang sendiri, Gelora Bung Karo, Indonesia kayak main bukan di kandang. Ball position kalah jauh, sepanjang pertandingan keserang mulu. Udah sempet seneng bukan main, girang setengah mati waktu Boaz nyamain kedudukan, eh ke golan lagi di awal babak kedua. Hancur hatiku melihatmu oh timnasku. Baca ini kalo mau analisis lengkap jalannya pertandingan.


Dan menurut gw, penonton yag masuk ke lapangan pas menit-menit terakhir itu nggak salah kok. Liat aja ekspresi mukanya, kecewa banget! Gw bisa maklum. Huah gw kira kita bakalan dapet kemenangan lagi setelah sekian lama nggak menang-menang. Apalagi kemaren pas sea games kita kalah sama Laos 2-0, tim yang kita bantai 7-0 pas piala tiger 2004, dan 16-0 waktu tahun 90an. Gw bingung deh, sebenernya apa yang salah ya sama dunia persepakbolaan kita? Dulu kita itu termasuk macan asia lho, waktu jamannya widodo, kurniawan, aji santoso, dll. Dulu kita tim yang disegani di Asia, di Asean kita peringkat 1 dan juara mulu. Dulu itu nyaris nggak ada yang bisa nandingin kecuali tim-tim dari timur tengah dan asia timur. Sekarang? Boro-boro disegani, dikentutin iya.

Menurut analisis gw, kesalahan terbesar kita itu ada di manajemen tim. Kalo masalah bakat, kita mah nggak usah ditanya. Danone cup usia 13 tahun kita juara 2 kali berturut-turut, pemain-pemain muda kita juga pernah sempet diincer sama ajax dan klub-klub besar eropa lain, prestasinya pun sangat-sangat memuaskan. Tapi kenapa pas udah pada gede jadi nggak ada yang keliatan bakatnya? Menurut gw, ini semua ada di manajemen. Liat aja ketua PSSInya, tukang korupsi! Terus isinya masih orang-orang itu aja sampe sekarang, Andi Darusalam, Nugraha Besoes, dll.

Gimana kita mau maju kalo orang yang megang masih itu-itu aja, masih sama-sama aja? Belum lagi kehidupan para pesepakbola di Indonesia yang sama sekali tidak menjamin hidup di masa depan. Di Indonesia, kalo mau dapet gaji gede harus jadi pemain bintang dulu, terus gimana nasib pemain-pemain berbakat yang nggak jadi bintang? So, banyak banget pemain-pemain berbakat kita yang mundur dari sepakbola gara-gara masa depannya tidak terjamin, baik itu keputusan sendiri ataupun dorongan keluarga. Gw nggak tau harus mulai darimana untuk meningkatkan prestasi dunia persepakbolaan kita. Gw terus berharap dan berdoa, sembari memohon, kapan ya ya Allah Indonesia bisa jadi juara piala dunia? Atau minimal, masuk piala dunia dulu deh. Semoga mimpi gw bukan sekedar mimpi, amin.


garuda di dadaku, garuda kebanggaanku, ku yakin hari ini pasti menang oooooo.....

25 Agu 2009

Pemain Bola Tetap Puasa pas Ramadhan?

Bulan Ramadan dan ibadah puasa jadi tantangan berbeda yang dihadapi banyak pesepakbola Eropa. Sebagian tetap menjalankan kewajibannya, sementara yang lain memilih menangguhkan.

Abdelkader Ghezzal adalah salah satu pemain yang terpaksa menangguhkan puasanya di hari pertama lalu karena tepat di hari itu timnya menjalani laga pertama di Seri A. Striker berkebangsaan Aljazair itu merayakan awal Ramadan degan mencetak satu gol ke gawang AC Milan, meski gagal menghindarkan Siena dari kekalahan 1-2.

Kalau kemudian Ghezzal memilih tidak menjalankan ibadah puasa di hari pertandingan, itu karena kondisi Eropa di musim panas ini sangat menyulitkan. Sepanjang musim panas, siang hari akan lebih panjang dibanding malam. Matahari akan tampak lebih dari 13 jam lamanya.

Khusus di Italia, suhu bisa mencapai 35-40 derajat celcius, dengan matahari baru benar-benar tenggelam sekitar pukul 20.00 waktu setempat. Kondisi tersebut akan menyulitkan pesepakbola yang harus menjalani pertandingan.

"Saya melakukan puasa saat hari libur, saat tak ada pertandingan dan latihan. Saya selalu puasa di Ramadan, tapi saya harus mengubah kebiasaan saya untuk alasan kesehatan sejak tahun pertama saya menjadi pemain profesional," sahut pemain kelahiran Prancis itu.

Disebut Ghezzal, dia sempat tetap berpuasa saat pertama kali bermain di Liga Italia bersama Crotone (Seri C1). Namun karena jatuh sakit setelah dua minggu, dia terpaksa menghentikan puasanya.

Beberapa pemain lain yang juga menagguhkan puasa saat di musim kompetisi adalah Samir Nasri (Arsenal) dan Kolo Toure (Manchester City). Demikian diberitakan Reuters.

Tak semua pesepakbola muslim menagguhkan puasa mereka meski harus menjalani latihan atau bahkan turun bertanding. Mereka yang terus menahan lapar dan haus di tengah pertandingan adalah Nicolas Anelka (Chelsea) dan Momo Sissoko (Juventus) serta Sulley Muntari (Inter Milan).

Khusus Muntari, dia terpaksa tidak dimainkan penuh oleh Jose Mourinho saat Inter Milan diimbangi Bari malam tadi. Menurut Jose Mourinho, performa gelandang asal Ghana itu terpengaruh puasa yang dilakukannya.

"Muntari sedikit terkendala dengan Ramadan - mungkin suhu yang sepanas ini tidak cocok buatnya untuk melakukan puasa. Ramadan datang di saat yang kurang ideal buat pesepakbola untuk bisa bermain," sahut Mourinho.

Begitupun menurut Kanoute. Meski jadwal puasa tahun ini bertepatan dengan kompetisi Liga Spanyol striker Sevilla Frederic Kanoute mengaku tak mengalami masalah. Menurut Kanoute, puasa membuat dirinya semakin kuat.

Puasa Ramadhan tahun ini bertepatan dengan awal musim La Liga 2009/2010. Di bulan puasa, Sevilla dijadwalkan akan melawat ke markas Valencia (30/8/2009), menjamu Zaragoza (13/9/2009) dan bertandang ke Osasuna (20/9/2009).

Bagaimana Kanoute menanggapi kondisi seperti ini?

"Memang terkadang berat untuk berpuasa. Sebab kondisi cuaca di Spanyol bagian selatan sangatlah panas. Namun, saya bersyukur kepada Allah karena saya mampu menjalani puasa," ujar Kanoute seperti dikutip dari Goal.

"Saya selalu berusaha menghormati agama saya dan menjalaninya dengan semaksimal mungkin."

Kanoute mengatakan bahwa menjalani kewajibannya sebagai seorang Muslim tak menghalangi karir sepak bolanya. "Secara pribadi, menjalankan perintah agama telah menolong kehidupan sepak bola saya. Sepak bola juga sudah membantu saya untuk semakin sehat dan semakin kuat," tandas peraih gelar pemain terbaik Afrika 2007 tersebut.

Bagi Kanoute, puasa bukanlah alasan baginya untuk tampil tidak maksimal. "Selama puasa, saya tetap memberikan segalanya bagi klub dan saya tidak akan membuat rekan satu tim dan suporter kecewa," tambah pria berusia 31 tahun itu.

"Tak ada masalah soal hal ini, karena bagi orang yang memahami Islam mereka akan tahu bahwa puasa tidak membuat seorang Muslim menjadi loyo, justru sebaliknya semakin kuat." seru pemain yang bergabung di Sevilla sejak tahun 2005 tersebut.

Selain Kanoute, beberapa pemain beragama Muslim juga merumput di Liga Spanyol. Di antaranya adalah Karim Benzema, Mahmadou Diarra, dan Lassana Diarra (ketiganya Real Madrid).

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More