8 Sep 2009

Agent Hunter

KASTRAT AGENT BEM IM FKM UI 2009 mempersembahkan :

AGENT HUNTER! "PEDULI PENDIDIKAN"
LOMBA MENULIS ESSAY, LOMBA MEMBUAT POSTER, dan LOMBA ORASI


- Lomba menulis essay tentang BHP
- Lomba membuat poster propaganda tentang kebijakan-kebijakan yang ditetapkan UI (ex:BOP-B, pembangunan perpustakaan baru, penyewaan bikun baru, dll)
- Lomba orasi tentang BOP-B

Pendaftaran :
1 - 29 September 2009
Bisa langsung datang dan mendaftar ke gedung BKM Lantai 2 FKM UI Depok
Atau via sms dengan format NAMA_JURUSAN_ANGKATAN
- Untuk essay kirim ke INDAH (085691564713)
- Untuk poster kirim ke WIDYA (081324400831)
- Untuk orasi kirim ke WIDYA (085697097015)

Biaya pendaftaran :
Untuk essay dan orasi = 5 ribu rupiah
Untuk poster = 10 ribu rupiah

Pengumpulan dan pelaksanaan :
- Untuk essay dan poster dikumpulkan hari SELASA, 29 SEPTEMBER 2009
- Untuk lomba orasi dilaksanakan hari KAMIS, 1 OKTOBER 2009 bersamaan dengan Diskusi Terbuka Kastrat BEM FKM UI

Pengumuman pemenang dan hasil akhir semua lomba akan diumumkan pada hari KAMIS, 1 OKTOBER 2009
Total hadiah sebesar 1,5 juta rupiah


So, tunggu apalagi? Buruan daftar! Bakalan nyesel seumur hidup kalo nggak ngerasain. Yakinlah kamu yang akan jadi pemenangnya!

-KASTRAT AGENT BEM IM FKM UI 2009-

6 Sep 2009

Akibat Kelebihan Protein

1. Berkembang biaknya sel-sel kanker
Setiap sel mengandung DNA asam deoksiribonukleat, yaitu suatu zat kimia yang berisi peta tubuh dan fungsi-fungsinya. Produk hasil pencernaan protein terutama protein hewani yang berlebihan dapat merusak DNA dan mengubah sel-sel tersebut menjadi sel-sel kanker. Sel-sel kanker kemudian akan berkembang biak dengan sendirinya.

2. Protein Menyebabkan Reaksi Alergi
Protein yang belum diuraikan menjadi nutrisi masuk ke peredaran darah melalui dinding usus sebagai zat yang tak dikenal. Hal ini sering terjadi pada anak-anak yang masih kecil. Tubuh beraksi terhadap protein tersebut sebagai zat tak dikenal sehingga dapat menimbulkan reaksi alergi. Alergi protein paling sering disebabkan oleh susu dan telur.

3. Kelebihan Protein Menyebabkan Kerja Hati dan Ginjal Lebih Berat
Protein berlebih didalam tubuh harus diuraikan dan disingkirkan melaui urin sehingga menimbulkan beban yang sangat berat bagi hati dan ginjal.

4. Konsumsi Protein yang berlebihan Menyebabkan Defisiensi Kalsium dan Osteporosis
Saat asam amino dibentuk dalam jumlah besar, darah menjadi asam dan membutuhkan kalsium untuk menetralisasinya. Dengan demikian, konsumsi protein yang berlebihan menyebabkan berkurangnya kalsium. Terlebih lagi, kadar fosfor dalam daging sangatlah tinggi dan darah harus menjaga ratio kalsium dengan fosfor antara 1:1 dan 1:2. Makanan yang meningkatkan jumlah fosfor akan menyebakan tubuh mengambil kalsium dari gigi dan tulang untuk menjaga kesimbangan tersebut. Juga, jika seseorang memiliki banyak fosfor dan kalsium dalam tubuh, fosfor dan kalsium itu bersenyawa membentuk kalsium fosfat. Tubuh tidak dapat menyerap senyawa ini, maka senyawa ini pun dikeluarkan, menambah semakin berkurangnya kalsium sehingga tubuh rentan terhadap osteoporosis. Inilah sebabnya masyarakat di negara-negara yang memiliki kebiasaan makan kaya akan protein hewani mudah menderita osteoporosis.

5. Kelebihan Protein Dapat Menyebabkan Kekurangan Energi
Energi dalam jumlah besar diperlukan untuk mencerna makanan. Protein yang berlebih tidak dapat dicerna sepenuhnya dan karena itu tidak diserap sehingga menyebabkan pembusukan di dalam usus dan timbulnya produk-produk sampingan yang beracun. Energi dalam jumlah yang sangat besar dibutuhkan untuk menghilangkan racun dari zat-zat ini. Pada saat energi dalam jumlah besar digunakan, sejumlah besar radikal bebas terbentuk. Radikal bebas bertanggung jawab atas terjadinya proses penuaan, kanker, penyakit jantung dan aterosklerosis.

6. Kelebihan Protein Mungkin Ikut Menjadi Penyebab ADHD pada Anak-anak
Penelitian beberapa tahun belakangan ini menunjukkan adanya peningkatan jumlah anak-anak yang memiliki rentang perhatian pendek yang cenderung mengalami ledakan-ledakan kemarahan. Makanan dan nutrisi dapat menimbulkan dampak besar pada tingkah laku anak dan kemampuannya untuk beradaptasi secara sosial. Ada kecenderungan yang semakin besar bagi anak-anak di rumah maupun di sekolah untuk mengonsumsi makanan olahan dalam jumlah besar. Makanan-makanan ini tidak hanya mengandung berbagai zat tambahan, bahkan makanan olahan juga cenderung menyebabkan tubuh bersifat asam. Protein hewani dan gula pun semakin banyak dikonsumsi sementara sayuran sering dihindari. Protein hewani dan gula membutuhkan lebih banyak kalsium dan magnesium sehingga menyebabkan defisiensi kalsium dalam tubuh. Defisiensi kalsium menganggu sistem saraf dan ikut menjadi penyebab kegelisahan dan iritabilitas (sifat lekas marah).

Mengapa Perlu Makan Sayur?

Ah, mengapa pula harus bermusuhan dengan sayuran lah kau? Apa betul karena katanya rasanya hambar, pait, dan tidak mengundang selera. Tapi kalau lo termasuk orang yang nggak anti sayuran, bersyukurlah! Soalnya, berbagai penelitian membuktikan bahwa sayuran mengandung senyawa jitu untuk meningkatkan daya tahan tubuh, melindungi dari penyakit, dan memerangi kegemukan. Lebih jauh lagi, phytochemicals, zat yang hanya dapat ditemui pada sayur dan buah, ampuh menurunkankan risiko penyakit kronis dan kanker.

Kebiasaan makan sayur memang tidak datang secara alamiah pada setiap orang. Rasa asli sayuran memang tidak seenak daging, Kalau tidak dimasak dengan bumbu atau saus yang enak, rasa sayur memang kurang menggiurkan. Selain itu, banyak orang yang tidak suka makan sayur karena hal itu tidak dibiasakan sedari kecil. Dan 25% dari jenis sayur yang dimakan oleh mereka adalah trench fries.

Ada tiga proses yang terjadi di dalam tubuh, yaitu pembakaran (tenaga), pembangunan (pertumbuhan) dan pengaturan. Untuk mendapatkan tenaga, tubuh memerlukan hidrat arang, lemak dan protein. Sedangkan untuk tumbuh dan berkembang diperlukan protein dan air. Dan untuk mengatur supaya semua proses ini terjadi harus ada vitamin dan mineral yang didapat dari sayur dan buah.

Makan banyak sayuran dan buah-buahan juga merupakan cara ideal untuk menurunkan berat badan secara natural. Selain rendah kalori dan rendah lemak, serat dalam sayuran bisa mengenyangkan perut. Sayuran juga membuat kerja peristaltik usus lebih baik, sehingga memudahkan buang air besar.

Perlu diketahui bahwa masing-masing jenis sayuran memiliki kandungan vitamin, mineral dan serat yang berbeda. Umumnya makin hijau warna sayur, makin banyak jumlah vitamin dan mineralnya. Ada juga sayuran yang banyak mengandung gas, seperti tauge, kol dan batang dari sawi. Jenis sayuran ini bisa membuat perut menjadi kembung.

Pastikan elo memperhatikan soal warna. Contohnya tycopene yang dipercaya mampu melindungi tubuh dari tumor, kanker paru dan prostat serta memperlambat penuaan kulit, berhubungan dengan warna merah dan dapat ditemukan pada tomat, semangka, anggur merah. Beta karoten, yang dapat melindungi dari kanker, terdapat pada buah dan sayur yang berwarna kuning-oranye, seperti ubi merah, wortel, aprikot, labu parang dan cantaloupe. Sedangkan lutein, yang ditemukan pada alpukat dan sayuran hijau, dapat menurunkan risiko stroke, penyakit jantung dan kardiovaskular serta kanker prostat.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More