6 Mar 2010

Kenapa Harus Seperti Ini?

Kenapa harus ada laki-laki dan wanita di dunia ini?
Kenapa harus ada aku, kamu, dia?
Kenapa harus kenal kamu, dia, dan mereka?
Kenapa gue sangat sangat bodoh?
Kenapa harus sekelompok sama dia waktu itu?
Kenapa harus satu bidang waktu itu?
Kenapa harus kayak gini ya Allah?
Kenapa harus jadi bahan omongan orang-orang?
Kenapa harus jadi bahan cibiran / ejekan?

Gue memang bodoh, gue menyesal dengan apa yang telah gue perbuat dulu. Semua emang salah gue sendiri. Banyak pria-pria yang juga dekat dengan beberapa wanita tapi nyatanya mereka tak pernah digunjing / digosipin dan dicap playboy atau apalah itu. Tetapi kenapa gue iya? Bantulah hamba ya Allah, kuatkan    T_T

Bocah 6 Tahun Selamatkan Adik dari Kebakaran

Satu lagi kisah nyata yang menunjukkan betapa indahnya rasa cinta. Berita yang bersumber dari detiknews ini menggambarkan tentang pengorbanan seorang kakak di Filipina yang melindungi adiknya setengah mati dari kebakaran. Hebatnya dia baru berumur 6 tahun! Seumuran Afi! Subhanallah banget ya. Yasudah ini beritanya:

Seorang anak perempuan berhasil menyelamatkan adiknya dari kebakaran. Demi menyelamatkan adiknya yang masih bayi, bocah berumur 6 tahun itu mengalami luka-luka bakar serius. Peristiwa ini terjadi di Kepulauan Negros, Filipina seperti diberitakan Philippine Daily Inquirer dan dilansir kantor berita AFP, Sabtu (6/3/2010).

Virginia Rojo berhasil membawa adik laki-lakinya, Joren keluar dari gubug mereka yang terbakar. Tubuh Joren yang baru berumur 4 bulan itu dilindungi Virginia dari kobaran api dengan tubuhnya sendiri. Virginia tak peduli meski api sempat menjilati wajah dan tangannya.

Virginia sedang tertidur ketika api membakar rumah kumuh mereka. "Tuhan menyuruh saya untuk bangun dan menyelamatkan adik bayi laki-laki saya," kata Virginia seperti dikutip media lokal Philippine Daily Inquirer. Berkat keberanian Virginia, sang bayi selamat. Dia tidak mengalami luka-luka. Namun Virginia menderita luka-luka bakar di wajah dan tangannya.

5 Mar 2010

Keracunan Singkong sama Jengkol!

Keracunan adalah peristiwa masuknya zat racun ke dalam tubuh. Gejala klinis yang timbul sesuai dengan pengaruh zat racun tersebut yang terlihat pada sistem tubuh. Makanan beracun karena makanan tersebut mengandung zat-zat kimia yang berbahaya. Pada dasarnya, semua zat kimia dapat menimbulkan keracunan tergantung pada jumlah dan cara masuknya ke dalam tubuh. Dan ternyata salah dua (karena ada dua) makanan yang bisa bikin keracunan adalah singkong sama jengkol sob! Cekidot!

KERACUNAN SINGKONG (Cassava)
Keracunan terjadi karena singkong mengandung glikosida sianogenik linamarin (C10H17O6N) yang terdapat pada lapisan luar. Zat ini terdiri dari glukosa, aseton, dan asam sianida (HCN). Dalam jumlah kecil, HCN dapat dinetralkan tubuh menjadi tiosianat. Kadar HCN dalam singkong tergantung pada jenis singkong, kelembaban, ketinggian tanah dan pemupukan. HCN dapat menyebabkan terbentuknya sianmethemoglobin dan keracunan protoplasmic yang mengakibatkan ketidakmampuan jaringan mengambil oksigen. Kandungan HCN pada singkong dapat diuji dengan uji Guinard.



HCN dalam jumlah besar dapat mengakibatkan kematian dalam waktu singkat karena kegagalan pernafasan. Gejala awalnya terasa panas pada perut, mual, sesak, lemah dan pusing. Pernafasan cepat dan tercium bau khas (bau biter almond) pada nafas dan muntahan. Kemudian disusul pingsan, kejang yang akhirnya menjadi lemas, berkeringat, mata menonjol, pupil melebar, busa keluar dari mulut bercampur warna darah dan kulit menjadi merah. Penatalaksanaan dengan cara mengeliminasi racun dengan jalan muntah atau kumbah lambung, menghalangi penyerapan racun, dan pemberian antidotum (zat penawar) berupa amil/natrium nitrit dan Na-tiosulfat. Selain pemberian cairan intravena (infus), pemberian oksigen juga perlu.

KERACUNAN JENGKOL (Pithecolobium)
Sering dijumpai karena jengkol merupakan salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia. Faktor yang mendukung keracunan jengkol di antaranya adalah jumlah biji yang dimakan, makanan lain yang dimakan bersama jengkol, faktor alergi, jenis pohon dan tanah tempat jengkol ditanam, musim, dan sebagainya. Jengkol berisi asam jengkolat, suatu asam amino yang mengandung belerang. Jengkol berbeda dengan pete (parkia speciosa) karena pete tidak mengandung asam jengkol. Meskipun patogenesis belum jelas, diperkirakan keracunan disebabkan oleh bertumpuknya asam dalam bentuk kristal pada ginjal dan saluran kencing. Pada anak, keluhan timbul mulai 5-12 jam setelah makan.


Gejala klinis yang sering terjadi adalah sakit pinggang, nyeri perut, muntah, sakit waktu kencing, kencing berbau jengkol dan bercampur darah, air kemih keluar sedikit-sedikit dengan butir-butir putih sampai tidak keluar sama sekali, dan dapat terjadi gagal ginjal akut. Keracunan dapat dicegah dengan memasak biji jengkol dengan bikarbonat, misalnya soda. Bila terjadi keracunan, eliminasi racun dengan jalan muntah, bilas lambung, antidotum yang khas belum ada. Bila keracunan ringan, cukup dengan minum banyak air soda/natrium bikarbonat. Pemberian cairan intravena diperlukan bila pasien tidak dapat minum banyak. Bila terjadi gagal ginjal akut, dianjurkan dialisis dengan hemodialisis (cuci darah) atau dialisis peritoneal.



Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More