5 Feb 2010

Kadal pun Dapat Jatuh Cinta

Ini adalah kisah nyata yang terdapat di Jepang. Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba merontokkan tembok. Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong diantara tembok yang terbuat dari kayu. Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan seekor kadal terperangkap diantara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebuah paku. Dia merasa kasihan sekaligus penasaran. Lalu ketika dia mengecek paku itu, ternyata paku tersebut telah ada di situ 10 tahun lalu ketika rumah itu pertama kali dibangun.

Apa yang terjadi? Bagaim anak kadal itu dapat bertahan dengan kondisi terperangkap selama 10 tahun??? ,dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak sedikitpun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal. Orang itu lalu berpikir, bagaimana kadal itu dapat bertahan hidup selama 10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat pada paku itu!


Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan kadal itu, apa yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan. Kemudian, tidak tahu darimana datangnya, seekor kadal lain muncul dengan makanan di mulutnya. Ternyata, kadal tersebut dpat bertahan karena ada seekor kadal lai yang memberikan makan dan merawatnya setiap hari.

Orang itu merasa terharu melihat hal itu. Ternyata ada seekor kadal lain yang selalu mem perhatikan kadal yang terperangkap itu selama 10 tahun. Sungguh ini sebuah cinta, cinta yang indah. Cinta dapat terjadi bahkan pada hewan yang kecil seperti dua ekor kadal itu. Apa yang dapat dilakukan oleh cinta? Tentu saja sebuah keajaiban. Bayangkan, kadal itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti memperhatikan pasangannya selama 10 tahun. Bayangkan bagaimana hewan yang kecil itu dapat memiliki karunia yang begitu mengagumkan. Intinya, JANGAN PERNAH MENGABAIKAN ORANG YANG ANDA KASIHI.

Sumber : Kaskus


4 Feb 2010

Mesir Sang Juara Benua Hitam

Mesir akhirnya mampu mempertahankan gelar juara Piala Afrika usai menundukkan Ghana 1-0 di partai final, Minggu (31/1/2010). Trofi ini adalah yang ketiga secara beruntun bagi The Pharaohs sejak 2006.

Dalam laga yang dihelat di November 11th Stadium, Luanda, Mesir yang lebih diunggulkan ternyata lebih banyak ditekan oleh Ghana sepanjang pertandingan. Namun peluang bersih pertama baru hadir pada menit ke-29 lewat sundulan Emad Motaeb yang masih menyamping di sisi gawang Richard Kingson. Empat menit menjelang jeda, free kick Hosni Abd Rabou menemui Ahmed Hassan di tiang jauh namun tandukannya belum menemui sasaran. Skor kacamata membawa kedua tim menuju ruang ganti.

Asamoah Gyan pada menit ke-53 nyaris membawa Ghana unggul namun sepakannya melayang di atas mistar gawang Essam El Hadary. Dan sembilan menit setelahnya Gyan kembali mengancam gawang El Hadary namun bola masih menyamping di sisi jala Mesir.

Pada menit ke-74 lagi-lagi Gyan membuang kesempatan setelah lewat counter attack yang membelah pertahanan Mesir namun tendangannya tak bisa juga menjebol gawang El Hadary. Dan tendangan bebas Gyan pada menit ke-79 urung berbuah gol karena berhasil digagalkan oleh El Hadary.

Mesir akhirnya bisa bergembira ria pada menit ke-86. Skema serangan balik yang dibangun duo Mohammed, Gedo dan Zidan, berhasil menembus lini belakang Ghana. Gedo yang memegang bola pun langsung melepaskan tendangan kaki kanan melengkung yang menembus jala Kingson.

Skor 1-0 pun itu bertahan hingga 90 menit usainya laga dan Mesir berhak memegang titel ketujuhnya di perhelatan sepakbola paling akbar di 'Benua Hitam' itu. Gelar sebelumnya diraih pada 1957, 1959, 1986, 1998, 2006 dan 2008.

Bagi Ghana kekalahan di partai puncak ini mengagalkan usaha The Black Stars untuk menuntaskan puasa gelar Piala Afrika sejak 1982. Dua tahun lalu saat jadi tuan rumah, Ghana hanya mampu finis sebagai juara ketiga.

Susunan pemain
Ghana: 22-Richard Kingson; 12-Lee Addy, 7-Samuel Inkoom, 2-Hans Sarpei, 15-Isaac Vorsah; 19-Emmanuel Agyemang-Badu, 13-Dede Ayew, 9-Opoku Agyemang (Eric Addo 89'), 10-Kwadwo Asamoah, 6-Anthony Annan; 3-Asamoah Gyan (Dominic Adiya 87').

Mesir: 1-Essam Al Hadari; 3-Ahmed Al Muhammadi, 6-Hani Said, 20-Wael Gomaa, 14-Sayed Moawad (Mohamed Abdelshafy 57'); 7-Ahmed Fathi (Moatasem Salem 89'), 8-Hosni Abd Rabou, 17-Ahmed Hassan, 12-Hossam Ghali; 9-Mohamed Zidan, 10-Emad Motaeb (Mohamed Gedo 70').

Mesir kembali menunjukkan kedigdayaan sebagai penguasa sepakbola Benua Afrika. Meski gagal lolos ke Piala Dunia 2010, The Pharaohs meraih gelar juara Piala Afrika untuk kali ketujuh.

Dengan tujuh gelar tersebut, Mesir menjadi negara dengan pengumpul gelar Piala Afrika terbanyak. Saingan terdekat mereka adalah Ghana dan Kamerum yang masing-masing sudah mengumpulkan empat titel.

Sukses teratkhir mesir adalah saat mereka menundukkan Ghana dengan skor 1-0 dalam laga final edisi 2010 yang dilangsungkan malam tadi. Inilah kemenangan ketiga beruntun Mesir di ajang sepakbola paling bergengsi negara-negara Afrika tersebut.

Berikut daftar juara Piala Afrika:

1952 - Mesir
1959 - Uni Emirat Arab
1962 - Ethiopia
1963 - Ghana
1965 - Ghana
1968 - Kongo
1970 - Sudah
1972 - Kongo
1974 - Zaire
1976 - Maroko
1978 - Ghana
1980 - Nigeria
1982 - Ghana
1984 - Kamerun
1986 - Mesir
1988 - Kamerun
1990 - Aljazair
1992 - Pantai Gading
1994 - Nigeria
1996 - Afrika Selatan
1998 - Mesir
2000 - Kamerun
2002 - Kamerun
2004 - Tunisia
2006 - Mesir
2008 - Mesir
2010 - Mesir

Adapun di tempat lain, Nigeria berhasil meraih tempat ketiga dalam gelaran Piala Afrika 2010. Gol tunggal Victor Nsofor Obinna, mengantar Super Eagles menekuk Aljazair 1-0.

Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Compexo da Sr. da Graca, Benguela, Sabtu (30/1/2010) malam waktu setempat, Nigeria setidaknya berhasil mengobati kekalahan dari Ghana di semifinal.

Obinna yang merupakan pemain Inter Milan namun dipinjamkan ke Malaga ini berhasil membobol gawang Aljazair di menit 56. Dengan hasil ini Nigeria mengoleksi tempat ketiganya yang ketujuh kali dalam sejarah gelaran Piala Afrika. Dan lima dari capaian tersebut diraih dalam kurun waktu delapan tahun terakhir.

Susunan pemain

Nigeria: 1-Vincent Enyeama; 22-Onyekachi Apam, 3-Taye Taiwo, 6-Danny Shittu, 17-Chidi Odiah; 14-Seyi Olofinjana, 15-Sani Kaita, 16-Kalu Uche (9-Obafemi Martins 65), 4-Nwankwo Kanu (10-John Obi Mikel 78); 7-Chinedu Obasi (11-Peter Odemwingie 81), 18-Obinna Nsofor

Aljazair: 23-Mohamed Lamine Zemmamouche; 12-Reda Babouche, 11-Slimane Raho, 2-Majid Bougherra, 17-Samir Zaoui; 6-Yazid Mansouri, 15-Karim Ziani, 19-Hassan Yebda, 20-Mourad Meghni; 18-Hameur Bouazza (22-Djamel Abdoun 56); 9-Abdelkader Ghezzal (10-Rafik Saifi 85)

Sumber : detiksport

1 Feb 2010

Arsenal 1 - 3 Manchester United

Dalam lanjutan liga premier Inggris tadi malam, big match antara The Gunners Arsenal melawan The Red Devils Manchester United dimenangkan oleh tim tamu. Manchester United berhasil membawa pulang tiga poin dari Emirates Stadium melalui gol bunuh diri Almunia, Wayne Rooney dan Park JI Sung. Sedangkan satu gol balasan Arsenal dicetak oleh Thomas Vermaelen.

Sebenarnya Arsenal mampu menguasai jalannya pertandingan. Terbukti dari penguasaan bola 53 berbanding 47 persen dan juga total shot yaitu 20 dan MU hanya 12. Namun dari segi kolektivitas, Arsenal jauh tertinggal. Dari 3 kali tendangan ke arah gawang yang berhasil dilakukan, baik Arsenal ataupun MU, Arsenal hanya mampu mengkonversi menjadi gol sekali, sedangkan MU berhasil memanfaatkan seluruh peluangya.



Ketiga gol MU tersebut adalah hasil rancangan sebuah counter attack yang memang diakui Sir Alex Ferguson jadi ciri khas timnya, terutama bila bermain tandang. Dengan kebiasaan Arsenal yang selalu bermain umpan-umpan pendek di daerah pertahanan lawan, taktik seperti itu lah yang paling pas untuk 'membunuhnya'. Dan terbukti, permainan serangan balik MU mampu mengalahkan Arsenal dihadapan pendukungnya sendiri.


Selain permainan counter attack MU yang sangat brilian, ketika 90 menit laga usai, Wenger pun menganalisa kalau kesalahan individu para pemainnya menjadi salah satu penyebab utama kekalahan tersebut. Terlihat beberapa pemain yang baru pulih dari cedera, seperi Gael Clichy dan Vermaelen serta kikuknya penampilan Alexandre Song serta Denilson di lini tengah.


Yang terpilih menjadi man of the match pada pertandingan ini adalah Nani. Nani berhasil mengarsiteki dua gol pertama MU. Tendangan kerasnya membuat Almunia dipaksa memasukkan bola ke gawangnya sendiri, sedangkan assistnya pada Rooney menjadikan gol kedua dan membuat MU semakin digdaya.

Dengan kemenangan ini, MU berhasil memperkecil jarak dengan Chelsea yang sehari sebelumnya berhasil mengalahkan Burnley 2-1. Sedangkan Arsenal memiliki selisih yang semakin menjauh dan semakin menipiskan peuang Arsenal untuk menjuarai liga premier Inggris.

Susunan Pemain

Arsenal: Almunia, Sagna (Bendtner 72), Gallas, Vermaelen, Clichy, Fabregas, Song Billong, Denilson (Walcott 61), Nasri, Arshavin, Rosicky (Eboue 72).

Man Utd: Van der Sar, Rafael Da Silva, Jonathan Evans, Brown, Evra, Scholes (Giggs 71), Carrick, Fletcher, Nani (Berbatov 89), Rooney, Park (Valencia 87).

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More