15 Okt 2010

PSSI dan Nurdin yang Tak Tahu Adat!

Tiba-tiba saja Juragan Nurdin Halid mulai berkoar-koar tentang Alfred Riedl. Seperti dikutip banyak media kemarin, Juragan Nurdin mengeluhkan empat bulan kepemimpinan Alfred Riedl yang dianggapnya sama sekali tidak memberikan kemajuan dan perkembangan yang berarti bagi tim nasional senior.


Keluhan Nurdin pada kinerja Alfred Riedl memang layak ditertawakan. Orang yang berpikiran sehat tak akan menilai seorang pelatih hanya berdasar dua laga ujicoba (Uruguay dan Maladewa). Mau menyalahkan kekalahan telak atas Uruguay? Mestinya kekalahan telak itu sudah bisa diprediksi. Yang lebih patut disalahkan adalah yang memilih Uruguay sebagai lawan ujicoba.

Mau menyalahkan Riedl yang gagal memberikan penampilan terbaik saat lawan Maladewa? Lebih baik pikirkan dulu keluhan Riedl terhadap Stadion Siliwangi yang jadi tempat ujicoba. Badan Liga Indonesia (BLI) sendiri sudah kasih lampu kuning pada Persib Bandung atas kelayakan Stadion Siliwangi untuk gelaran LSI. Ealah… PSSI dan Badan Tim Nasional (BTN) malah memilih Stadion Siliwangi sebagai tempat uji coba tim nasional. Jangan salahkan Stadion Siliwangi kalau Riedl mengeluh soal kondisi lapangan, tapi salahkan PSSI dan BTN yang serampangan milih tempat ujicoba tim nasional.

Kalah telak lawan Uruguay dan menang 3-0 atas Maladewa tidak bisa dijadikan ukuran bagi Riedl. Lebih baik Juragan Nurdin berpikir kenapa PSSI tidak bisa memberi lawan tanding yang memadai dalam pemusatan latihan tim nasional selama Ramadhan kemarin dan "hanya" bisa memberi Pro Titan dan Persita sebagai lawan tanding tim nasional, sementara pada saat yang sama Malaysia berujicoba melawan Oman (tim yang pada Januari lalu mengalahkan tim nasional Indonesia dalam kualifikasi Piala Asia 2012).

Itu sebabnya koar-koar Juragan Nurdin perihal kinerja Riedl ini terasa dibuat-buat. Dari mana asalnya koar-koar Juragan Nurdin ini?

Beberapa hari sebelumnya, saat Indonesia akan menghadapi Maladewa, Alfred Riedl juga sudah kena semprot juragan PSSI lainnya, Andi Darussalam Tabusala. Riedl dikabarkan mengusir dokter pribadi Tabusala karena berada di ruangan saat ia sedang memberikan briefing pada para pemain tim nasional jelang laga melawan Maladewa. Tabusala dikabarkan sewot dan ngambek sehingga memilih duduk di tribun Stadion Siliwangi daripada duduk di bench mendampingi tim dalam kapasitasnya sebagai manajer tim nasional.

Dengan nada membawa soal adat istiadat orang Indonesia, Tabusala berkata kepada pers: “Dia yang mau datang ke sini karena cari makan…. Riedl harus tahu adat.”

Terus terang saja, sukar untuk tidak mengaitkan insiden "tidak tahu adat" itu dengan koar-koar Juragan Nurdin perihal kinerja Riedl. Dan bagi saya, terus terang saja, koar-koar Juragan Nurdin atau Tabusala mengenai Riedl bukan hanya salah tempat, tapi juga buah dari suatu sesat pikir.

Kepada Juragan Nurdin yang mengeluhkan empat bulan kepemimpinan Riedl di tim nasional yang dianggapnya tidak memberikan perkembangan, mari kita ramai-ramai berteriak ke kuping Juragan Nurdin (terserah mau kuping yang kiri atau kanan): "Emangnye kemajuan ape yang udah elu bikin buat tim nasional selama bertahun-tahun jadi Juragan PSSI?"

Kepada Tabusala yang menuduh Riedl tidak tahu adat, saya ingin katakan: Sudah lama sekali PSSI dan dunia sepak bola Indonesia itu tidak punya adat istiadat. Jika memang PSSI punya adat istiadat, maka adat istiadat itu tak ada hubungannya dengan adat istiadat bangsa Indonesia.

Adat istiadat PSSI adalah tak punya rasa malu. Sudah jelas-jelas gagal memberikan prestasi tapi masih saja keukeuh menjadi Ketua Umum PSSI. Sudah jelas-jelas koruptor (catat: Nurdin sudah divonis pengadilan), tapi masih saja ngotot jadi pemimpin sebuah organisasi. Atau, jangan-jangan, Juragan Nurdin dan Tabusala ingin bilang bahwa tidak tahu malu itu sebagai adat istiadat bangsa Indonesia?

Adat istiadat PSSI adalah plin-plan dan mencla-mencle. Dipilihlah Peter White sebagai pelatih tim nasional karena berhasil membawa tim nasional Thailand menjuarai Piala Tiger. Tapi belum apa-apa PSSI pula yang memecatnya. Dipilihlah Alfred Riedl karena sanggup membawa Vietnam lolos ke babak kedua Piala Asia 2008 lalu, tapi belum apa-apa sudah koar-koar tentang kinerjanya. Sudah biasa juga sebuah tim atau pemain di-skors dan dikenai hukuman berat tapi justru Juragan Nurdin sendiri yang menganulirnya. Apa Juragan Nurdin dan Tabusala ingin bilang sikap mencla-mencle dan plin-plan itu sebagai adat istiadat bangsa Indonesia?

Adat istiadat PSSI adalah tidak bertanggungjawab. Hadiah 500 juta bagi Persibo Bojonegoro sampai sekarang masih dikemplang. Hadiah juara Arema pun butuh waktu berbulan-bulan untuk pencairannya. Belum lagi kasus-kasus hutang yang sempat mencuat kepada pihak hotel dan jasa transportasi. Apa Juragan Nurdin dan Tabusala ingin bilang sikap tidak bertanggungjawab dan demen ngemplang duit orang sebagai adat istiadat Bangsa Indonesia?

PSSI dan sepak bola Indonesia adalah dunia yang tak kenal adat istiadat. Bagaimana bisa Tabusala bilang tentang adat istiadat orang Indonesia saat kondisi sepak bola Indonesia sendiri penuh dengan kekerasan, tawuran antar suporter, perkelahian antar pemain, tekling-tekling horor mirip adegan film kung-fu, dll? Ataukah Juragan Nurdin dan Tabusala ingin bilang adat istiadat orang Indonesia memang demen dengan kekerasan?

Tidak usah membawa-bawa adat-istiadat. Jika memang mau peduli dan respek dengan adat istiadat ketimuran, PSSI dan Juragan Nurdin sendiri yang seharusnya instropeksi. Tapi mana pernah, sih, PSSI dan Juragan Nurdin instropeksi? Diomelin dan disuruh mundur seisi stadion (di hadapan Presiden SBY dan jutaan penonton) pun dia tetap tak peduli.

Buat saya, bukan Alfred Riedl yang tidak tahu adat, tapi PSSI dan Nurdin Halid sendiri yang tidak tahu adat istiadat.

OLEH : Zen Rachmat Sugito
SUMBER : detiksport.com


30 Sep 2010

Jaket Angkatan 2008


Buat anak 2008 ayo-ayo beli jaket angkatan! Terakhir mesen hari sabtu 23 oktober. DP 40 ribu harga 75 ribu sisanya pas jaketnya udah jadi. Bagi yang mau mesen tapi belum sempet nulis di form pemesanannya bisa langsung hubungin gue ya nanti gue yang tulis okeh okeh. 2008? BANGKIT!

25 Sep 2010

Bulan Memang Terbelah

Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan
[QS.Al Qamar : 1]


Yang dimaksud dengan saat di sini ialah terjadinya hari kiamat dan terbelahnya bulan merupakan salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW. Kamu kagum pada Amerika yang bisa ke bulan dan melihat fakta? Yap boleh kagum, tapi jangan terlalu berlebihan. Fakta bahwa bulan pernah terbelah telah dipublikasikan oleh NASA-nya Amerika (lihat gambar diatas).

Tapi mengapa dan siapa yang membelah Bulan tersebut? Subhanallah! Nabi Muhammad SAW punya jawabannya, dan Daud Musa Pitkhok (seorang peneliti Inggris) pun akhirnya memilih Islam sebagai pegangan hidupnya. Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat Al-Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah?

Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya sebagai berikut: Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Sejak beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan di Univ.Cardif, Inggris bagian barat, dan para peserta yang hadir bermacam-macam, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qur’an. Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, “Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi telah dekat hari kiamat dan bulan pun telah terbelah mengandung mukjizat secara ilmiah?


Maka saya menjawabnya: Tidak, sebab kehebatan ilmiah diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjangkaunya. Dan tentang terbelahnya bulan, maka itu adalah mukjizat yang terjadi pada Rasul terakhir Muhammad shallallahu‘alaihi wassalam sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya,sebagaimana nabi-nabi sebelumnya.

Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab > Allah hadits-hadits Rasulullah, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu. Akan tetapi hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qur’an dan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Dan memang Allah ta’alaa benar-benar Maha berkuasa atas segala sesuatu.

Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah membelah bulan. Kisah itu adalah sebelum hijrah dari Mekah Mukarramah ke Madinah. Orang-orang musyrik berkata, “Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa ; membuktikan kenabian dan kerasulanmu (mengejek dan mengolok-olok)?” Rasulullah bertanya, “Apa yang kalian inginkan ? Mereka menjawab: Coba belahlah bulan, ..”

Maka Rasulullah pun berdiri dan terdiam, lalu berdoa kepada Allah agar bulan-terbelah-4menolongnya. Maka Allah memberitahu Muhammad agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Maka Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan, dan terbelahlah bulat itu dengan sebenar-benarnya. Maka serta-merta orang-orang musyrik pun berujar, “Muhammad, engkau benar-benar telah menyihir kami!” Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang benar bisa saja “menyihir”orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada ditempat itu. Maka mereka pun pada menunggu orang-orang yang akan pulang dari perjalanan.


Maka orang-orang Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, maka orang-orang musyrik pun bertanya, “Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?” Mereka menjawab, “Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling menjauh masing-masingnya kemudian bersatu kembali…!! !”

Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir (ingkar). Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya: Sungguh, telah dekat hari qiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, “Ini adalah sihir yang terus-menerus”, dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap ….sampai akhir surat Al-Qamar.

Ini adalah kisah nyata, demikian kata Prof. Dr.Zaghlul Al-Najar. Dan setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdiri seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya berkata, “Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai tuan, bolehkah aku menambahkan?”

Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab: Dipersilahkan dengan senang hati.”
Daud Musa Pitkhok berkata, “Aku pernah meneliti agama-agama (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemah makna-makna Al-Qur’an yang mulia. Maka, aku pun berterima kasih kepadanya dan aku membawa terjemah itu pulang ke rumah.


Dan ketika aku membuka-buka terjemahan Al-Qur’an itu di rumah, maka surat yang pertama aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun membacanya: “Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah…….” Maka aku pun bergumam: Apakah kalimat ini masuk akal? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali?? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu??? Maka, aku pun menghentikan dari membaca ayat-ayat selanjutnya dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan sehari-hari. Akan tetapi Allah Yang Maha Tahu tentang tingkat keikhlasan hamba-Nya dalam pencarian kebenaran. Maka aku pun suatu hari duduk di depan televisi Inggris.

Saat itu ada sebuah diskusi diantara presenter seorang Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa AS. Ketiga pakar antariksa tersebut pun menceritakan tentang dana yang begitu besardalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa, padahal saat yang sama dunia sedang mengalami masalah kelaparan, kemiskinan, sakit dan perselisihan. Presenter pun berkata, ” Andai dana itu digunakan untuk memakmurkan bumi, tentulah lebih banyak berguna”. Ketiga pakar itu pun membela diri dengan proyek antariksanya dan berkata, “Proyek antariksa ini akan membawa dampak yang sangat positif pada banyak segmen kehidupan manusia, baik segi kedokteran, industri, dan pertanian. Jadi pendanaan tersebut bukanlah hal yang sia-sia, akan tetapi hal itu dalam rangka pengembangan kehidupan manusia.

Dan diantara diskusi tersebut adalah tentang turunnya astronot menjejakkan kakiknya di bulan, dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar.

Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget dan berkata, “Kebodohan macam apalagi ini, dana begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan?” Mereka pun menjawab, “Tidak, ..!!! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan
dana itu kepada siapapun.

Maka presenter itu pun bertanya, “Hakikat apa yang kalian telah capai sehingga demikian mahal taruhannya. Mereka menjawab, “Ternyata bulan > pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali.!!!

Presenter pun bertanya, “Bagaimana kalian bisa yakin akan hal itu?” Mereka menjawab, “Kami mendapati secara pasti dari batuan-batuan yang terpisah terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Maka kami pun meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, “Hal ini tidak mungkin telah terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali”.

Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, “Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, “Mukjizat (kehebatan) benar-benar telah terjadi pada diri Muhammad sallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu. Allah benar-benar telah mengolok-olok AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, 100 juta dollar lebih, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin !!!!

bulan-terbelah-2Maka, agama Islam ini tidak mungkin salah … (aku pun bergumam), “Maka, aku pun membuka kembali Mushhaf Al-Qur’an dan aku baca surat Al-Qamar, dan … saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam.

Diterjemahkan oleh: Abu Muhammad ibn Shadiq

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More