Tampilkan postingan dengan label Celoteh Health. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Celoteh Health. Tampilkan semua postingan

13 Mar 2011

9 Bahan Makanan yang Mirip Organ Tubuh

1. MUSHROOM – EAR

Potong jamur menjadi dua bagian yang sama dan lihat! Berbentuk seperti telinga kan? Dan tahukah anda, bahwa menambahkan jamur ke dalam masakan anda dapat membantu meningkatkan pendengaran. Ini disebabkan karena jamur merupakan salah satu makanan diet yang mengandung vitamin D. Vitamin ini penting untuk kekuatan tulang, bahkan untuk bagian yg kecil, seperti tulang telinga yang "menyalurkan" suara ke otak


2. BANANA - LIPS

Segarkan harimu dan tersenyumlah dengan makan pisang. Buah ini mengandung protein yang disebut tryptophan yang setelah dicerna, maka protein ini akan dikonversi secara kimia menjadi serotonin. Zat ini adalah zat yang penting di dalam otak dalam mengatur suasana hati dan merupakan obat anti depresi yang manjur dengan meningkatkan produksi serotonin. Mood yang baik berarti hari yang sempurna untuk anda


3. BROCCOLI – CANCER

Dilihat secara lebih detail, brokoli akan berbentuk seperti ratusan sel kanker. Pada ilmuwan menyadari bahwa brokoli mempunyai peran penting dalam mencegah penyakit ini. Tahun 2009, US National Cancer Ins. menemukan bahwa makan brokoli secara teratur tiap 1 minggu dapat mencegah canker sebesar 45%. Di Inggris, kanker prostat membunuh 1 orang tiap 1 jam


4. GINGER – STOMACH

Jahe yang banyak ditemukan di Indonesia berbentuk seperti lambung. Yang sangat menarik adalah kemampuannya dalam membantu pencernaan. Di China, jahe telah digunakan lebih dari 2000 tahun sebagai obat untuk menenangkan perut dan mual-mual, sedangkan fungsi lainnya bisa untuk mencegah mabuk. Namun, manfaat yang lebih jauh, ditemukan oleh tim Universiti of Minesota, dimana suntikan senyawa dengan kandungan jahe dapat memperkecil resiko tumor usus


5. CHEESE – BONES

Keju bukan hanya bagus untuk tulang anda, bahkan mereka mempunyai struktur yang sama seperti tulang anda, berlubang - lubang. Keju mempunyai kandungan kalsium yang sangat tinggi, yang merupakan bahan yang penting untuk kekuatan tulang dan mencegah osteoporosis. Ditambah dengan mineral lain, fosfat, akan menghasilkan kekuatan di dalam tulang dan menambah kekuatan otot anda. Mempunyai kalsium yang cukup di masa kecil, sangat krusial untuk kekuatan tulang. Study oleh University of New York di Kolombia menunjukkan remaja yang mengkonsumsi kalsiom 800-1200mg per hari berhasil menambah kepadatan tulang hingga 6%


6. GRAPES – LUNGS

Paru-paru kita terdiri dari cabang - cabang yang semakin mengecil dan berakhir pada gelembung-gelembung kecil yang disebut alveoli. Struktur yang menyerupai anggur ini memungkinkan oksigen mengalir dari paru-paru ke dalam saluran darah. Salah satu alasan kenapa bayi yang lahir prematur adalah belum terbentuknya alveoli pada umur 24 minggu kehamilan. Diet dengan buah segar seperti anggur, dapat menurunkan resiko kanker paru-paru dan emphysema. Anggur mengandung zat kimia yang disebut proantosianidin yang dapat menurunkan efek asma akibat alergi


7. TOMATO – HEART

Tamat biasanya berwarna merah dan mempunyai 4 bagian, sama seperti jantung kita. Tomat mengandung lycopene yang sangat besar dan merupakan zat kimia dari tumbuhan yang mampu mengurangi resiko serangan jantung dan beberapa kanker. Pusat Kesehatan Wanita (program riset Amerika) menemukan bahwa wanita dengan level lycopene yang tinggi dalam darah mempunyai resiko serangan jantung 30% lebih kecil daripada yang memiliki sedikit lycopene. Selain itu, lycopene juga melawan kolesterol jahat


8. WALNUT – BRAIN

Lipatan-lipatan pada walnut / kenari mempunyai bentuk yang sangat mirip dengan otak manusia merupakan petunjuk bagi fungsi kacang walnut itu sendiri. Walnut merupakan satu-satunya kacang yang mengandung asam lemak omega 3. Zat ini mampu mengurangi resiko demensia. Para peneliti menemukan bahwa walnut dapat menghambat penuaan otak pada tikus dan mencegah penyakiy Alzheimer


9. CARROT – EYES

Potongen wortel mempunyai bentuk yang mirip dengan mata, terutama retina. Ini adalah petunjuk yang jelas tentang fungsi wortel pada mata. Wortel mendapat warna orange dari zat bernama betacarotene, yang mengurangi resiko katarak. Kombinasi beberapa unsur kimia dengan wortel mempunyai fungsi unik yang bermanfaat bagi mata anda


SUMBER

26 Feb 2011

Media Gizi Seimbang untuk Lansia

Akhirnya bisa posting ilmu lagi setelah kemaren-kemaren isi blog cuma curhatan, sampah-sampah, berita-berita copas, dan bermacam-macam yang lain. Tulisan ini juga merupakan adalah daripadanya oleh karenanya untuknya dimana itu (halah) artikel pertama setelah blog ini berganti nama dari amrul12.blogspot.com menjadi seperti sekarang ini yaitu rizkyamrul.co.cc horeeeee!!!

Ya semoga dengan berganti nama isinya pun bisa berganti menjadi lebih baik dan bermanfaat buat yang lain dan ga cuma jadi sampah dunia maya hahahaha amin amin. Okeh kali ini gue mau ngebahas tentang salah satu media untuk menyebarluaskan intervensi gizi seimbang untuk para lansia, cekidot!

Kebetulan lagi dapet materi kuliah perencanaan media gizi, dan masalah yang diambil pun kebetulan lansia. Yang kita tau dari yang udah-udah, dimana-mana yang namanya lansia itu kebanyakan perilakunya kembali seperti anak kecil, bukan begitu? Cara penanganannya pun memerlukan strategi khusus, tidak seperti kaum dewasa yang lain. Ditambah dengan fungsi fisiologi organ yang semakin menurun karena faktor umur, peran gizi menjadi sangat penting untuk para lansia. Oleh karena itu penerapan gizi seimbang untuk lansia menjadi sangat vital.

Bagaimana cara yang paling tepat untuk penanganannya? Emang namanya lansia ya, kalau kita kasih leaflet dengan berbagai macam tulisan tentang gizi, pasti males lah ya bacanya. Mau kita kasih film? Ya mungkin mereka tertarik bahkan mungkin akan ketawa, tapi apakah efektif? Kalo dikasih poster, mungkin mereka akan lebih memperhatikan apa gambarnya dibanding apa pesannya. Okeh jadi disini salah satu media yang gue tawarkan adalah dengan memberikan para lansia tersebut PIRING MAKAN! Loh kenapa piring makan?


Eits tunggu dulu boy, coy, doy, ini piring bukan sembarang piring! Jadi piring makan yang akan kita kasih kesini sudah dengan desain bergambar di tengahnya dengan bentuk kurang lebih seperti ini (maaf kalau biasa saja karena ini murni bikinan sendiri plus temen-temen) :


Ya dengan piring seperti itu diharapkan si lansia akan selalu menerapkan pola makan gizi seimbang, kan tiap makan pake piring itu jadi tau kan persentasenya. Seandaikan si lansia lupa pun masih ada keluarganya yang menyiapkan makan untuk si lansia yang dapat melihat piring tersebut. Oia sebagai rinciannya adalah karbohidrat (nasi, ubi, roti) sebesar 40%, sayuran sebesar 20%, buah-buahan sebesar 20%, protein hewani (ayam, ikan, telur) sebesar 10%, dan terakhir protein nabati (kacang-kacangan, tahu, tempe) sebesar 10%. Mudah-mudahan ini menjadi media yang efektif untuk menerapkan pola makan gizi seimbang terhadap lansia, selamat mencoba!

21 Mar 2010

Khasiat Jus Daun Pepaya

Berdasarkan pengalaman dari seorang anak laki-laki yang telah sembuh dari penyakit demam berdarah setelah sebelumnya mengalami masa kritis di ICU (trombositnya mencapai angka 15 dan menghabiskan 15 liter tranfusi darah), jus pepaya ternyata ampuh dalam mengobati penyakit demam berdarah.

Ayah dari anak tersebut mendapatkan rekomendasi dari temannya untuk memberikan jus daun pepaya mentah kepada anaknya. Setelah minum jus tersebut, trombosit anak tersebut yang semula 45 dengan 25 liter tranfusi darah, naik dengan cepat menjadi 135. Hal ini membuat dokter dan perawat terkejut. Bahkan keesokan harinya, anak itu sudah tidak diberikan tranfusi lagi.

Cara membuat Juice tersebut:
♣ 2 helai daun pepaya dibersihkan, ditumbuk dan diperas dengan saringan kain
♣ Akan didapatkan 1 sendok makan per helai daun
♣ Takarannya 2 sendok makan 1 kali sehari
♣ Daun jangan dimasak, direbus atau dicuci dengan air panas

♣ Ingat hanya daunnya saja, bukan batangnya atau getahnya
♣ Rasanya memang pahit sekali, tetapi tetap harus diminum

 

Tidur Siang Bikin Pinter

Penelitian terbaru menunjukkan, tidur siang terbukti mampu membuat seseorang menjadi lebih pintar. Tidur siang dapat menyegarkan dan mendongkrak kemampuan kapasitas otak untuk belajar secara dramatis. Mungkin bagi Anda yang terlampau sibuk, sulit menggunakan waktu barang sebentar untuk tidur siang. Namun, mulai saat ini kegiatan itu sebaiknya diprioritaskan. Sebuah penelitian terbaru menyatakan bahwa seseorang yang tidur siang mampu menyegarkan kembali kemampuan otak untuk belajar. Tubuh Anda juga akan lebih bugar sesudahnya.

Peneliti yang juga asisten profesor psikologi di University of California, Berkeley, Amerika Serikat, Matthew Walker PhD mengatakan, dari hasil studi ini menunjukkan partisipan yang melakukan tidur siang memiliki performa otak yang lebih baik di sore harinya. Penemuan ini dia presentasikan minggu lalu di acara tahunan the American Association for the Advancement of Science di San Diego, Amerika Serikat.

”Kemampuan otak untuk belajar sebuah informasi baru tidak stabil sepanjang hari. Bagian otak yang menyimpan memori bisa jadi tersumbat di satu hari itu, seperti inbox e-mail yang telah penuh di komputer Anda,” katanya seperti dikutip Webmd.

Para peneliti mendapati bahwa tidur siang selama sejam saja sudah cukup untuk meningkatkan kemampuan otak untuk mempelajari fakta-fakta baru dalam jam-jam berikutnya. Di sisi lain, semakin lama kita bertahan untuk melek, semakin lamban pikiran kita.

Penemuan baru ini mendukung data sebelumnya dari tim peneliti yang sama bahwa begadang semalaman bisa mengurangi kemampuan untuk memasukkan hal-hal baru hampir sebanyak 40 persen. Hal ini disebabkan penutupan bagian-bagian otak selama kita kehilangan waktu tidur.

Ketika kemampuan otak untuk menyerap pelajaran terus memburuk di tengah hari, terang Walker, dengan kegiatan tidur siang diketahui dapat membuang memori otak lama yang tidak terlalu penting agar memberi ruang bagi informasi yang baru. ”Tidur tidak hanya untuk tubuh. Itu juga berguna untuk otak,” tegasnya.

Beberapa tokoh paling berpengaruh di dunia juga dikenal sebagai ”tukang tidur siang”. Mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher pernah mengklaim bahwa dia hanya tidur empat jam setiap malam, namun selalu tidur sebentar pada siang hari. Sementara itu, Bill Clinton juga selalu menyempatkan diri untuk tidur selama setengah jam sesudah makan siang.

Dalam penelitian ini, Walker dan koleganya mengajak 39 partisipan yang berusia muda, rata-rata 21 tahun. Mereka diberi ujian yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar penyerapan memori dalam hippocampus–bagian otak manusia tempat menyimpan memori informasi– mereka. Tes dilakukan dengan cara mencocokkan foto seseorang dan namanya. Kegiatan ini dilakukan pada sore hari, usai jam tidur siang.

Para peneliti membagi partisipan menjadi dua grup yaitu kelompok yang tidur siang dan yang tidak. Pada jam dua siang, grup pertama diberi kesempatan untuk tidur siang selama 90 menit. Sementara sisanya dibiarkan terjaga. Lalu, pada pukul enam sore, tes mulai dijalankan. Hasilnya, orang yang masuk dalam kelompok tidak tidur siang mengalami penurunan sekitar 10 persen pada kemampuan belajar mereka di siang hari. Sementara kelompok yang tidur di siang hari, malah meningkat hingga 10 persen.

Riset juga menemukan bahwa waktu total tidur di siang hari baik selama 90 menit atau lebih tidak terlalu memengaruhi kinerja otak manusia. Namun yang menarik, fase tidur non-bermimpi ternyata mampu meningkatkan memori menjadi lebih baik. Dari hasil studi ini dapat disimpulkan bahwa sebelum belajar, seharusnya Anda tidur terlebih dahulu. Sama seperti sejumlah penelitian yang menyebutkan bahwa tidur setelah belajar juga penting untuk memperkuat penyerapan informasi yang telah dipelajari.

Dalam penelitian sebelumnya, Walker dan kolega lainnya telah menemukan fakta bahwa semua memori informasi yang kita dapat disimpan dalam hippocampus yang kemudian dikirim ke sebuah bagian otak yang dikenal sebagai prefrontal cortex, yang ditengarai memiliki area penyimpanan yang lebih luas. ”Mungkin yang terjadi selama ini hippocampus sebenarnya adalah stasiun transit untuk memori di dalam otak,” ujar Walker. Hippocampus bisa menyerap semua informasi dalam jumlah yang besar, namun suatu waktu karena kelebihan beban, ”dia” juga perlu mentransfer informasi tersebut ke prefrontal cortex.

Seseorang yang tidur sebelum belajar, terang Walker, dapat membantu membersihkan hippocampus dari sejumlah memori dan mengirimkan data tersebut ke prefrontal cortex sehingga memungkinkan dia untuk menerima informasi yang baru.

”Yang baru dan menarik, penelitian ini menunjukkan bahwa tidur, di samping membantu proses konsolidasi memori, juga membantu otak untuk mempelajari informasi baru,” kata Jessica Payne PhD, seorang asisten profesor psikologi di University of Notre Dame di Indiana, Amerika Serikat, yang juga meneliti persoalan ini. Menurut dia, sebuah memori memiliki tiga tahapan. Pertama, menerima memori awal, setelah Anda belajar sesuatu yang baru. Kedua, memori penyimpanan atau konsolidasi. Dan yang terakhir, memori pengambilan.

Payne mengatakan, sebagian besar penelitian soal tidur difokuskan pada proses konsolidasi, meskipun studi baru ini melihat bagaimana tidur memengaruhi penerimaan memori di awal tahap. Temuan studi baru ini, lanjut dia, mungkin jawaban bagi para orangorang tua yang merasa memori mereka singkat atau seorang yang pelupa. Tidur siang singkat dapat membantu mereka belajar dan mengingat sesuatu di kemudian hari.

Baik Walker maupun Payne mengakui bahwa 90 menit tidur di waktu siang mungkin dianggap tidak layak bagi banyak orang. ”Tetapi mungkin pada suatu saat tidur siang singkat di tengah hari akan menjadi kebiasaan yang akhirnya menguntungkan,” kata Payne.



14 Mar 2010

Hari Gizi Nasional : Gizi Buruk Dimana-mana

Untuk meningkatkan kesejahteraan suatu bangsa sebenarnya tidaklah sesulit yang kita bayangkan. Cukup dengan memajukan Human Development Index (HDI) yang terdiri dari sektor ekonomi, pendidikan, dan kesehatan maka kesejahteraan suatu bangsa akan tercapai (UNDP, 1990). Di antara ketiga sektor tersebut, kesehatan mungkin adalah sektor yang paling terlupakan, terpinggirkan, dan dipandang sebelah mata oleh kebanyakan kalangan di antara ketiga sektor lain.

Memang kesehatan saat ini menjadi barang yang kurang begitu diperhatikan. Dibandingkan dengan kasus Century yang tak kunjung usai, atau kasus pro kontra ujian nasional, hingga kasus pendapat Mario Teguh di situs jejaring sosial Twitter yang mengatakan perempuan suka dugem dan perokok tidak layak untuk dinikahi, kasus-kasus di dunia kesehatan sangat jarang terekspos media dan diketahui oleh masyarakat, walaupun pada kenyatannya terdapat ratusan bahkan ribuan permasalahan kesehatan yang terus terjadi di luar sana. Tepat tanggal 28 Februari kemarin, kita sama-sama memperingati Hari Gizi Nasional. Pertanyaannya, sudahkah status gizi warga Indonesia mencukupi standar? Bagaimana kasus gizi buruk di negara kita tercinta?

Masih jelas di benak kita ketika Arifa Rahmatul Jannah (26 bulan), Ahmad Furqan (4 bulan), serta Farhan (13 bulan), tiga bayi asal Padang menderita gizi buruk dan kondisinya sedang kritis saat ini. Selain itu, korban tewas akibat gizi buruk di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 23 orang setelah sebelumnya seorang balita warga Kabupaten Sumba Tengah tewas. Lalu ada Keizia Salma Fauzia, salah satu korban gizi buruk di daerah Bogor yang menderita dua kelainan yakni bocah tidak memiliki saluran anus atau yang biasa disebut Atresia Ani dan kelainan pada kakinya, yakni berbentuk hurup O sejak lahir, serta kasus-kasus gizi buruk lain yang terus berlangsung tiap harinya dan jumlahnya tak terhitung lagi.


Mungkin salah satu akar masalah dari gizi buruk ini adalah jumlah anggaran kesehatan dalam APBN yang tiap tahun masih belum mencukupi standar minimal anggaran kesehatan yang ditetapkan oleh WHO dan TAP MPR No.5/2003 yaitu sebesar 15%. Menurut data yang ditaksir oleh harian Media Indonesia, anggaran kesehatan Indonesia pada tahun 2010 di dalam APBN mencapai Rp 21 triliun atau sekitar 2,2 % dari total APBN yang mencapai Rp 1.009,5 triliun.

Jumlah tersebut masih sangat jauh dari yang diharapkan jika mengacu pada anggaran kesehatan minimal yang telah ditetapkan sebelumnya. Bandingkan dengan anggaran kesehatan negara-negara tetangga kita. Menurut World Health Report WHO, persentase anggaran kesehatan Indonesia termasuk yang terkecil di ASEAN dengan jumlah 2,2%, lebih rendah dari Myanmar (2,3%), Filipina (3,3%), Singapura (3,4%), Thailand (3,5%), Laos (3,6%), Malaysia (4,3%), Kamboja (6,0%), dan Vietnam (6,6%). Dengan keterbatasan anggaran ini, sudah tentu akan berdampak pada mutu pelayanan kesehatan, akses kesehatan, intervensi kesehatan, dan tentunya biaya kesehatan.

Dengan minimnya jumlah anggaran kesehatan, maka mutu pelayanan kesehatan terutama untuk warga menengah kebawah menjadi sangat buruk. Masih sering kita jumpai kasus dimana orang miskin yang ditolak oleh rumah sakit lantaran tidak memiliki biaya yang cukup, atau birokrasi dari jamkesmas yang semakin sulit, hingga lemahnya akses kesehatan di daerah-daerah terpencil. Bagaimana mungkin masalah-masalah gizi buruk akan dapat teratasi kalau kondisinya seperti ini.

Semoga Hari Gizi Nasional tahun ini tidak hanya menjadi perayaan dan supremasi belaka tanpa ada tindak lanjut nyata untuk menanggulangi masalah gizi buruk di Indonesia kita tercinta ini. Yang tak kalah penting tentunya, yang bertanggung jawab terhadap masalah gizi buruk ini tidaklah pemerintah saja, melainkan juga merupakan tugas kita yang notabene mahasiswa kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, mari kawan kita wujudkan Indonesia sehat yang sudah lama kita impikan dengan kontribusi-kontribusi kita. Kumpulan lidi jauh lebih kuat untuk memukul jika dibandingkan dengan hanya menggunakan satu batang lidi. Ingat saudaraku, kemajuan bangsa ada di tangan kita pemuda Indonesia.



6 Mar 2010

Lima Diet Terbaik dan Terburuk

UNTUK menurunkan berat badan, Anda bisa mencoba beragam tip yang diuraikan di berbagai buku dan program diet. Namun jika Anda tidak mempunyai cukup waktu untuk membaca, berikut beberapa tip terbaik dan terburuk dari pola diet tersuper yang bisa menjadi panduan Anda :

1.) Dr. Phil merupakan acara TV show yang dipandu oleh Phillip Calvin McGraw atau yang lebih dikenal dengan Dr. Phil. Selain memandu program tersebut, mantan psikolog ini juga adalah seorang penulis.

Tip terbaik: Hindari berdekatan dengan makanan tidak sehat dan hal-hal yang memancing selera makan Anda. Anda tentunya tidak akan makan jika makanan tersebut tidak tersedia di sekitar Anda.

Tip terburuk: Untuk membakar lebih banyak kalori, gunakan tongkat olahraga saat berjalan. Jika tidak sedang melakukan cross-country skiing, ada baiknya menghindari tongkat. Hasilnya akan lebih maksimal jika Anda memadukan berbagai rutinitas di gym.

2.) "You On a diet" merupakan buku yang berisi panduan diet dari Dr. Oz and Dr. Roizen.

Tip terbaik: Ada baiknya memilih rentang berat badan yang ideal dibandingkan hanya mematok satu angka khusus. Dengan begitu, Anda tidak akan merasa bersalah saat dihadapkan pada fluktuasi (perubahan) kecil yang terjadi secara alami dari hari ke hari.

Tip terburuk: Konsumsi sarapan dan makan siang yang sama setiap hari. Kurang variasi justru akan membuat Anda bosan. Kebosanan ini kemungkinan besar akan membuat Anda menyerah dan berhenti mengikuti pola diet.

3.) Skinny Bitch adalah buku bestselling karangan Rory Freedman dan Kim Barnouin.

Tip terbaik: Bacalah bahan-bahan di label makanan. Jangan mengonsumsi makanan dengan komponen yang sama sekali tidak bisa Anda ucapkan.

Tip terburuk: Anda harus menerapkan diet vegetarian murni (vegan). Hal ini sulit karena gaya hidup bebas produk susu dan hewan seringkali terlalu ekstrim bagi sebagian besar pelaku diet.

4.) The Biggest Loser merupakan acara reality show di mana kontestan yang kelebihan berat badan berusaha menurunkan berat badan untuk menenangkan hadiah.

Tip terbaik: Cobalah circuit training. Olahraga yang melibatkan seluruh tubuh akan membantu Anda menurunkan berat badan, meningkatkan metabolisme, menguatkan tulang, serta membuat Anda lebih tahan terhadap stres.

Tip terburuk: Mulailah kompetisi pribadi ala Biggest Loser, lengkap dengan pertemuan kelompok dan biaya registrasi. Anda tidak perlu terlalu memaksakan diri melakukan latihan berat terutama tanpa arahan pakar nutrisi dan pelatih profesional.

5. French Women Don't Get Fat merupakan buku bestselling karangan Mireille Guiliano.

Tip terbaik: Anda bisa makan apa pun, tapi pertahankan porsi kecil.

Tip terburuk: Belilah bunga segar atau bawalah lavender untuk dicium saat Anda melewati toko kue atau restoran dengan berbagai aroma makanan yang menggoda. Cara ini memang bisa mengalihkan perhatian dari makanan, tapi juga bisa membuat Anda bersin.



Sumber : Metro TV


5 Mar 2010

Keracunan Singkong sama Jengkol!

Keracunan adalah peristiwa masuknya zat racun ke dalam tubuh. Gejala klinis yang timbul sesuai dengan pengaruh zat racun tersebut yang terlihat pada sistem tubuh. Makanan beracun karena makanan tersebut mengandung zat-zat kimia yang berbahaya. Pada dasarnya, semua zat kimia dapat menimbulkan keracunan tergantung pada jumlah dan cara masuknya ke dalam tubuh. Dan ternyata salah dua (karena ada dua) makanan yang bisa bikin keracunan adalah singkong sama jengkol sob! Cekidot!

KERACUNAN SINGKONG (Cassava)
Keracunan terjadi karena singkong mengandung glikosida sianogenik linamarin (C10H17O6N) yang terdapat pada lapisan luar. Zat ini terdiri dari glukosa, aseton, dan asam sianida (HCN). Dalam jumlah kecil, HCN dapat dinetralkan tubuh menjadi tiosianat. Kadar HCN dalam singkong tergantung pada jenis singkong, kelembaban, ketinggian tanah dan pemupukan. HCN dapat menyebabkan terbentuknya sianmethemoglobin dan keracunan protoplasmic yang mengakibatkan ketidakmampuan jaringan mengambil oksigen. Kandungan HCN pada singkong dapat diuji dengan uji Guinard.



HCN dalam jumlah besar dapat mengakibatkan kematian dalam waktu singkat karena kegagalan pernafasan. Gejala awalnya terasa panas pada perut, mual, sesak, lemah dan pusing. Pernafasan cepat dan tercium bau khas (bau biter almond) pada nafas dan muntahan. Kemudian disusul pingsan, kejang yang akhirnya menjadi lemas, berkeringat, mata menonjol, pupil melebar, busa keluar dari mulut bercampur warna darah dan kulit menjadi merah. Penatalaksanaan dengan cara mengeliminasi racun dengan jalan muntah atau kumbah lambung, menghalangi penyerapan racun, dan pemberian antidotum (zat penawar) berupa amil/natrium nitrit dan Na-tiosulfat. Selain pemberian cairan intravena (infus), pemberian oksigen juga perlu.

KERACUNAN JENGKOL (Pithecolobium)
Sering dijumpai karena jengkol merupakan salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia. Faktor yang mendukung keracunan jengkol di antaranya adalah jumlah biji yang dimakan, makanan lain yang dimakan bersama jengkol, faktor alergi, jenis pohon dan tanah tempat jengkol ditanam, musim, dan sebagainya. Jengkol berisi asam jengkolat, suatu asam amino yang mengandung belerang. Jengkol berbeda dengan pete (parkia speciosa) karena pete tidak mengandung asam jengkol. Meskipun patogenesis belum jelas, diperkirakan keracunan disebabkan oleh bertumpuknya asam dalam bentuk kristal pada ginjal dan saluran kencing. Pada anak, keluhan timbul mulai 5-12 jam setelah makan.


Gejala klinis yang sering terjadi adalah sakit pinggang, nyeri perut, muntah, sakit waktu kencing, kencing berbau jengkol dan bercampur darah, air kemih keluar sedikit-sedikit dengan butir-butir putih sampai tidak keluar sama sekali, dan dapat terjadi gagal ginjal akut. Keracunan dapat dicegah dengan memasak biji jengkol dengan bikarbonat, misalnya soda. Bila terjadi keracunan, eliminasi racun dengan jalan muntah, bilas lambung, antidotum yang khas belum ada. Bila keracunan ringan, cukup dengan minum banyak air soda/natrium bikarbonat. Pemberian cairan intravena diperlukan bila pasien tidak dapat minum banyak. Bila terjadi gagal ginjal akut, dianjurkan dialisis dengan hemodialisis (cuci darah) atau dialisis peritoneal.



Sakarin dan Siklamat

Penggunaan sakarin dan siklamat sebagai zat pemanis makanan dari beberapa penelitian ternyata dapat menimbulkan karsinogen. Dari hasil uji coba menunjukkan bahwa meningkatnya tumor kandung kemih pada tikus melibatkan pemberian dosis kombinasi sakarin dan siklamat dengan perbandingan 1: 9.

Siklamat yang memiliki tingkat kemanisan yang tinggi dan enak rasanya tanpa rasa pahit walaupun tidak berbahaya dan digunakan secara luas dalam makanan dan minuman selama bertahun-tahun, keamanannya mulai diragukan karena dilaporkan dari hasil penelitian pada tahun 1969 bahwa siklamat dapat menyebabkan timbulnya kankaer kandung kemih pada tikus yang diberi ransum siklamat.


Hasil metabolisme siklamat yaitu sikloheksilamina mempunyai sifat karsinogenik. Tingkat peracunan siklamat melalui mulut pada tikus percobaan yaitu LD50 (50% hewan percobaan mati) sebesar 12,0 g/kg berat badan. Penelitian lain menunjukkan bahwa siklamat dapat menyebabkan atropi yaitu terjadinya pengecilan testicular dan kerusakan kromosom.

Pada penelitian lainnya menunjukkan bahwa siklamat terbukti tidak bersifat karsinogen dan uji mutagenisitas jangka pendek tidak membuahkan hasil yang konsisten. Hal ini menyebabkan siklamat di beberapa negara diizinkan kembali penggunaannya, kecuali negara Amerika Serikat tidak mengizinkan penggunaan siklamat sebagai zat tambahan makanan.

Di Indonesia menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No 722/Menkes/Per/1X/88 kadar maksimum asam siklamat yang diperbolehkan dalam makanan berkalori rendah dan untuk penderita diabetes melitus adalah 3 g/kg bahan makanan/minuman. Menurut WHO batas konsumsi harian siklamat yang aman (ADI) adalah 11 mg/kg berat badan.


Sedangkan pemakaian sakarin menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No 208/Menkes/Per/1V/85 tentang pemanis buatan dan Peraturan Menteri Kesehatan RI No 722/Menkes/Per/1X/88 tentang bahan tambahan pangan, menyatakan bahwa pada makanan atau minuman olahan khusus yaitu berkalori rendah dan untuk penderita penyakit diabetes melitus kadar maksimum sakarin yang diperbolehkan adalah 300 mg/kg. Sumber disini :

Beberapa Teknologi Pengawetan Makanan

Sumbernya disini
Untuk mengawetkan makanan dapat dilakukan beberapa teknik baik yang menggunakan teknologi tinggi maupun teknologi yang sederhana. Caranya pun beragam dengan berbagai tingkat kesulitan, namun inti dari pengawetan makanan adalah suatu upaya untuk menahan laju pertumbuhan mikro organisme pada makanan. Berikut adalah beberapa teknik standar yang telah dikenal secara umum oleh masyarakat luas dunia.

1. Pendinginan
Teknik ini adalah teknik yang paling terkenal karena sering digunakan oleh masyarakat umum di desa dan di kota. Konsep dan teori dari sistem pendinginan adalah memasukkan makanan pada tempat atau ruangan yang bersuhu sangat rendah. Untuk mendinginkan makanan atau minuman bisa dengan memasukkannya ke dalam kulkas atau lemari es atau bisa juga dengan menaruh di wadah yang berisi es. Biasanya para nelayan menggunakan wadah yang berisi es untuk mengawetkan ikan hasil tangkapannya. Di rumah-rumah biasanya menggunakan lemari es untuk mengawetkan sayur, buah, daging, sosis, telur, dan lain sebagainya. Suhu untuk mendinginkan makanan biasa biasanya bersuhu 15 derajat celsius. Sedangkan agar tahan lama biasanya disimpan pada tempat yang bersuhu 0 sampai -4 derajat selsius.

2. Pengasapan
Cara pengasapan adalah dengan menaruh makanan dalam kotak yang kemudian diasapi dari bawah. Teknik pengasapan sebenarnya tidak membuat makanan menjadi awet dalam jangka waktu yang lama, karena diperlukan perpaduan dengan teknik pengasinan dan pengeringan.

3. Pengalengan
Sistem yang satu ini memasukkan makanan ke dalam kaleng alumunium atau bahan logam lainnya, lalu diberi zat kimia sebagai pengawet seperti garam, asam, gula dan sebagainya. Bahan yang dikalengkan biasanya sayur-sayuran, daging, ikan, buah-buahan, susu, kopi, dan banyak lagi macamnya. Tehnik pengalengan termasuk paduan teknik kimiawi dan fisika. Teknik kimia yaitu dengan memberi zat pengawet, sedangkan fisika karena dikalengi dalam ruang hampa udara.

4. Pengeringan
Mikro organisme menyukai tempat yang lembab atau basah mengandung air. Jadi teknik pengeringan membuat makanan menjadi kering dengan kadar air serendah mungkin dengan cara dijemur, dioven, dipanaskan, dan sebagainya. Semakin banyak kadar air pada makanan, maka akan menjadi mudah proses pembusukan makanan.

5. Pemanisan
Pemanisan makanan yaitu dengan menaruh atau meletakkan makanan pada medium yang mengandung gula dengan kadar konsentrasi sebesar 40% untuk menurunkan kadar mikroorganisme. Jika dicelup pada konsenstrasi 70% maka dapat mencegah kerusakan makanan. Contoh makanan yang dimaniskan adalah seperti manisan buah, susu, jeli, agar-agar, dan lain sebagainya.

6. Pengasinan
Cara yang terakhir ini dengan menggunakan bahan NaCl atau yang kita kenal sebagai garam dapur untuk mengawetkan makanan. Tehnik ini disebut juga dengan sebutan penggaraman. Garam dapur memiliki sifat yang menghambat perkembangan dan pertumbuhan mikroorganisme perusak atau pembusuk makanan. Contohnya seperti ikan asin yang merupakan paduan antara pengasinan dengan pengeringan.




25 Feb 2010

Pengawetan dalam Pengolahan Makanan

Bahan pangan atau makanan jika dibiarkan di udara terbuka pada suhu kamar akan mengalami kerusakan atau bahkan kebusukan yang berlangsung cepat atau lambat, tergantung dari jenis bahan pangan atau makanan yang bersangkutan dan kondisi lingkungan dimana bahan pangan atau makanan diletakkan. Bahan pangan yang berasal dan hewan seperti daging, susu, telur dan ikan dalam keadaan segar adalah kelompok bahan pangan yang paling mudah rusak (perishable foods). Buah-buahan dan sayuran dalam keadaan segar adalah kelompok bahan pangan yang agak mudah rusak. Pangan nabati seperti biji-bijian dan kacang-kacangan yang sudah dikeringkan adalah kelompok bahan pangan yang relatif awet pada suhu kamar.

Beberapa faktor dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada bahan pangan antara lain:
1. Pertumbuhan dan aktivitas mikroba
2. Aktivitas enzim yang terdapat dalam bahan pangan
3. Aktivitas serangga, parasit dan binatang pengerat.
4. Kandungan air dalam bahan pangan
5. Suhu, baik suhu tinggi maupun rendah
6. Udara khususnya oksigen
7. Sinar matahari
8. Waktu penyimpanan

Terdapat 3 cara pemanasan yang umum dilakukan dalam pengolahan pangan, yaitu:

 1. Blansir adalah proses pemanasan yang dilakukan pada suhu kurang dari 1000C selama beberapa menit menggunakan air panas atau uap air panas. Contoh blansir misalnya mencelupkan sayuran atau buah di dalam air mendidih selama 3-5 menit atau mengukus selama 3-5 menit. Tujuan blansir adalah untuk menginaktifkan enzim yang secara alami ada dalam bahan pangan, misalnya enzim polifenolase yang menimbulkan pencoklatan.

2. Pasteurisasi adalah proses pemanasan yang dilakukan bertujuan membunuh mikroba patogen atau penyebab penyakit seperti bakteri penyebab penyakit TBC, disentri, diare dan penyakit perut lain. Panas pada pasteurisasi harus cukup untuk membunuh bakteri-bakteri patogen misalnya pasteurisasi susu harus dilakukan pada suhu 600C selama 30 menit. Pada suhu 600C selama 30 menit setara dengan pemanasan pada suhu 720C selama 15 detik. Pasteurisasi terakhir ini sering disebut HTST ( High Temperature Short Time ) atau pasteurisasi dengan suhu tinggi dalam waktu singkat.

3. Pemanasan sterilisasi komersial umum dilakukan pada bahan pangan yang sifatnya tidak asam atau lebih dikenal dengan bahan pangan berasam rendah. Bahan pangan berasam rendah memiliki pH > 4,5, misalnya seluruh bahan pangan hewani seperti daging, susu, telur dan ikan serta sayuran seperti buncis dan jagung. Pertumbuhan bakteri di bawah suhu 100C akan semakin lambat dengan semakin rendahn

Definisi :
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, pengawetan adalah proses, cara, atau perbuatan menjadikan sesuatu awet dan tahan lama

Tujuan :
Menjadikan sesuatu awet dan tahan lama, dan inti dari pengawetan makanan adalah suatu upaya untuk menahan laju pertumbuhan mikro organisme pada makanan

Prinsip :
1). Mencegah atau memperlambat kerusakan mikrobial. Memperlambat kerusakan mikrobial dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya mencegah masuknya mikroorganisme (bekerja dengan aseptis), mengeluarkan mikroorganisme misalnya dengan proses filtrasi, menghambat pertumbuhan dan aktivitas mikroorganisme misalnya dengan penggunaan suhu rendah, pengeringan, dan penggunaan kondisi anaerobik atau penggunaan pengawet kimia, serta membunuh mikroorganisme misalnya dengan sterilisasi atau radiasi

2). Mencegah atau memperlambat laju proses dekomposisi (autolisis) bahan pangan. Mencegah atau memperlambat laju proses dekomposisi (autolisis) bahan pangan dapat dilakukan dengan cara destruksi atau inaktivasi enzim pangan, misalnya dengan proses blansir dan atau dengan memperlambat reaksi kimia, misalnya mencegah reaksi oksidasi dengan penambahan anti oksidan

3). Mencegah kerusakan yang disebabkan oleh faktor lingkungan termasuk serangan hama. Cara ini dilakukan untuk lebih mengawetkan secara fisik.

Konsep :
Pengolahan (pengawetan) dilakukan untuk memperpanjang umur simpan (lamanya suatu produk dapat disimpan tanpa mengalami kerusakan) produk pangan. Proses pengolahan apa yang akan dilakukan, tergantung pada berapa lama umur simpan produk yang diinginkan, dan berapa banyak perubahan mutu produk yang dapat diterima.

Berdasarkan target waktu pengawetan, maka pengawetan dapat bersifat jangka pendek atau bersifat jangka panjang. Pengawetan jangka pendek dapat dilakukan dengan beberapa cara misalnya penanganan aseptis, penggunaan suhu rendah (<20°C), pengeluaran sebagian air bahan, perlakuan panas ‘ringan’, mengurangi keberadaan udara, penggunaan pengawet dalam konsentrasi rendah, fermentasi, radiasi dan kombinasinya. Penanganan aseptis merupakan proses penanganan yang dilakukan dengan mencegah masuknya kontaminan kimiawi dan mikroorganisme kedalam bahan pangan, atau mencegah terjadinya kontaminasi pada tingkat pertama. Penanganan produk dilakukan untuk mencegah kerusakan produk yang bisa menyebabkan terjadinya pengeringan (layu), pemecahan enzim alami dan masuknya mikroorganisme. Penggunaan suhu rendah bertujuan untuk memperlambat laju reaksi kimia, reaksi enzimatis dan pertumbuhan mikroorganisme tanpa menyebabkan kerusakan produk. Beberapa perubahan kimia seperti terjadi pada tepung, sereal, biji-bijian, minyak disebabkan oleh keberadaan air. Air dibutuhkan mikroorganisme untuk mempertahankan hidupnya.

Pengeluaran sebagian kandungan air bahan melalui proses pemekatan atau pengeringan akan menurunkan laju reaksi kimiawi, enzimatis maupun mikrobial. Perlakuan panas ringan (pasteurisasi dan blansir) dilakukan pada suhu <100°C. Proses blansir akan merusak sistem enzim dan membunuh sebagian mikroorganisme. Tetapi, sebagian besar mikroorganisme tidak dapat dihancurkan oleh proses blansir. Pasteurisasi menggunakan intensitas suhu dan waktu pemanasan yang lebih besar daripada blansir.

Pasteurisasi akan menginaktifasi enzim, membunuh mikroorganisme patogen (penyebab peyakit) dan sebagian mikro organisme pembusuk. Beberapa reaksi penyebab kerusakan pangan dipicu oleh oksigen. Reaksi kimiawi seperti oksidasi lemak (ketengikan) yang terjadi pada minyak sayur, biji-bijian, buah-buahan, sayuran, susu, daging dan reaksi pencoklatan pada buah dan sayur dapat diperlambat dengan mengurangi kehadiran oksigen. Penggunaan pengawet dengan konsentrasi rendah dan proses fermentasi juga merupakan cara yang dapat dilakukan untuk pengawetan temporer. Gula, garam, asam dan SO2 menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Asam laktat yang dihasilkan selama proses fermentasi akan menghambat pertumbuhan kapang dan kamir.

Pemaparan pangan dengan radiasi elektromagnetik bisa merusak atau menghambat beberapa mikroorganisme dan sistim enzim alami tanpa perubahan nyata pada kualitas produk. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk pengawetan jangka panjang adalah pemanasan pada suhu tinggi (≥100°C), penggunaan pengawet kimia, pengeringan, pengeluaran udara (pemvakuman), pembekuan dan kombinasi proses. Pemanasan pada suhu tinggi yang dilakukan bersama-sama dengan pengemasan yang bisa mencegah rekontaminasi, dapat menghambat/merusak mikroorganisme dan enzim.

Penggunaan gula atau garam dengan konsentrasi yang tinggi akan menghambat pertumbuhan mikroorganisme dan reaksi enzimatis, seperti yang dilakukan pada pembuatan jeli dan dendeng. Pengawet alami seperti etanol, asam asetat dan asam laktat yang dihasilkan oleh mikroorganisme terpilih selama proses fermentasi bisa menghambat pertumbuhan mikroorga-nisme pembusuk. Penambahan pengawet seperti asam benzoat dan asam propionat juga berfungsi menghambat mikroorganisme secara selektif. Proses pengeringan akan mengeluarkan air dan menyebabkan peningkatan konsentrasi padatan terlarut didalam bahan pangan. Kondisi ini akan meningkatkan tekanan osmotik di dalam bahan, sehingga menghambat pertumbuhan mikroorganisme dan memperlambat laju reaksi kimia maupun enzimatis. Penghilangan udara akan mengeluarkan semua oksigen sehingga mencegah berlangsungnya reaksi kimiawi dan enzimatis yang dipicu oleh oksigen, juga menghambat pertumbuhan mikroorganisme aerobik. Perlakuan pembekuan (freezing) secara signifikan akan memperlambat laju reaksi kimiawi dan enzimatis serta menghambat aktivitas mikroorganisme. Proses pengawetan biasanya dilakukan dengan mengkombinasikan beberapa metode pengawetan.

Sebagai contoh, pembuatan susu pasteurisasi yang ditujukan untuk pengawetan jangka pendek dilakukan dengan kombinasi proses pemanasan ringan (pasteurisasi), pengemasan dan penyimpanan pada suhu rendah (refrigerasi). Proses pengalengan yang ditujukan untuk pengawetan jangka panjang, dilakukan dengan melibatkan proses pengeluaran udara, pengemasan, pengaturan pH dan penggunaan suhu tinggi (sterilisasi). Juga penting diperhatikan penggunaan wadah (container) dan kemasan yang dapat melindungi produk dari mikroorganisme untuk menghindari terjadinya rekontaminasi selama penyimpanan. 

 

24 Feb 2010

Menanti Realisasi Anggaran Kesehatan

Pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) pada 12 Nopember lalu, kita kembali disinggung tentang pembangunan kesehatan berdasarkan Visi Indonesia Sehat 2010. Sebuah konsep pembangunan di bidang kesehatan yang disusun pada 26 Oktober 1998 oleh Menteri Kesehatan Achmad Sujudi. Konsep ini kemudian dicanangkan oleh Presiden BJ Habibie pada tahun 1999 sebagai arah pembangunan di bidang kesehatan.

Penetapan 50 indikator teknis pada tahun 2003, menjadikan visi pembangunan di bidang kesehatan ini memang layak untuk dijadikan patokan. Tapi hingga dua tahun menjelang 2010, standar keberhasilan visi 2010 tersebut tampaknya masih jauh dari pencapaian. Ambil saja contoh ketersediaan tenaga kesehatan, dalam visi Indonesia Sehat 2010, rasio dokter per 100 ribu penduduk adalah 40, dokter gigi 11, dan bidan 100.

Namun dalam paparan Menteri Kesehatan dalam rapat terbatas bidang kesehatan dengan Presiden dan Wakil Presiden pada tanggal 13 Juni 2007, ketersediaan tenaga kesehatan masih jauh dari apa yang diharapkan. Rasio dokter umum per 100 ribu penduduk baru mencapai 19,93, dokter gigi 5,05, dan bidan 35,40.

Angka ini tersebut tentu masih jauh dari target yang dicanangkan. Menurut Menteri Kesehatan, dalam sambutannya pada Hari Kesehatan Nasional setahun yang lalu, salah satu kendala untuk mencapai target tersebut adalah pembiayaan kesehatan yang terbatas dan pengalokasiannya yang belum optimal.

Anggaran Minim

Memang jika melihat anggaran kesehatan negeri ini, jumlah yang dialokasikan pada sektor ini masih terbilang minim. Meski ada kenaikan anggaran kesehatan dari 5,8 triliun pada 2005 menjadi 16 triliun pada tahun 2008, dan dianggarkan menjadi 19,3 triliun untuk tahun 2009, angka tersebut tetap saja masih jauh dari standar yang seharusnya. Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) menetapkan anggaran kesehatan minimal 5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Begitu pula jika berpatokan dengan Tap MPR No.5/2003 yang mengharuskan anggaran kesehatan mencapai angka 15 persen dari total anggaran. Jika total APBN untuk tahun 2009 sebesar 1.037,1triliun, maka setidaknya alokasi dana untuk anggaran kesehatan bisa mencapai sekitar 155,6 triliun.

Jika melihat perbandingan anggaran kesehatan negara-negara anggota ASEAN, Indonesia memang menjadi salah satu negara yang memiliki anggaran kesehatan paling kecil. Dalam WHO World Health Report 2006, persentase anggaran kesehatan Indonesia terhadap PDB adalah yang terkecil dibanding anggota ASEAN lainnya. Anggaran kesehatan Indonesia hanya 2,2 persen dari PDB, lebih rendah dari Birma (2,3), Filipina (3,3), Singapura (3,4), Thailand (3,5), Laos (3,6), Malaysia (4,3), Kamboja (6,0), dan Vietnam (6,6). Alhasil dana yang dialokasikan untuk kesehatan setiap penduduk Indonesia (anggaran kesehatan per kapita) tak lebih dari 34 dolar AS pertahun, jauh di bawah Malaysia yang anggaran kesehatan per kapitanya mencapai 255 dolar AS, apalagi Singapura (1.035 dolar AS).

Meski demikian, minimnya anggaran kesehatan tersebut tidak menjadi alasan untuk bersikap pesimistik. Dengan arah yang jelas dan upaya yang sunguh-sungguh Visi Indonesia Sehat 2010 bukanlah sebuah kemusykilan untuk diwujudkan. Hanya saja dengan anggaran kesehatan yang serba terbatas, menjadikan sebagian penduduk ada yang sulit untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai. Masyarakat dengan penghasilan pas-pasan tentu berisiko tidak mendapatkan layanan kesehatan yang layak akibat tingginya biaya kesehatan. Secara tidak langsung hal tersebut akan menghambat pencapaian target pembangunan di bidang kesehatan. Tingginya Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan kasus gizi buruk sebagian besar terjadi pada golongan masyarakat yang secara ekonomi berpenghasilan pas-pasan.

Jaminan Kesehatan

Dalam kondisi seperti ini, pemerintah harus memprioritaskan pembangunan kesehatan untuk masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi. Oleh karena itu Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang menjamin pembiayaan kesehatan masyarakat berdasar sistem asuransi harus segera diwujudkan. Apalagi Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) sebagai lembaga pengatur pelaksanaan sistem ini sudah terbentuk.

Berdasarkan Sistem Jaminan Sosial yang diatur dalam UU No. 40 tahun 2004, seluruh warga negara akan mendapatkan jaminan sosial dalam bentuk asuransi. Bagi masyarakat kurang mampu, premi asuransinya ditanggung oleh negara. Dengan sistem seperti ini, setiap warga negara tidak akan lagi dipusingkan dengan biaya kesehatan yang cukup tinggi. Sehingga layanan kesehatan yang layak tidak hanya jadi monopoli kalangan masyarakat kelas atas.

Optimalisasi pelaksanaan UU No. 40/2004 ini menjadi sangat penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat mengingat masalah kemampuan ekonomi menjadi salah satu penyebab rendahnya tingkat kesehatan masyarakat. Selain itu, ketersedian sarana kesehatan yang memadai juga menjadi salah satu prasyarat peningkatan kualitas layanan kesehatan.

Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) mencatat jumlah rumah sakit pada tahun 2005 sebanyak 1.268 unit. Sebanyak 626 unit dikelola oleh pihak swasta, hanya 452 unit yang dikelola pemerintah (Depkes dan Pemda). Selebihnya dikelola TNI dan Polri (112 unit), serta BUMN dan departemen lain (78 unit). Jumlah tersebut jauh dari memadai untuk melayani masyarakat Indonesia yang jumlahnya lebih dari 200 juta jiwa. Terlebih, penyebarannya tidak merata, sebagian besar rumah sakit tersebut berada hanya di kota-kota besar.

Untuk mengatasi kelangkaan tersebut, mau tidak mau penambahan rumah sakit pemerintah harus menjadi opsi yang wajib dilaksanakan. Terutama di daerah-daerah yang selama ini jauh dari jangkauan layanan kesehatan.

Tak hanya itu, peningkatan kapasitas rumah sakit pemerintah juga harus menjadi prioritas pengembangan dalam jangka pendek ini. Penambahan daya tampung pasien, peningkatan kelengkapan sarana dan prasarana adalah hal yang harus diwujudkan untuk menampung membludaknya pasien, terutama di musim penyakit. Sehingga tak ada lagi cerita pasien yang dirawat di tempat yang tidak seharusnya, atau bahkan ditolak karena tak ada ruang untuk menampungnya.

Setidaknya dengan adanya jaminan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, baik jaminan pendanaan melalui SJSN, maupun ketersediaan sarana kesehatan yang memadai dengan layanan yang layak, proses pengobatan dan rehabilitasi bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan tak lagi terhambat. Namun, sebuah negeri yang sehat seperti yang digagas dalam Visi Indonesia Sehat 2010 tidak hanya bisa dicapai dengan pendekatan kuratif dan rehabilitatif saja. Upaya yang terpenting adalah mencegah agar masyarakat tidak sakit dan meningkatkan taraf kesehatan masyarakat melalui pendekatan preventif dan promotif.

Tingginya angka gizi buruk yang mencapai 1,7 juta balita di awal 2007 lalu mungkin bisa ditekan menjadi lebih rendah dengan pendekatan kuratif. Namun, terganggunya pertumbuhan akibat kasus gizi buruk tersebut akan berpengaruh besar terhadap perkembangan kecerdasannya. Sebagaimana kita ketahui 80 persen perkembangan otak berlangsung pada usia balita. Perkembangannya sangat ditentukan oleh makanan yang dikonsumsinya. Zat gizi, seperti protein, zat besi, dan berbagai vitamin, termasuk asam lemak omega3, adalah pendukung kecerdasan otak anak. Zat tersebut bisa didapat dari makanan sehari-hari, seperti ikan, telur, susu, sayur-sayuran, kacang-kacangan, dan sebagainya.

Di sinilah pentingnya pendekatan promotif dan preventif. Program posyandu dan sejenisnya adalah ujung tombak pendekatan ini. Sayangnya, sekarang sudah tidak lagi marak, akibat perhatian yang lebih banyak tersedot ke upaya penyehatan masyarakat yang sakit, termasuk dari sisi alokasi anggarannya.

Adalah hal yang bijak jika upaya peningkatan kesehatan ini menjadi hal yang diprioritaskan. Tidak semata-mata menekan agar angka gizi buruk tidak melambung tinggi, angka kematian bayi tidak , atau angka kematian ibu tidak meningkat, tapi lebih jauh dari itu, membangun masyarakat yang sehat dan terhindar dari penyakit. Prioritasnya sama seperti memprioritaskan pendidikan di negeri ini.

Mungkin kita harus melirik kembali standar WHO atau Tap MPR No.5/2003. Anggaran sebesar 5 persen dari total PDB atau 15 persen dari total APBN adalah investasi besar untuk membangun Indonesia masa depan. Apalah artinya anggaran pendidikan yang besar tanpa ditunjang oleh bahan baku berkualitas. Apalah artinya sekolah yang mentereng, fasilitas yang lengkap dan guru yang berkualitas, jika muridnya bodoh, loyo dan sakit-sakitan. Inilah saat yang tepat bagi pemerintah berkomitmen untuk merealisasikan politik anggaran kesehatan yang berpihak kepada rakyat. (*)

Sumber : Harian SUARA MERDEKA, 19 Desember 2008

22 Feb 2010

Semua Tentang Sosis

Sosis bila tidak ditangani dengan baik dan dikonsumsi dalam jumlah berlebih tentunya dapat membahayakan kesehatan manusia. Bahaya untuk sosis selama dibuat dari bahan baku yang baik (daging tidak tercemar penyakit, dll) adalah pengawet. Tentu pengawet tidaklah terlalu "jahat". Bayangkan apabila makanan Anda hanya tahan selama beberapa jam, betapa repotnya para ibu rumah tangga. Lagipula tanpa pengawet makanan tersebut akan ditumbuhi bakteri atau mikroorganisme lain sehingga menjadi busuk atau bahkan dapat menimbulkan penyakit. Parahnya adalah bakteri yang menimbulkan penyakit ini (patogen) tidak menimbulkan tanda-tanda kerusakan yang jelas. Jadi selama pengawet digunakan dengan jenis dan dosis yang tepat, makanan berpengawet tersebut tidak berbahaya dibandingkan dengan makanan yang sudah terkontaminasi bakteri. Bakteri yang sering dijadikan tolok ukur dalam industri makanan kaleng adalah Clostridium botulinum yang dapat menghasilkan toksin syaraf yang mematikan.

Sosis di Indonesia tidak sama dengan sosis di luar negeri. Di Jerman khususnya, sosis ada 3 macam yang berwarna merah, coklat, dan putih. Sosis yang berwarna merah tidak boleh digoreng atau dibakar. Sosis ini mengalami proses curing seperti halnya kornet sehingga akan menjai kasinogenik apabila digoreng yang suhunya bisa mencapai > 160 derajat celcius. Sosis ini ditujukan untuk direbus dengan air (suhunya maks 100 derajat celcius). Sosis yang berwarna coklat ditujukan untuk digoreng sedangkan sosis yang berwarna putih untuk dibakar. Kedua sosis ini tidak mengandung nitrit. Sosis Jerman ini biasanya berbahan baku daging babi, tetapi sekarang juga sudah ada yang daging sapi dan ayam. Selongsong sosis dahulu memang dibuat dari usus hewan, tapi hal itu sekarang sangat mahal sehingga diganti dengan suatu bahan yang edible (dapat dimakan) yang biasanya berbasis karbohidrat ataupun protein.

Sosis di luar negeri memang merupakan sosis fermentasi bakteri asam laktat, seperti Lactobacillus, tetapi ada juga yang bukan hasil fermentasi. Anda tahu Lap Chiong? Lap chiong adalah sosis fermentasi daging babi yang berwarna merah akibat curing yang bisa dilihat di bagian daging babi di supaermarket. Salami juga merupakan sosis fermentasi daging. Nah, sosis di Indonesia kebanyakan bukan sosis fermentasi dan warna merahnya juga bukan akibat proses curing melainkan oleh pewarna (kalau Anda lihat warna merah antara sosis merek satu dengan yang lainnya yang mempunyai jenis yang sama akan berbeda-beda, ini yang membuat saya geleng-geleng kepala) Yah, kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan produsen sebab daya beli masyarakat Indonesia memang rendah. Jika masyarakat Indonesia mau membeli sosis dengan harga 10.000-20.000 per buah tentunya kita akan mendapat sosis dengan kualitas daging yang baik, tanpa pewarna, dan tanpa pengawet yang berlebih (karena selalu laku di pasaran).

Karena masyarakat Indonesia mempunyai budaya yang penting banyak (ukurannya besar) dan murah, soal rasa tidak perlu yang terenak (enak sudah cukup). Maka salah satu yang dilakukan produsen sosis adalah dengan mengurangi kandungan daging. Daging memakan biaya produksi yang cukup besar sebab daging yang digunakan harus fresh seperti halnya bakso. Apabila tidak fresh sosis akan mudah buyar. Daging ini digantikan dengan texturized meat yang terbuat dari soy-protein (protein kacang kedelai). Teksturnya mirip daging dan rasanya dibuat juga mirip daging. Sosis di Indonesia memang sebagian besar sudah terdiri dari texturized meat, terutama sosis yang siap makan kandungan dagingnya sedikit sekali. Keuntungan dari sosis texturized meat ini adalah kolesterolnya rendah. Semua bahan nabati (yang berasal dari tumbuhan) tidak mengandung kolesterol, yang ada adalah phytosterol (yang menurut penelitian bermanfaat positif bagi kesehatan jantung). Hal ini berlaku juga untuk minyak goreng kelapa sawit. Banyak produsen minyak goreng ini mempromosikan minyaknya bebas kolesterol. Sebenarnya semua minyak goreng nabati memang dari sananya tidak mengandung kolestrol (yang ada adalah phytosterol). Jadi yang perlu diamati dari membeli minyak goreng adalah kandungan asam lemak jenuh dan tidak jenuh, asam lemak jenuh yang tinggi mempunyai potensi untuk mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah.



Sebenarnya adanya kandungan tulang di sosis dalam jumlah yang lebih kecil daripada dagingnya itu disengaja. Daging dirobek dari tulang menggunakan suatu gilingan yang menyebabkan tulang tersebut sebagian kecil ikut dalam daging (hal ini disebut debonned meat), selanjutnya daging masih digiling lagi sehingga serpihatan tulang yang kecil-kecil itu akan hancur. Prof. Fransisca Zakaria Rungkat (profesor ahli gizi Indonesia yang sering menulis kolom gizi di Kompas) meneliti tentang efek dari serpihan tulang tersebut terhadap manusia sewaktu beliau sekolah di Perancis. Ternyata hasilnya tulang tersebut menjadi sumber kalsium yang dapat serap oleh tubuh manusia. Justru tulang tersebut berakibat positif bagi kesehatan manusia dan menjadi salah satu solusi masalah defisiensi kalsium. Selama kandungan tulang lebih rendah dibanding daging atau jika kandungannya tinggi produsen harus menyebutkan bahwa produknya mengandung tulang sekian persen.

Limpahan besar-besaran produk unggas bagian tertentu dan produk-produk asap ke negara dunia ketiga termasuk Indonesia memang pernah terjadi. Orang luar memang lebih suka menyantap dada ayam sebab kandungan lemaknya lebih sedikit. Ukuran ayam dan sapi di sana besar-besar dan cenderung berlemak tinggi termasuk jeroannya seperti hati, dll. Limpahan bagian-bagian yang dipercaya mengandung lemak tinggi tersebut dilimpahkan ke negara dunia ketiga terutama fastfood dan juga dijual di supermarket dengan harga miring. Pernah terjadi issue bahan makanan yang diasapi mengandung formalin dan tidak baik untuk kesehatan sehingga produk asapnya dilimpahkan di Indonesia dan orang-orang di Indonesia berbondong-bondong membelinya (termasuk saya). Issue tersebut memang benar. Asap yang ditimbulkan kayu yang dibakar secara alami mengandung formalin. Formalin tersebut akan bermigrasi ke bahan makanan yang sedang diasapi dan menghasilkan suatu pengawet alami. Kadar formalin ini tentunya sangat jauh lebih rendah dibanding tahu atu ikan berformalin. Limpahan produk-produk ini sekarang sudah dilarang (tapi tidak tahu kalau masih ada yang masuk secara ilegal) sehingga sekarang cukup aman. Untuk produk asap dan bakaran sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebih. Produk bakaran juga mengandung polyacrylamide hidrocarbon yang juga bersifat karsinogenik.

Issue bahan organik itu pasti sehat juga salah. Yang benar adalah bahan organik itu belum pasti sehat. Bahan organik ditumbuhkan dengan tidak menggunakan pestisida, insektisida, ataupun fungisida sehingga tanaman seringkali diserang serangga (sehingga daunnya relatif kurang mulus dibanding yang non-organik). Tanaman mengahasilkan toksin alami untuk memproteksi diri terhadap serangan hama tersebut. Timun misalnya, pernahkah Anda merasakan timun rasanya pahit? Itu karena ada toksin curcubitans yang menyebabkan kematian jika terlalu banyak. Phasin pada kacang merah merupakan toksin yang bersifat phytohemaglutinin yang mengakibatkan pembekuan darah. Toksin ini dapat diinaktivasi sebagian (tetapi tidak seluruhnya) dengan memasak kacang tanah selama min. 10 menit pada suhu 100 derajat celcius (tapi lebih baik suhunya lebih tinggi atau waktunya lebih lama tapi dengan resiko kandungan vitamin dan mineral dalam kacang merah rusak). Masih banyak lagi toksin alami yang diproduksi oleh tanaman ataupun hewan. Hampir semua makanan itu aman asalkan berasal dari bahan baku yang baik, ditangani dengan baik, diolah dengan baik, dan dikonsumsi secara benar dan tidak berlebihan.
Sumbernya di sini.

8 Feb 2010

Tentang Insomnia dan Tidur Malam

Insomnia adalah gejala kelainan dalam tidur berupa kesulitan berulang untuk tidur atau mempertahankan tidur walaupun ada kesempatan untuk itu. Gejala tersebut biasanya diikuti gangguan fungsional saat bangun. Insomnia sering disebabkan oleh adanya suatu penyakit atau akibat adanya permasalahan psikologis. Dalam hal ini, bantuan medis atau psikologis akan diperlukan. Salah satu terapi psikologis yang efektif menangani insomnia adalah terapi kognitif. Dalam terapi tersebut, seorang pasien diajari untuk memperbaiki kebiasaan tidur dan menghilangkan asumsi yang kontra-produktif mengenai tidur.

Banyak penderita insomnia tergantung pada obat tidur dan zat penenang lainnya untuk bisa beristirahat. Semua obat sedatif memiliki potensi untuk menyebabkan ketergantungan psikologis berupa anggapan bahwa mereka tidak dapat tidur tanpa obat tersebut. Untuk diagnosa, spesialis tidur kedokteran memenuhi syarat untuk mendiagnosis berbagai gangguan tidur. Pasien dengan berbagai penyakit termasuk sindrom fase tidur tertunda sering salah didiagnosis sebagai Insomnia.



Nah berikut adalah efek jika kita kurang tidur atau sering tidur malam akibat insomnia atau disengaja :

1. Hasrat ngemil makanan berlemak meningkat

Kurang tidur bisa melenyapkan hormon yang mengatur nafsu makan. Akibatnya, keinginan menyantap makanan berlemak dan tinggi karbohidrat akan meningkat. Sehingga menyebabkan Anda menginginkan asupan kalori tinggi. Jika selama 2 malam tidur Anda tidak berkualitas bisa memicu rasa lapar berlebihan. Kondisi ini terjadi karena merangsang hormon ghrelin penambah nafsu makan, dan mengurangi hormon leptin sebagai penekan nafsu makan. Seiring dengan berjalannya waktu, hal ini dapat menyebabkan penambahan berat badan. Dalam penelitian yang dilakukan pada orang kembar identik oleh University of Washington menemukan, mereka tidur 7-9 jam setiap malam, rata-rata indeks massa tubuh 24,8, hampir 2 poin lebih rendah daripada rata-rata Body Mass Index (BMI) mereka yang kurang tidur.

2. Antibodi menjadi lemah

Berdasarkan studi JAMA, mereka yang tidur kurang dari 7 jam per malam bisa 3 kali lebih rentan mengalami rasa dingin. Penelitian lain menemukan, pada pria yang kurang tidur akan mengalami kegagalan untuk menjaga respon imun atau kekebalan tubuh secara normal setelah menerima suntikan flu. Mereka yang kurang tidur, antibodi yang bekerja setelah dilakukan vaksinasi hanya bisa bertahan paling lama 10 hari. Kondisi tersebut sangat berbahaya. Karena itu, perbaiki kualitas tidur, untuk meningkatkan kekebalan tubuh Anda. Jika terlalu sedikit waktu tidur Anda sistem kekebalan tubuh bisa terganggu.


3. Rentan terserang diabetes

Gula adalah bahan bakar setiap sel dalam tubuh Anda. Jika proses pengolahannya terganggu bisa menyebabkan efek buruk. Dalam penelitian yang dilakukan Universitas Chicago, AS, yang meneliti sejumlah orang selama 6 hari, mendapatkan kondisi ini bisa mengembangkan resistansi terhadap insulin, yakni hormon yang membantu mengangkut glukosa dari aliran darah ke dalam sel. Mereka yang tidur kurang dari 6 jam per malam dalam penelitian 6 hari ini menemukan, terjadi proses metabolisme gula yang tidak semestinya. Akibatnya bisa menyebabkan timbulnya diabetes.

4. Stres meningkat

Studi yang dilakukan Universitas Chicago juga menemukan ‘menutup mata’ kurang dari 7 jam bisa meningkatkan produksi kortisol atau hormon stres. Bahkan pada sore dan malam hari dapat meningkatkan denyut jantung, tekanan darah dan glukosa darah sehingga bisa memicu terjadinya hipertensi, penyakit jantung dan diabetes tipe 2.


5. Memicu rasa gelisah

Rasa gelisah setiap malam pasti akan terus menghantui mereka yang memiliki kualitas tidur buruk. Reaksi tubuh pun bisa menurun. Yang lebih kronis lagi, perasaaan bahagia tidak akan menghampiri hidup mereka yang kurang tidur. “Tidur dan suasana hati diatur oleh zat kimia otak yang sama,” kata Joyce Walsleben, PhD. Hal ini dapat meningkatkan risiko pengembangan depresi, tapi mungkin hanya bagi mereka yang sudah rentan terhadap penyakit.


6. Tampak lebih tua

Mereka yang kurang tidur biasanya memiliki kulit yang pucat dan wajah lelah. “Lebih buruk lagi, peningkatan kadar kortisol dapat memperlambat produksi kolagen yang memicu terjadinya keriput lebih cepat,” kata Jyotsna Sahni, MD, ahli masalah tidur di Canyon Ranch, Tucson.


7. Berbagai rasa sakit bisa timbul

Tidaklah mengherankan, sakit kronis seperti masalah punggung atau arthritis bisa saja terjadi bila Anda melakukan aktivitas tidur yang buruk. Dalam sebuah studi dari John Hopkins Behavioral Sleep Medicine Program, direktur Michael Smith, PhD, membangunkan orang dewasa muda yang sehat selama 20 menit setiap jam selama 8 jam selama 3 hari berturut-turut. Hasilnya, mereka memiliki toleransi sakit yang lebih rendah, dan mudah mengalami nyeri.


8. Risiko kanker lebih tinggi

Olahraga membantu mencegah kanker, tetapi terlalu sedikit memejamkan mata dapat merusak efek pelindungnya. Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health studi meneliti hampir 6.000 wanita selama sekitar satu dekade dan menemukan bahwa penggemar olahraga yang tidur 7 jam atau lebih sedikit per malam memiliki kesempatan lebih besar 50% mengidap kanker daripada mereka yang rutin melakukan senam dan memiliki kualitas tidur yang baik. Pasalnya, kualitas tidur yang buruk dapat menyebabkan gangguan metabolisme hormonal dan dikaitkan dengan risiko kanker, dan bisa ‘menghapus’ manfaat latihan.

Sumber : KASKUS

5 Feb 2010

Bahan Pangan Hewani

Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya, penggolongan bahan makanan dalam DKBM adalah serealia, umbi, dan hasil olahannya; kacang-kacangan, biji-bijian dan hasil olahannya; daging dan hasil olahannya; telur, ikan, kerang, udang dan hasil olahannya; sayuran; buah-buahan; susu dan hasil olahannya; lemak dan minyak; serta serba-serbinya. Jika kita teliti, maka dari daftar DKBM tersebut dapat dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu nabati (tumbuhan) dan hewani (hewan). Di sini akan dibahas lebih lanjut mengenai apa-apa saja bahan pangan hewani, apa saja kandungannya, dan bagaiman komposisi energinya.

Bahan pangan hewani adalah bahan yang berasal dari hewan/ternak yang dapat diolah lebih lanjut (PP 15/1977 oleh Presiden RI). Hasil bahan asal hewan/ternak adalah bahan asal hewan/ternak yang diolah dan dipergunakan untuk makanan manusia, penyusunan makanan hewan dan bahan baku untuk industri dan farmasi. Dari daftar DKBM, yang termasuk bahan pangan hewani yaitu daging/ayam, telur, dan ikan/kerang/udang. Kita akan bahas satu-satu.

Daging adalah salah satu bahan pangan yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Proteinnya sangat tinggi dan mudah dicerna dibandingkan dengan protein dari sumber nabati, dan di daging terdapat pula kandungan asam amino esensial yang lengkap serta beberapa kandungan vitamin dan mineral. Komposisi daging relatif mirip satu sama lain, terutama kandungan proteinnya yang berkisar 15-20 persen dari berat bahan.

Menurut gizi.net, selain kaya protein, daging juga mengandung energi sebesar 250 kkal/100 g. Jumlah energi dalam daging ditentukan oleh kandungan lemak intraselular di dalam serabut-serabut otot, yang disebut lemak marbling. Kadar lemak pada daging berkisar antara 5-40 persen, tergantung pada jenis, makanan, dan umur ternak. Daging juga mengandung kolesterol, walaupun dalam jumlah yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan bagian jeroan maupun otak. Kadar kolesterol daging sekitar 500 miligram/100 gram lebih rendah daripada kolesterol otak (1.800-2.000 mg/100 g) atau kolesterol kuning telur (1.500 mg/100 g). Oleh karena itu, mengkonsumsi daging sejak kecil sangat dianjurkan untuk kesehatan.



Bahan pangan hewani yang selanjutnya adalah ayam. Menurut situs indonesian.cri.cn, dianalisa dari nilai gizinya, setiap 100 gram daging ayam mengandung 74 persen air, 22 persen protein, 13 miligram zat kalzium, 190 miligram zat fosfor dan 1,5 miligram zat besi. Daging ayam juga kaya akan vitamin A. Selain itu, daging ayam juga mengandung vitamin C dan E. Daging ayam selain rendah kadar lemak, lemaknya juga termasuk asam lemak tidak jenuh, ini merupakan makanan protein yang paling ideal bagi anak kecil, orang setengah baya dan orang lanjut usia, penderita penyakit pembuluh darah jantung, dan orang yang lemah pasca sakit.

Yang selanjutnya adalah telur. Yang paling sering dan paling mudah untuk dikonsumsi adalah telur ayam. Menurut pusat kesehatan.blog, telur merupakan makanan yang bergizi, 15 persen terdiri dari protein, 10 persen dari lemak, dan 1 persen dari garam mineral serta vitamin, sedangkan 74 persen air. Karena mengandung banyak protein maka makanan ini merupakan bahan pembentuk tubuh yang baik dan bergizi. Jadi, alangah lebi baiknya jika kita mulai mengkonsumsi telur sejak dini.

Terakhir adalah ikan. Ikan adalah bahan pangan hewani yang kaya akan zat gizi. Menurut habitatnya, ikan dibag menjadi dua kelompok yaitu ikan air tawar dan ikan air laut (asin). Menurut kompas.com, ikan mengandung 18 persen protein terdiri dari asam-asam amino esensial yang tidak rusak pada waktu pemasakan. Kandungan lemaknya 1-20 persen lemak yang mudah dicerna serta langsung dapat digunakan oleh jaringan tubuh. Kandungan lemaknya sebagian besar adalah asam lemak tak jenuh yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan dapat menurunkan kolesterol darah. Ikan juga mengandung beberapa vitamin dan mineral yang sangat tinggi seperti vitamin A, vitamin D, thiamin, riboflavin, niacin, kalsium, magnesium, phosphor, iodium, fluor, zat besi, copper, zinc, dan selenium.

Telur, daging, ayam, dan ikan merupakan sumber-sumber protein tinggi yang sangat berguna untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang kita. Oleh karena itu, mengkonsumsi bahan pangan hewani seperti bahan-bahan di atas sangat dianjurkan terutama anak-anak, remaja, dan masa pertumbuhan lainnya. Keuntungan lain mengkonsumsi bahan pangan hewani mungkin rasanya ang lebih enak jika dibandingkan dengan bahan makanan nabati, serta bisa dijadikan berbagai macamolahan sehingga banyak terdapat variasi menu makanan. Dan tentunya, pilihlah bahan-bahan dengan kualitas terbaik dengan jeli dan lebih selektif dalam memilih bahan, karena bisa jadi bukannya kesehatan yang kita dapat, melainkan penyakit-penyakit baru yang bersumber dari bahan makanan hewani yang tidak sehat dan higienis.

DAFTAR PUSTAKA

 
1. http://indonesian.cri.cn/1/2005/07/19/1@32439.htm
2. http://www.gizi.net/cgi-bin/berita/fullnews.cgi?newsid1084846725,67502,
3. http://www.indonesia.sk/PP/Pp197715.htm
4. http://pusat_kesehatan.blog.plasa.com/kandungan-gizi-telur.html
5. http://www.kompas.com/swara/index.htm

2 Des 2009

Cacing Tambang

sumber : http://blogsehatnilna.wordpress.com/2009/02/28/cacing-cacing-berbahaya-yang-hidup-di-usus-manusia/

Cacing ini memiliki dua jenis yaitu Necator americanus dan Ancylostoma duodenale. Disebut cacing tambang karena dahulunya banyak ditemukan pada buruh tambang di eropa. Necator americanus menyebabkan penyakit nekatoriasis dan Ancylostoma duodenale menyebabkan penyakit ankilostomiasis. Kedua jenis cacing ini banyak menginfeksi orang-orang di sekitar pertambangan dan perkebunan. N. americanus dan A. duodenale hidup di rongga usus halus dengan mulut melekat pada daging dinding usus. Tubuh Necator americanus mirip huruf S. Panjang cacing betina kurang lebih 1 cm. Setiap satu cacing dapat bertelur 9000 ekor per hari. Sementara itu panjang cacing jantan kurang lebih 0,8 cm. Ancylostoma duodenale lebih mirip dengan huruf C. Setiap ekor Ancylostoma duodenale dapat menghasilkan 28.000 telur per hari. Telur cacing tambang keluar bersamaan dengan feces. Dalam waktu 1-1,5 hari, telur akan menetas menjadi larva, yang disebut larva rhabditiform. Tiga hari kemudian larva berubah lagi menjadi larva filarifom dimana larva ini dapat menembus kulit kaki dan masuk ke dalam tubuh manusia. Di tubuh manusia, cacing tambang bergerak mengikuti aliran darah, menuju jantung, paru-paru, tenggorokan, kemudian tertelan dan masuk ke dalam usus. Di dalam usus, larva menjadi cacing dewasa yang siap menghisap darah. Setiap ekor cacing N. americanus akan menghilangkan 0,005-1 cc darah per hari sedangkan setiap ekor cacing A. duodenale akan menyebabkan manusia kehilangan 0,08-0,34 cc per hari. Oleh karena itulah, cacing tambang menjadi berbahaya karena dapat menyebabkan anemia pada manusia. Di Indonesia, insiden akibat cacing tambang tinggi pada daerah pedesaan, terutama perkebunan. Infeksi cacing ini disebabkan oleh kebiasaan masyarakat desa yang BAB di tanah dan pemakaian feces sebagai pupuk. Selain lewat kaki, cacing tambang juga bisa masuk ke tubuh manusia melalui makanan yang masuk ke mulut.

10 Nov 2009

BMI Classification

Source : http://apps.who.int/bmi/index.jsp?introPage=intro_3.html


Body Mass Index (BMI) is a simple index of weight-for-height that is commonly used to classify underweight, overweight and obesity in adults. It is defined as the weight in kilograms divided by the square of the height in metres (kg/m2). For example, an adult who weighs 70kg and whose height is 1.75m will have a BMI of 22.9.

    BMI = 70 kg / (1.75 m)2 = 70 / 3,0625 = 22.9

Table 1: The International Classification of adult underweight, overweight and obesity according to BMI
    Classification
    BMI(kg/m�)

    Principal cut-off points
    Additional cut-off points
    Underweight
    <18.50
    <18.50
         Severe thinness
    <16.00
    <16.00
         Moderate thinness
    16.00 - 16.99
    16.00 - 16.99
         Mild thinness
    17.00 - 18.49
    17.00 - 18.49
    Normal range
    18.50 - 24.99
    18.50 - 22.99
    23.00 - 24.99
    Overweight
    ≥25.00
    ≥25.00
         Pre-obese
    25.00 - 29.99
    25.00 - 27.49
    27.50 - 29.99
         Obese
    ≥30.00
    ≥30.00
              Obese class I
    30.00 - 34-99
    30.00 - 32.49
    32.50 - 34.99
              Obese class II
    35.00 - 39.99
    35.00 - 37.49
    37.50 - 39.99
              Obese class III
    ≥40.00
    ≥40.00
    Source: Adapted from WHO, 1995, WHO, 2000 and WHO 2004.
BMI values are age-independent and the same for both sexes. However, BMI may not correspond to the same degree of fatness in different populations due, in part, to different body proportions. The health risks associated with increasing BMI are continuous and the interpretation of BMI gradings in relation to risk may differ for different populations.
In recent years, there was a growing debate on whether there are possible needs for developing different BMI cut-off points for different ethnic groups due to the increasing evidence that the associations between BMI, percentage of body fat, and body fat distribution differ across populations and therefore, the health risks increase below the cut-off point of 25 kg/m2 that defines overweight in the current WHO classification.
There had been two previous attempts to interpret the BMI cut-offs in Asian and Pacific populations3,4, which contributed to the growing debates. Therefore, to shed the light on this debates, WHO convened the Expert Consultation on BMI in Asian populations (Singapore, 8-11 July, 2002)5.
The WHO Expert Consultation5 concluded that the proportion of Asian people with a high risk of type 2 diabetes and cardiovascular disease is substantial at BMI's lower than the existing WHO cut-off point for overweight (= 25 kg/m2). However, the cut-off point for observed risk varies from 22 kg/m2 to 25 kg/m2 in different Asian populations and for high risk, it varies from 26 kg/m2 to 31 kg/m2 . The Consultation, therefore, recommended that the current WHO BMI cut-off points (Table 1) should be retained as the international classification.
But the cut-off points of 23, 27.5, 32.5 and 37.5 kg/m2 are to be added as points for public health action. It was, therefore, recommended that countries should use all categories (i.e. 18.5, 23, 25, 27.5, 30, 32.5 kg/m2 , and in many populations, 35, 37.5, and 40 kg/m2) for reporting purposes, with a view to facilitating international comparisons.

Kecukupan Gizi dan Mineral

Bila kita mau sehat dan dapat bekerja dengan maksimal kita perlu mengkonsumsi makanan bergizi dan berimbang. Untuk itu kita perlu mengetahui dasar-dasar gizi yang benar. Dari beberapa literatur disebutkan hal-hal yang harus kita ketahui seperti laju metabolisme basal , pengeluaraan energi untuk aktivitas dan nilai minuman kebutuhan mineral .
Laju Metabolisme basal (Basal Metabolic Rate =BMR)  yaitu kebutuhan energi saat istirahat. Angka BMR ini berkorelasi dengan luas permukaan tubuh. Perhitungan kebutuhan energi basal memakai formula Harris-benedict.
Kebutuhan energi untuk BMR (K kal/hari):
Untuk Wanita = 655+(9,5x BB)+(1,8 x TB)-(4,7 x u)
Untuk Pria = 66 + (13,7x BB) + (5 x TB) – (6,8 x u)
keterangan :
TB untuk tinggi badan (cm)
BB untuk berat badan (kg) dan
U untuk umur (tahun)
Pengeluaran energi untuk Aktivitas (Energy Expenditure of Activity= EEA)
EEA ini sangat bervariasi dan merupakan konponen terbesar dari kebutuhan sehari-hari pada orang yang aktif.
Orang yang diam tidak melakukan aktivitas memerlukan 400-800 kkal/hari
pekerjaan ringan menghabiskan 800-1200 kkal/hari
kerja mekanik sedang 1200-1800 k kal/hari
dan kerja mekanik atau olahraga berat yang berlansgung lama menghabiskan 1800-4500 K kal/hari
Tabel Komponen makanan dan sindroma kekurangannya
No
Komponen Makanan
Pemasukan oral yang dianjurkan
Tanda-tanda sindroma kekurangan
1
Kalori
BMR + EEA
kehilangan berat badan Marasmus
2
Protein
0,6 g/kg berat badan
Badan Lemah, perubahan pada kuku & rambut (kwasiorkor)
3
Vitamin B1 (Thiamin)
1 – 1,8 mg
Anoreksi, badan lemah, kesemutan, kegagalan jantung, tanda-tanda cerebellar Encepalopati WErnikie (beri-beri)
4
B2 (Riboflavin)
1,2 – 1,6 mg
Radang pada bibir & lidah, stomatitis angularis, deskuamasi kulit, dermatitis seborhoe, anemia
5
B3 (niasin)
12 – 18
Dermatitis, lidah nyeri, stomatitis angularis, diarhea, sakit kepala, gejala-gejala neuropsikis (pelagra)
6
B6 (asam Pantothenat)
4 – 7 mg
Rasa lelah, kesemutan, badan lemah, rasa terbakar pada telapak kaki
7 
B6 (pyridoksin)
1 – 2 mg
Fasies seborhoe, cheilosis, glositis anemia, neuritis peripher
8
B7 (Biotin)
100-200ug
Alopesia, dermatitis
9
B9 (folacin)
400 ug
Rasa lelah, radang pada lidah, anemia, ulkus pada mulut, nause
10
B12 (cobalamin)
3 uh
Perasaan tubuh yang lemah samar-samar, rasa lelah, radang pada lidah, kesmeutan, rasa raba yang berkurang pada tungkai dan kaki, anoreksi, diare, rambut rontok depresi (anemia perniciosa)
11
C (asam ascorbat)
60 mg
Tubuh lemah, iritabilitas, gingivitis, nyeri pada sendi, gigi lepas, mudah timbul perdarahan (scurvy)
12
A
100 RE (500 i.u)
Rabuin senja
13
D
5 mg (200 u.u)
Tetani, kelem,aan otot, ganguan pertumbuhan tulang (riketsia) osteopenia.
14
E
10 -20 i.u
Arefleksia, gangguan sewaktu berjalan, parese otot-otot muka, tanda -tanda neurolgik lain, anemia hemolitika
15
K
70 – 140 i.u
Mudah memar

Mineral-mineral


16
Natrium
92-184 mg

17
Kalium
2500 mg

18 
Kalsium
800 mg

19
Fosfor
1000 mg

20
Magnesium
300 – 350 mg
-
21 
Yodium
150 ug
Gejal-gejala hipotiroidisme
22
Khrom
30 – 200 ug
Intoleransi thd glukosa dan gangguan pelepasan asam-asam lemak yang terlihat pada beberapa pasien yang mendapatkan nutrisi secara parenteral total.
23
Zat Besi
10 – 18 mg
Gejala-gejala anemia, stomatitis angularis, lidah atrofi, koilonichai
24 
Mangan
2,5 mg
ataxia, kelambatan pertumbuhan tulang, fungsi reproduktif menurun yang tanpak pada hewan percobaan
25
Tembaga
2-3 mg
Neutropenia, anemia, diare, perubahan-perubahan tulang seperti scurvy
26
Seng
15 mg
Bintik-bintik warna merah pada muka dan anggotabadan, ulkus pada kulit, alopesia, kebingungan, apati, depresi, kehilangan rasa pengecap pada lidah
27
Fluride
1,5 – 4 mg
Tidak diketahui
28
Selenium
50- 200 ug
Kelemahan otot-otot, gejal-gejala kegagalan jantung
29 
Molybdenum
20 – 120 ug
Abnormalitas meurologik, hipermethionimia, hypouricaemai, hyoeruricosuria
30
Asam-asam lemak, asam linoleaf
2-4 % dari kalori
Radang kulit bersisik kering, rambut kasar, alopesia, diare
31
Asam linoleat
0,5 %
rasa raba berkurang, kesmutan, badan lemah, pandangan kabur




Dikutip dari buku pedoman pengobatan . Apa yang saya sampaikan diatas hanya diikuti apabila kita sehat dan akan berbeda dengan keadaan sebenarnya yang sakit  atau  setelah kecelakaan.

14 Okt 2009

Misteri Ketindihan Setan

Ketindihan setan? Pasti tau lah, mungkin udah pernah ngerasain malah. Tapi kali gua coba menerangkan ketindihan dalam cara berfikir yang logis dan fakta, dan tentunya dari segi ilmiahnya.

Ketindihan atau tindihan itu adalah peristiwa dimana tubuh kita tidak bisa bergerak dan terasa sulit bernafas di saat kita sadar dari bangun tidur. Tindihan ini biasanya berlangsung beberapa detik atau bahkan mungkin menit, dan kadang" disitu kita melihat sosok makhluk halus. Bener ga?

Sebenernya kejadian tindihan ini adalah salah satu gangguan dalam tidur yang dalam dunia medis disebut "SLEEP PARALYSIS". Menurut medis, keadaan ketika orang akan tidur atau bangun tidur merasa sesak napas seperti dicekik, dada sesak, badan sulit bergerak dan sulit berteriak disebut sleep paralysis alias tidur lumpuh (karena tubuh tak bisa bergerak dan serasa lumpuh).

Hampir setiap orang pernah mengalaminya. Setidaknya sekali atau dua kali dalam hidupnya dan biasanya terjadi antara umur 14-17 bahkan lebih seringkali kita melihat sosok bayangan hitam. Di dunia Barat, fenomena tindihan sering disebut mimpi buruk inkubus atau old hag berdasarkan bentuk bayangan yang muncul. Ada juga yang merasa melihat agen rahasia asing atau alien. Sementara di beberapa lukisan abad pertengahan, tindihan digambarkan dengan sosok roh jahat menduduki dada seorang perempuan hingga ia ketakutan dan sulit bernapas.


KURANG TIDUR

Sebagai pengetahuan, berdasarkan gelombang otak, tidur terbagi dalam 4 tahapan. Tahapan itu adalah tahap tidur paling ringan (kita masih setengah sadar), tahap tidur yang lebih dalam, tidur paling dalam, dan tahap REM. Pada tahap inilah mimpi terjadi.

Saat kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur, gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Jadi, dari keadaan sadar (saat hendak tidur) ke tahap tidur paling ringan, lalu langsung melompat ke mimpi (REM).

Ketika otak mendadak terbangun dari tahap REM tapi tubuh belum siap dan belum sadar, di sinilah sleep paralysis terjadi. Kita merasa sangat sadar, tapi tubuh tak bisa bergerak. Ditambah lagi adanya halusinasi muncul sosok lain yang sebenarnya ini merupakan ciri khas dari mimpi.

Selain itu, sleep paralysis juga bisa disebabkan sesuatu yang tidak dapat dikontrol. Akibatnya, muncul stres dan terbawa ke dalam mimpi. Lingkungan kerja pun ikut berpengaruh. Misalnya, Anda bekerja dalam shift sehingga kekurangan tidur atau memiliki pola tidur yang tidak teratur.


PERLU DIKETAHUI

Meski biasa terjadi, gangguan tidur ini patut diwaspadai. Pasalnya, sleep paralysis bisa juga merupakan pertanda narcolepsy (serangan tidur mendadak tanpa tanda-tanda mengantuk), sleep apnea (mendengkur), kecemasan, atau depresi.

Perlu diketahui juga, seep paralysis umumnya terjadi pada orang yang tidur dalam posisi telentang (wajah menghadap ke atas dan hampir nyenyak atau dalam keadaan hampir terjaga dari tidur). Itu sebabnya, kita perlu sering mengubah posisi tidur untuk mengurangi risiko terserang gangguan tidur ini.

Jadi jangan kita remehkan tidur itu karena berawal dari hal yang sepele, hal yang besar kadang" bisa terjadi.

TIPS & TRICK

1. Jangan panik

2. Pikiran harus tenang

3. Jangan mencoba berteriak karena justru akan menguras tenaga anda

4. Jangan buka mata anda, tetap merem, kata orang kalo buka mata nanti malah lihat hal2 aneh. mungkin karena pasokan oksigen ke otak berkurang hasilnya berhalusinasi

5. Untuk lepas dari "tindihan" gerakan jari kaki anda sambil bergerak pelan-pelan (jangan meronta)

6. Sudah terlepas dari tindihan cobalah bersyukur dan berdoa menurut keyakinan masing2 ya

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More